<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355</id><updated>2012-02-16T16:16:51.189+07:00</updated><category term='trik'/><category term='Puisi'/><category term='ilmu'/><category term='Kesehatan'/><category term='Artikel Cantik'/><category term='Warta'/><category term='jawaban soal'/><category term='Wacana'/><category term='tokoh'/><category term='Artikel'/><category term='Seputar cianjur'/><category term='kisah'/><category term='Tips'/><category term='smk islamiyah sayang'/><category term='informasi'/><category term='linkungan'/><category term='Curhat'/><title type='text'>Welcome Blog Rul_mo3t</title><subtitle type='html'>Mut gabung di Blog Rul_mo3t....!!!!qm" bakal nemuin beberapa Informasi seputar Informatika Teknologi Komputer Jaringan Serta profil" diri Rul 'n banyak lagi dech...pokonya Mut gabung aZ yach...........</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-6232073450531123951</id><published>2009-03-22T13:46:00.000+07:00</published><updated>2009-03-22T13:47:33.501+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Pencemaran Lingkungan</title><content type='html'>Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sumber Pencemar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemar datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air dan tanah dengan berbagai cara. Pencemar udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industi, dan pembakaran sampah. Pencemar udara dapat pula berasal dari aktivitas gunung berapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran sungai dan air tanah terutama dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian. Limbah cair domestik terutama berupa BOD, COD, dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat organik, dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan fosfat.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;sumber foto : www  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Pencemaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Penyelesaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-6232073450531123951?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/6232073450531123951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=6232073450531123951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/6232073450531123951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/6232073450531123951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2009/03/pencemaran-lingkungan.html' title='Pencemaran Lingkungan'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-5946896796356562193</id><published>2009-01-28T16:27:00.000+07:00</published><updated>2009-01-28T16:33:06.979+07:00</updated><title type='text'>Tip 'n Trik...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips &amp; Trik Jaringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pengecekan Koneksi Jaringan&lt;br /&gt;Bagi pada network administrator LAN atau jaringan lokal komputer, masalah sebuah komputer&lt;br /&gt;tidak bisa mengakses data di server pasti sudah merupakan hal yang biasa di hadapi. Berikut&lt;br /&gt;adalah tips bagi para network administrator pemula, hal-hal yang bisa dilakukan apabila mengalami&lt;br /&gt;masalah seperti di atas&lt;br /&gt;Sebagai seorang network admin, kadang kala bisa menimbulkan perasaan frustrasi apabila tidak&lt;br /&gt;bisa menemukan penyebab atau sumber masalah pada sebuah komputer yang tidak bisa terkoneksi&lt;br /&gt;ke jaringan atau tidak bisa mengakses data di server padahal sudah login / masuk ke jaringan.&lt;br /&gt;Berikut adalah tips-tips langkah yang harus diambil seandainya mengalami hal ini.&lt;br /&gt;Langkah pengecekan adalah:&lt;br /&gt;1. Cek kartu jaringan atau network card yang terpasang, apakah sudah dikenal oleh sistem operasi,&lt;br /&gt;untuk sistem operasi windows bisa dilakukan dengan mengecek ke control panel kemudian pilih&lt;br /&gt;system.&lt;br /&gt;2. Jika tidak dikenal atau masih ada error dengan kartu jaringannya, coba di remove atau dihapus&lt;br /&gt;kemudian diinstall ulang dengan menggunakan driver (software program untuk kartu jaringan) dari&lt;br /&gt;kartu jaringan tersebut yang sesuai.&lt;br /&gt;3. Apabila kartu jaringan sudah OK dan dikenal oleh sistem operasi. Untuk lingkungan yang&lt;br /&gt;menggunakan protokol TCP/IP mencoba untuk menggunakan utility ping yang ada di sistem operasi&lt;br /&gt;Windows, Linux maupun UNIX. namun sebelum melakukan ping, bisa dilihat berapa alamat IP dari&lt;br /&gt;komputer tersebut dengan menggunakan command atau perintah 'winipcfg' untuk sistem operasi&lt;br /&gt;Windows 9.x atau 'ipconfig' untuk windows NT/W2K. Atau untuk di lingkungan berbasis *nix, bisa&lt;br /&gt;menggunakan command 'ifconfig'.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;C:&gt;ipconfig&lt;br /&gt;Windows 2000 IP Configuration&lt;br /&gt;Ethernet adapter Local Area Connection:&lt;br /&gt;Connection-specific DNS Suffix . :&lt;br /&gt;IP Address. . . . . . . . . . . . : 155.35.119.246&lt;br /&gt;Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.0.0&lt;br /&gt;Default Gateway . . . . . . . . . : 155.35.119.1&lt;br /&gt;Dari contoh di atas didapatkan bahwa alamat IP nya adalah 155.35.119.246. Dan subnet masknya&lt;br /&gt;255.255.0.0, subnet mask ini berfungsi sebagai penentuan segmen dalam jaringan atau membagi&lt;br /&gt;jaringan yang besar menjadi jaringan yang lebih kecil. Kalau default gateway itu berfungsi jika kita&lt;br /&gt;akan berkomunikasi dengan komputer lain di luar jaringan kita atau di luar segmen jaringan kita.&lt;br /&gt;Untuk segmen akan dibahas di artikel lain mendatang.&lt;br /&gt;Kemudian kita coba ping ke alamat IP dari komputer tersebut.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;C:&gt;ping 155.35.119.246&lt;br /&gt;Pinging 155.35.119.246 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;Reply from 155.35.119.246: bytes=32 time&lt;10ms TTL=128&lt;br /&gt;Reply from 155.35.119.246: bytes=32 time&lt;10ms TTL=128&lt;br /&gt;Reply from 155.35.119.246: bytes=32 time&lt;10ms TTL=128&lt;br /&gt;Reply from 155.35.119.246: bytes=32 time&lt;10ms TTL=128&lt;br /&gt;Ping statistics for 155.35.119.246:&lt;br /&gt;Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms&lt;br /&gt;Jika mendapatkan hasil seperti di atas maka setting di kartu jaringannya sudah dikenal oleh sistem&lt;br /&gt;operasi. Langkah selanjutnya adalah mencoba koneksi ke komputer di dalam jaringan yang sama.&lt;br /&gt;4. Untuk mengecek koneksi ke komputer lain dalam satu jaringan yang sama, juga bisa dilakukan&lt;br /&gt;dengan menggunakan utility ping seperti di atas tadi. Misalnya katakan komputer teman kita&lt;br /&gt;alamat IP nya 155.35.119.138 dengan asumsi segmen yang sama yaitu subnet masknya&lt;br /&gt;255.255.0.0&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;C:&gt;ping 155.35.119.138&lt;br /&gt;Pinging 155.35.119.138 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;Request timed out.&lt;br /&gt;Request timed out.&lt;br /&gt;Request timed out.&lt;br /&gt;Request timed out.&lt;br /&gt;Ping statistics for 155.35.119.138:&lt;br /&gt;Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa pesan yang didapatkan berbeda dengan yang tadi di mana pesannya ini&lt;br /&gt;menunjukkan paket yang kita kirimkan ke komputer tersebut dengan protokol ICMP tidak direspon&lt;br /&gt;atau alias 'timed out' atau paket yang dikirim tidak mencapai tujuan selama waktu tertentu (TTL -&lt;br /&gt;Time To Live).&lt;br /&gt;Lalu apakah berarti komputer kita masih bermasalah ???&lt;br /&gt;Jawabannya belum tentu, bisa jadi komputer dengan alamat IP 155.35.119.138 itu tidak aktif atau&lt;br /&gt;tidak dinyalakan atau tidak terhubung ke jaringan.&lt;br /&gt;Sehingga kita perlu mencari target komputer lain yang pasti bahwa koneksi ke jaringan tidak&lt;br /&gt;mempunyai masalah sama sekali. Sebagai contoh misalnya alamat IP 137 lagi aktif maka kita coba&lt;br /&gt;ping ke IP 137 tersebut seperti contoh di bawah ini:&lt;br /&gt;C:&gt;ping 155.35.119.137&lt;br /&gt;Pinging 155.35.119.137 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;Reply from 155.35.119.137: bytes=32 time&lt;10ms TTL=255&lt;br /&gt;Reply from 155.35.119.137: bytes=32 time&lt;10ms TTL=255&lt;br /&gt;Reply from 155.35.119.137: bytes=32 time&lt;10ms TTL=255&lt;br /&gt;Reply from 155.35.119.137: bytes=32 time&lt;10ms TTL=255&lt;br /&gt;Ping statistics for 155.35.119.137:&lt;br /&gt;Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms&lt;br /&gt;Apabila kita mendapatkan respon seperti di atas jika menggunakan utility ping ke komputer lain&lt;br /&gt;yang juga terkoneksi ke jaringan, maka bisa dipastikan bahwa komputer kita sudah terhubung&lt;br /&gt;dengan baik.&lt;br /&gt;5. Lalu timbul pertanyaan lain, saya bisa ping ke komputer saya sendiri, namun saya tidak bisa&lt;br /&gt;melakukan ping ke komputer rekan saya yang sedang konek ke jaringan atau alias 'timed out'. Apa&lt;br /&gt;yang menjadi pokok permasalahan ???&lt;br /&gt;Mari kita analisa satu per satu, saya bisa ping komputer saya sendiri, berarti kartu jaringan sudah&lt;br /&gt;tidak ada masalah. Dan kartu jaringan terkoneksi ke jaringan melalui media kabel ke media hub&lt;br /&gt;atau switch. Namun kalau saya asumsi switch yang rusak, kenapa rekan saya bisa mengakses data&lt;br /&gt;yang ada di jaringan ??&lt;br /&gt;OK, jadi saya asumsi kabel yang bermasalah, jadi cobalah ganti dengan kabel lain yang sudah dites&lt;br /&gt;dan yakin bahwa kabel tersebut bagus. Ganti kabelnya dengan kabel yang bagus itu kemudian coba&lt;br /&gt;lakukan ping lagi ke komputer yang lagi aktif tersebut. Apakah bisa dan mendapatkan respon reply&lt;br /&gt;from ... ? Jika ya, berarti masalahnya ada di kabel jaringan tadi. Namun jika ternyata bukan kabel&lt;br /&gt;jaringan, nah, ini tahap yang lebih susah. Bisa berarti hub atau switchnya yang rusak, lalu kenapa&lt;br /&gt;rekan saya tetap bisa mengakses datanya kalau hub atau switch rusak ?&lt;br /&gt;Ingat !!! Satu hub atau switch mempunyai banyak port, ada yang 4 port, 8 port, 12 port, sampai&lt;br /&gt;dengan 36 atau 48 port. Dan bisa jadi port tersebut yang terkoneksi ke komputer kita yang rusak.&lt;br /&gt;Coba alihkan atau pasang kabel yang terkoneksi ke port yang lain. Jika hasilnya ternyata bagus&lt;br /&gt;maka bisa dipastikan bahwa port di hub atau switch yang tadi rusak.&lt;br /&gt;Selamat Mencoba...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-5946896796356562193?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/5946896796356562193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=5946896796356562193' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/5946896796356562193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/5946896796356562193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2009/01/tip-n-trik.html' title='Tip &apos;n Trik...'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-4372389924112195031</id><published>2009-01-28T16:07:00.001+07:00</published><updated>2009-01-28T16:09:38.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smk islamiyah sayang'/><title type='text'>Narkoba</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Pengertian Narkoba&lt;br /&gt;Narkoba adalah  singkatan dari narkotika dan obat atau bahan berbahaya,adalah sekelompok obat, bahan, atau zat bukan makanan yang jika diminum, diisap,ditelan,atau disuntikan akan berpengaruh pada kerja tubuh,terutam otak, dan sering menimbulkan ketergantungan. Menurut WHO ( World Healt Organization )  dan undang-undang No. 9 Tahun 1976 tentang bahan/senyawa kimia yang termasuk NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penyebaran narkoba&lt;br /&gt; Hingga kini peyebaran narkoba sudah hampir  tak bisa di cegah.Mengingat seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari Bandar narkoba yang senang mencari mangsa di daerah sekolah, disokotik , tempat pelacuran , dan tempat perkumpulan genk.&lt;br /&gt;Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua,ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu merajalela.Upaya  pemberantasan narkobapun sudah sering di lakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD pun banyak yang terjerumus narkoba.&lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;B. Jenis- jenis narkoba  yang sering di salahgunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Opioida&lt;br /&gt; Segolongan zat dengan daya kerja serupa. Ada yang alami, sintetik dan semisintetik .Opioida alami berasal dari getah opium poppy (opiat), seperti morfin, opium, dan  kodein.Contoh opioida semi sintetik: Heroin /putaw, hidroporfin. Contoh opioida sintetik: meperidin,metadon,fentanyl (china white ). &lt;br /&gt;Yang sering disalahgunakan adalah heroin.Cara pakai: disumtikan kedalam pembuluh darah , atau diisap malalui hidung setelah dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ganja (marijuana, cimeng, gelek, hasis)&lt;br /&gt; Ganja mengandung THC (Tetrahydro-cannabinol) yang bersifat psikoaktif. Ganja yang dipakai biasanya berupa tanaman kering yang dirajang, dilinting, dan disulut seperti rokok. Dalam undang-undang, Ganja termasuk narkotika golongan 1, dan dilarang keras ditanam, digunakan, diedarkan, dan diperjualbelikan. Ganja merupakan pitu masuk kejenis narkoba lainnya dan paling banyak digunakan di Indonesia.&lt;br /&gt;3. Kokain ( kokain, crack, daun koka, pasta koka ) &lt;br /&gt; Berasal dari tanaman koka, tergolong stimulansia ( meningkatkan aktivitas otak dan berfusi organ tubuh lain). Menurut undang-undang, kokain termasuk narkotika golongan 1. berbentuk kristal putih. Nama jalanannya koka, happy dust, Charlie, srepet, snow/salju putih.&lt;br /&gt;4. Golongan Amfetamin: amfetamin,ekstasi, sabu&lt;br /&gt; Ternasuk stimulansia bagi susunan saraf pusat,disebut juga upper. Amfetamin sering digunakan untuk menurunkan berat badan  karena mengurangi rasa lapar. Juga dipakai oleh siswa atau mahasiswa yang mau ujian, karena mengurangi rasa kantuk. &lt;br /&gt; Termasuk golongan amfetamin adalah MDMA ( Ekstasi, XTC, ineks) dan metamfetamin ( sabu ), yang banyak disalahgunakan. Berbentuk pil warna-warni (ekstasi)&lt;br /&gt;Atau kristal putih ( sabu). Disebut desainer drug karena dibuat dilaboraturium gelap, yang kandungannya adalah campuran berbagai jenis zat.&lt;br /&gt;5. alkohol&lt;br /&gt; Terdapat pada minuman keras, yang kadar etanolnya berbeda-beda. Contoh: berbagai jens minuman anggur ; minuman keras golongan C ( 20 – 45 % ) (Vodka, rum, gin, Manson House, TKW ).&lt;br /&gt;6. Halusinogen&lt;br /&gt; Contoh: Lysergic Acid (LSD), Bentuknya seperti kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko banyak warna dan gambar, atau berbentuk pil dan kapsul.&lt;br /&gt;7. Sedativa dan Hipnotika ( obat penenang, obat tidur )&lt;br /&gt; Contoh : Lexo, DUM, Nipam, Pil BK, MG, DUM, Rohyp.&lt;br /&gt;8. Solven dan Inhalansia&lt;br /&gt; Zat pelarut yang mudah menguap dan gas berupa senyawa organic untuk berbagai keperluan rumah tangga, bengkel, kantor, dan industri.&lt;br /&gt;Contoh: Tiner, acetone, lem,aerosol spay dan bensin. Sangat berbahaya, karena begitu diisap, masuk darah dan segera masuk keotak.Dapat berakibat mati mendadak kare otak kekurangan oksigen.&lt;br /&gt;9. Nikotin&lt;br /&gt; Terdapat pada tembakau. Selain nikotin, tembakau mengandung tar dan CO yang berbahaya,serta zat lain, seluruhnya tidak kurang dari 4.000 senyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Efek-efek narkoba &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Halusinogen,efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila di konsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi berhalusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata kokain dan LTD.&lt;br /&gt;2. Stimulant, efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu,dan cenderung membuat seseorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;3. Adiktif, seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak ganja, heroin, putaw.&lt;br /&gt;4. Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka penggunaan itu akan overdosis dan akhirnya kematian .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat penyalah gunaan narkoba &lt;br /&gt;1.Bagi Diri Sendiri &lt;br /&gt;     a.Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja&lt;br /&gt;1.Daya ingat,sehingga mudah lupa;&lt;br /&gt;2.Perhatian,sehingga sulit berkonsentrasi;&lt;br /&gt;3.Perasaan,sehingga tidak dapat bertindak rasional,impulsif&lt;br /&gt;4. Perpepsi,sehingga memberi perasaan semu/khayal;&lt;br /&gt;5. Motivasi, sehingga keinginan dan kemampuan belajar merosor, persahabatan &lt;br /&gt;    Rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; b. Intoksitasi ( keracunan)&lt;br /&gt; gejala yang timbul akibat pemakaian narkoba dalam jumlah yang cukup berpengaruh pada tubuh dan prilaku.&lt;br /&gt; c. Overdosis ( OD )&lt;br /&gt;Dapat menyebabkan kematian Karen terhentinya pernafasan ( Heroin ) atau  &lt;br /&gt;Perdarahan otak&lt;br /&gt; d. Gejala putus zat&lt;br /&gt;      Gejala ketika dosis yang dipakai berkurang atau dihentikan pemakaiannya.barat ringan gejala tergantung pada jenis zat, dosis dan lama pemakaian.&lt;br /&gt; e. Berulang kali kambuh&lt;br /&gt;       Ketergantungan menyaebabkan craving ( rasa rindu pada narkoba),waolaupun telah berhenti pakai. Narkoba dan perangkatnya, kawan-kawan,suasana, dan tempat-tempat penggunaanya dahulu mendorongnya untuk memakai narkoba kembali.&lt;br /&gt; f. Gangguan prilaku/mental-sosial&lt;br /&gt; Sikap acuh tak acuh, sulit mengendalikan diri, mudah tersinggung, marah, menarik diri dari pergaulan, hubungan dengan keluarga dan sesama terganggu.&lt;br /&gt; g. Gangguan kesehatan &lt;br /&gt; Kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh, seperti hati, jantung, paru,ginjal, kelejar endokrin, kurang gizi, penyakit kulit, dan ggi berlubang.&lt;br /&gt; h. Kendornya nilai-nilai &lt;br /&gt; Mengendornya nilai-nilai kehidupan agama-sosial-budaya, seperti perilaku seks bebas dengan segala akibatnya ( peyakit kelamin ,kehamilan yang tidak diinginkan)&lt;br /&gt; i. Masalah keuangan dan hukum&lt;br /&gt; Akibat keperluannya memenuhi kebutuhannya akan narkoba, dia mencuri, menipu , dan menjual barang-barang milik sendiri atau orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci pokok penanggulangan masalah narkoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Adanya kesadaran bersama penyalahgunaan narkoba dapat merusak dan mengancam       &lt;br /&gt;    kehidupan masyarakat, Bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;b. Perlu disadari bahwa anak-anak dan generasi muda menjadi sasaran utama dari   &lt;br /&gt;    penyalahgunaan dan peredaran narkoba.&lt;br /&gt;c. Adanya komitmen yang kuat dari seluruh komponen bangsa, baik tingkat pusat sampai  &lt;br /&gt;    daerah, untuk melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap &lt;br /&gt;    penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.&lt;br /&gt;d. Masalah penyalahgunaan narkoba bukan merupakan aib keluarga,tetapi merupakan &lt;br /&gt;    masalah nasional yang menjadi tanggung jawab bersama, yang harus ditanggulangi &lt;br /&gt;    secara terpadu, terkoordinir, terarah dan berkelanjutan serta dilakukan secara serius &lt;br /&gt;    atau sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;e. Semua komponen bangsa harus merasa terpanggil untuk melakukan upaya &lt;br /&gt;    pencegahan dan pemberantasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap nerkoba&lt;br /&gt;    dan melakukannya dengan penuh keiklasan sebagai suatu ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-4372389924112195031?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/4372389924112195031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=4372389924112195031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/4372389924112195031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/4372389924112195031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2009/01/narkoba.html' title='Narkoba'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-7673795067625366632</id><published>2008-12-24T16:02:00.001+07:00</published><updated>2008-12-24T16:38:46.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawaban soal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='smk islamiyah sayang'/><title type='text'>JAWABAN SOAL KLS XI TKJ</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnzr%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnzr%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnzr%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt;&lt;/style&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bagian PG :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; C = Flashdisk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; C = 10-100 Mbps&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; A = Bus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; C = Ring&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A = Hub&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; B = UTP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; A = kabel koaksial&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; B = Kabel Fiber optic&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; C = Terhubung ke internet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;10.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; B = IP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;11.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; C = &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;TCP/IP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;.B = International Networking&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;.C = ArpaNet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;14.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;B = Node&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;15.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;D = Router&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;16.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;C = DARPA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;17.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;B = Network Acces Layer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;18.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A = 5 kelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;19.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A = IP Addres&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;20.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;C = Institusi Pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bagian Essay :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet dan memiliki 5 kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; Yang termasuk ke dalam Host adalah "smk-tkt" , Yang termasuk ke dalam Top domainnya adalah "http://smk-tkt.sch.id/Artikel", karena domain itu adalh penamaan suatu domain (domain name) dalam internet.Misalkan suatu domain bernama www.yahoo.com,maka top domai level pertamanya adalah com sedangkan level keduanya yahoo dan ke tiga adalah www.Yang termasuk Protocol adalah "http://". Protocol adalah yang menspesifikasikan secara detail bagaimana komputer berinteraksi/hubungan telekomunikasi.Phat adalah kumpulan dari beberapa aturan yang berhubungan dengan komunikasi data antara beberapa alat komunikasi supaya komunikasi data dapat di lakukan dengan benar,yang termasuk Phat adalah "/Artikel".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Urutan pengkabelan pun berbeda antara Cross (Crossover) dan (Straight-through). Berikut kita bahas cara pembuatannya.Sebelumnya kita persiapkan peralatan yg dibutuhkan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Kabel UTP Seperlunya&lt;b&gt; , &lt;/b&gt;RJ-45 (8P8C modular jack)&lt;b&gt; , &lt;/b&gt;Crimp Tool&lt;b&gt; , &lt;/b&gt;Cable Tester.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kita ibaratkan dalam satu panjang kabel memiliki kedua ujung sebut saja ujung “A” dan ujung “B”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Langkah :&lt;br /&gt;1. Kupas bungkus terluar kabel UTP menggunakan crimp tool, akan terlihat 8 kabel kecil warna-warni.&lt;br /&gt;2. Urutkan kabel sesuai urutan yang diinginkan, T568A atau T568B&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Straight (Straight-through)&lt;b&gt;“&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kabel “A” dan Kabel “B&lt;b&gt;”&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kedua ujung kabel dibuat sama persis urutannya .Urutannya adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;1.Putih-orange… 2.Orange&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;3.Putih-hijau… 4.Biru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;5.Putih-biru… 6.Hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;7.Putih-coklat… 8.Coklat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Sedangkan pada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;“Cross (Crossover)”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Kabel “A”&lt;br /&gt;Sedangkan pada pembuatan kabel PC-to-PC, kita menggunakna urutan yg berbeda pada salah satu Kabel..Pada ujung &lt;b&gt;Kabel “A”&lt;/b&gt;Urutannya adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.Putih-orange… 2.Orange&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.Putih-hijau… 4.Biru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5.Putih-biru… 6.Hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;7.Putih-coklat… &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;8.Coklat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pada ujung Kabel “B” . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Urutannya adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1.Putih-hijau… 2.Hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.Putih-orange… 4.Biru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5.Putih-biru… 6.Orange&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;7.Putih-coklat… 8.Coklat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Atau cara singkanya sama seperti membuat urutan pada ujung kabel “A” hanya saja urutan no.1 dirubah menjadi no.3 dan no.2 menjadi no.6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;3. Masukkan ujung2 kabel dengan cara mendorong hingga mentok pada ujung bagian dalam RJ-45&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4. Gunakan crimping tool untuk memasang RJ-45. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Masukkan pada lubang RG-45 (bagian paling besar) dan jepit hingga terdengar suara “klik”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5. Test kabel dengan cable tester. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Jika kedelapan lampu led menyala bergantian sesuai urutannya, berarti sudah tersambung dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;A. Jenis kabel UTP&lt;br /&gt;UTP Cable (khususnya CAT5 / CAT5e)&lt;br /&gt;B. jenis kabel STP&lt;br /&gt;“Unshielded Twisted Pair”&lt;br /&gt;Kabel “Unshielded twisted pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.Kategori UTP : Terdapat 5 kategori (level) untuk kabel UTP. Kategori ini mendukung sinyal suara berkecepatan rendah (low-speed voice) dan sinyal LAN berkecepatan tinggi. Kategori 5 UTP direkomendasikan sebagai kategori minimum untuk instalasi LAN dan cocok untuk topologi star. Tabel berikut menunjukkan masing-masing kategori :&lt;br /&gt;-&gt;Performansi (MHz)&lt;br /&gt;Penggunaan&lt;br /&gt;Cat 1&lt;br /&gt;Voice, Mainframe, Dumb Terminal&lt;br /&gt;Cat 2&lt;br /&gt;4 MB Token Ring&lt;br /&gt;Cat 3&lt;br /&gt;10MB Ethernet&lt;br /&gt;Cat 4&lt;br /&gt;16 MB Token Ring&lt;br /&gt;Cat 5&lt;br /&gt;100 MB Ethernet&lt;br /&gt;“Shielded Twisted Pair”&lt;br /&gt;“Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.&lt;br /&gt;Kelemahan kabel STPKabel STP mempunyai beberapa kelemahan :&lt;br /&gt;a. Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.&lt;br /&gt;b. Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.&lt;br /&gt;Harganya cukup mahal.&lt;br /&gt;-&gt; Ada dua jenis tipe pengaturan/konfigurasi kabel UTP, yaitu:- Straight (langsung)- Cross (menyilang)Urutan angka, yaitu :- kabel Straight, ujung 1 adalah 1 2 3 4 5 6 7 8 dan ujung satunya sama 1 2 3 4 5 6 7 8 .- kabel Cross, ujung satu adalah 1 2 3 4 5 6 7 8 dan ujung berikutnya adalah 3 6 1 4 5 2 7 8 .&lt;br /&gt;Untuk pengaturan warna kabel straight adalah seperti berikut :untuk tipe A&lt;br /&gt;untuk tipe B&lt;br /&gt;untuk kabel Cross adalah seperti berikut :&lt;br /&gt;dengan mengkombinasi antara tipe A di ujung kabel 1 dan tipe B di ujung berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ACL (Access Control List) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;ACL adalah daftar alamat ip atau host. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Daftar ini diperlukan bila ada rule yang mengharuskan. Misalnya DNS server ini hanya boleh dipakai oleh sekelompok tertentu saja, sisanya di tolak. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hal ini diperlukan untuk membuat DNS server yang diquery dari dalam firewall&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;acl name   {&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;           daftar_list_nama;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;          };&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-7673795067625366632?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/7673795067625366632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=7673795067625366632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/7673795067625366632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/7673795067625366632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/12/jawaban-soal-kls-xi-tkj.html' title='JAWABAN SOAL KLS XI TKJ'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-8179702354335213343</id><published>2008-07-27T14:19:00.000+07:00</published><updated>2008-07-27T14:26:28.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Cantik'/><title type='text'>Pohon yang Kehilangan Rohnya</title><content type='html'>&lt;div class="post" id="post-45"&gt;     Cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang&lt;br /&gt;&lt;div class="postentry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt; tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.&lt;br /&gt;Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang&lt;br /&gt;menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka&lt;br /&gt;lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan&lt;br /&gt;sulit untuk dipotong dengan kapak. &lt;span id="more-45"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah yang mereka lalukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya&lt;br /&gt;adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat&lt;br /&gt;hingga ke atas pohon itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada&lt;br /&gt;di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.&lt;br /&gt;Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh&lt;br /&gt;hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu&lt;br /&gt;perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya&lt;br /&gt;juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan&lt;br /&gt;demikian, mudahlah ditumbangkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini&lt;br /&gt;sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka&lt;br /&gt;telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap&lt;br /&gt;mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut&lt;br /&gt;kehilangan rohnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah,&lt;br /&gt;sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif&lt;br /&gt;di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali! Yang jelas,&lt;br /&gt;ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup&lt;br /&gt;tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernahkah kita berteriak pada anak kita? Ayo cepat! Dasar leletan! Bego&lt;br /&gt;banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan.. . Ayo,&lt;br /&gt;jangan main-main disini. Berisik! Bising!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa&lt;br /&gt;mereka membuat kita jengkel? Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih&lt;br /&gt;sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta&lt;br /&gt;diantar?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin kitapun&lt;br /&gt;berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit&lt;br /&gt;hati? Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?!&lt;br /&gt;Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh.. Perempuan kampungan&lt;br /&gt;banget sih?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya. Eh tolol, soal&lt;br /&gt;mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa&lt;br /&gt;jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh&lt;br /&gt;penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali&lt;br /&gt;kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita&lt;br /&gt;cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.&lt;br /&gt;Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita&lt;br /&gt;perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan&lt;br /&gt;hubungan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah&lt;br /&gt;untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita&lt;br /&gt;perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita&lt;br /&gt;berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?!&lt;br /&gt;Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan&lt;br /&gt;teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.&lt;br /&gt;Mudah menjelaskannya. Pada realitanya,&lt;br /&gt;meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu&lt;br /&gt;jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha&lt;br /&gt;melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena&lt;br /&gt;perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita&lt;br /&gt;berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada&lt;br /&gt;orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati,&lt;br /&gt;janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda&lt;br /&gt;ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan&lt;br /&gt;Anda, selalulah berteriak.&lt;br /&gt;Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin&lt;br /&gt;dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai&lt;br /&gt;balasannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus&lt;br /&gt;berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber : Anonymous&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-8179702354335213343?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/8179702354335213343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=8179702354335213343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/8179702354335213343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/8179702354335213343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/07/pohon-yang-kehilangan-rohnya.html' title='Pohon yang Kehilangan Rohnya'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-619862248865840460</id><published>2008-07-27T10:58:00.004+07:00</published><updated>2008-07-27T13:45:14.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pejuang Alam Erin Brockovich Dari Buyat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dialah Ensiklopedi hidup soal pencemaran Teluk Buyat.Di balik Pencemaran ini banyak nestapa-nestapa yang menggegerkan terutama pada tahun 2004,yang di mana alam yang seharusnya terus di jaga dan di rawat,melainkan justru bagi kepentingan kemanusiaan.Buakan semata demi alam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Surtini &lt;/span&gt;Paputungan,satu dari trio motor penggerak perlawanan warga Buyat terhadap PT&gt;Newmont Minahasa Raya.&lt;br /&gt;Di media massa,namanya nyaris tak terdengar dan di kenal.Namun,kisah kegigihannya selama 8 tahun membuat orang teringat akan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Erin Brockovich&lt;/span&gt;,janda pengangguran yang dapat memaksa Pasific Gas dan Electric membayar ganti rugi US$ 333 juta bagi warga Hinkley,California,karena mencemari air sumur logam berat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Surtini&lt;/span&gt; memang tak sepandai Erin- yang kisah hidupnya di filmkan menjadi &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Erin Brockovich&lt;/span&gt; itu.Erin pertnah kuliah,sementara &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Surtini &lt;/span&gt;hanya lulusan SMP yang menggantungkan hidup dengan mencari nener bandeng dan menjual ikan.Kendati begitu,&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Surtini&lt;/span&gt; adlah sumber inspirasi warga Buyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu empat anak ini ikut berdemo pada 1996 ketika banyak ikan mati di Buyat dan nener menghilang.Berkat kegigihan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Surtini&lt;/span&gt;, banyak warga berani bersaksi.  Dia juga  membantu  pembikinan film  soal Buyat untuk di tayangkan di forum Bank Dunia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Surtini &lt;/span&gt; adalah sebuah tamsil yang dapat kita ke depankan setiap kali kita hendak berbicara tentang bagaimana perempuan memandang,memahami dan memperlakukan alam semesta.&lt;br /&gt;Di tengah perjuangan,hidupnya makin susah.tak ada ikan yang bisa di tangkap,tak ada pekerjaan.Apalagi,saat ia berdemo ke jakarta,suaminya yang menjadi kuli bangunan di keluarkan dari proyek karang buatan milik Newmont.hidup&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt; surtini&lt;/span&gt; kerap bergantung pada utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,seperti &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Erin Brockovich&lt;/span&gt;,&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Surtini &lt;/span&gt;tetap gigih dan tak pernah menyerah demi memperjuangkan keseimbangan alam semesta yang terancam goncang.Terutama bagi warga buyat yang kini mulai tak jelas penghidupannya.&lt;br /&gt;                                                       (sumber:Tempo,Januari 2005)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-619862248865840460?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/619862248865840460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=619862248865840460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/619862248865840460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/619862248865840460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/07/pejuang-alam-erin-brockovich-dari-buyat.html' title='Pejuang Alam Erin Brockovich Dari Buyat'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-5721975982529953268</id><published>2008-05-29T15:32:00.000+07:00</published><updated>2008-05-29T15:33:32.509+07:00</updated><title type='text'>Tips Cara Cepat Mendapatkan Uang Halal Di Dunia Nyata Saat Kepepet/Terdesak/Terpaks</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kehidupan manusia tidak selamanya terus-menerus pada kondisi yang sama. Suatu waktu bisa saja seseorang yang tadinya memiliki banyak uang dengan mudah, tiba-tiba harus menerima cobaan menjadi orang yang tidak beruang / berduit, namun tetap memerlukan uang untuk dapat bertahan hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berikut ini adalah beberapa cara halal untuk dapat duit / uang halal yang kesemuanya memerlukan tekad, semangat, kerja keras dan kemauan yang kuat agar dapat berhasil. Cara-cara tersebut bersifat anjuran sementara daripada harus melakukan tindak kriminal dalam menghasilkan uang. Setelah memiliki merasa cukup mapan melangkah ke kehidupan yang lebih baik maka cara-cara ini sebaiknya anda tinggalkan. Di sini JUJUR dan KREATIF adalah kata kuncinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Menjadi Pengamen Profesional&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengamen adalah menghibur orang lain dengan musik yang kita alunkan dengan harapan orang lain memberi imbalan dalam bentuk uang atau lainnya. Menghibur adalah kata kuncinya. Jangan anda mengamen dengan suara yang sumbang dan tidak bisa memainkan alat musik yang baik dan benar. Jika anda mengamen tapi tidak dapat menghibur orang lain maka anda dapat dimasukkan dalam kategori pengemis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Trik untuk mendapatkan uang banyak dari mengamen :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. Membuat formasi terbaik dengan personil ahli dalam memainkan musik. bisa anda sendiri ataupun membuat grup band ngamen. Pastikan musik yang dihasilkan berkualitas baik. Pastikan anda sopan dan berpenampilan rapi dalam mengamen, jangan memalak orang lain jika tidak diberi uang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. Membuat ciri khas tersendiri yang membedakan dengan pengamen lain agar orang lain memperhatikan ngamenan anda. Contohnya seperti melawak di awal ngamen, membuat lagu plesetan/parodi, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c. Mengamen di bis kota yang besar akan menghasilkan uang lebih daripada mengamen di bis sedang. Mengamen di bis besar ber-ac akan lebih menghasilkan dibandingkan dengan mengamen di bis biasa. Amati situasi dan kondisi serta toleransi sekitar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;d. Bawakan lagu yang disukai oleh banyak orang. Selain itu jangan terlalu tergesa-gesa dalam membawakan lagu. Nyanyikan beberapa buah lagu terbaik sekali ngamen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;e. Mengamen di tempat-tempat orang makan di pinggir jalan juga dapat menghasilkan banyak uang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Menjadi Pekerja Serabutan / Srabutan Profesional&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda bisa menjadi orang yang bisa dibayar untuk melakukan berbagai pekerjaan yang anda bisa dan kuasai. Tawarkan tenaga anda kepada orang lain yang kenal baik dengan anda terlebih dahulu. Jangan pernah merasa malu dan terhina jika anda sedang terdesak butuh uang untuk hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bicaralah dengan baik pada orang lain yang potensial untuk dibantu. Musalnya anda menawarkan tenaga untuk mencuci motor, nyuci mobil, memotong rumput, mengecat, membuang sampah, mencuci pakaian, menjemput orang, memasak, membersihkan rumah, menjaga anak kecil, dan lain sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jujurlah pada orang lain bahwa anda sedang butuh uang untuk hidup dan mau melakukan pekerjaan yang anda mampu dengan sebaik mungkin. Jika mereka orang baik atau kenal baik dengan anda pasti mereka akan meminta bantuan anda jika butuh atau memberitahukan kepada kenalannya agar mau turut membantu anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Menjual Voucher / Pulsa Elektrik Ponsel / HP / Telepon Selular&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika anda punya teman yang punya akses penjualan pulsa telepon anda bisa menawarkan bantuan anda untuk menjual pulsa elektrik. Jika tidak ada maka anda bisa cari sendiri bagaimana untuk menjadi penjual elektrik. Modal yang diperlukan tidak begitu besar untuk membuka account agen pulsa elektrik. Cara lainnya anda bisa bekerjasama dengan toko pulsa dengan sistem bagi hasil dengan menjual pulsa fisik, elektrik, aksesoris handphone, kartu perdana seluler dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika sudah siap maka selanjutnya anda menjual pulsa-pulsa elektronik tersebut pada target pasar anda. Yang mudah adalah menawarkan kepada orang yang anda kenal baik, saudara, tetangga, teman kantor, teman sekolah, teman kuliah, teman sepermainan, pacar, dan sebagainya. Jangan ambil untung terlalu banyak. Samakan saja harga pulsa anda dengan toko terdekat, atau jika memungkinkan tetapkan harga lebih rendah Rp.500 atau Rp.1000 dengan pesaing terdekat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perluas pangsa pasar penjualan pulsa maya anda dengan kreatif dan inovatif. Anda bisa menjual pulsa fisik dan elektrik kepada orang lain di tempat yang jauh dengan tempat isi pulsa. Contihnya seperti di bis kota, tempat wisata, kantor, pasar, dan sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-5721975982529953268?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/5721975982529953268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=5721975982529953268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/5721975982529953268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/5721975982529953268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/05/tips-cara-cepat-mendapatkan-uang-halal.html' title='Tips Cara Cepat Mendapatkan Uang Halal Di Dunia Nyata Saat Kepepet/Terdesak/Terpaks'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-5147473837098124766</id><published>2008-05-29T15:29:00.000+07:00</published><updated>2008-05-29T15:31:30.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Warta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wacana'/><title type='text'>Tips Bergaul</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;TIPS BERGAUL DENGAN WARTAWAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Damanhuri Khazin Rahbini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergaul adalah sebuah keniscayaan bagi setiap manusia. Karena manusia sebagai social human membutuhkan instrument untuk melaksanakan tugasnya sebagai orang yang bersosialisasi dengan yang lain. Manusia dari keahlian dan keterampilannya, sangat beragam, oleh karena itu dalam berinteraksi dengan manusia yang lain, diperlukan cara yang beragam pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di samping itu, manusia mempunyai watak dan sifat yang variatif. Seseorang itu adalah manusia. Seseorang yang tinggal di lingkungan yang mengenal dan mempraktekkan agama dengan baik sangat berbeda dengan seseorang yang tinggal bersama dengan gerombolan penjahat dan bajingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini yang ada hanya dua, itupun ada, berpasangan dengan lainnya. Dari sikap misalnya, ada baik buruk, dari bentuk, ada gemuk kurus, tinggi pendek, dari usia, tua muda. Dalam hal ini yang menjadi kajian adalah bagaimana cara kita bergaul dengan wartawan. Wartawan adalah seseorang yang berprofesi untuk mencari warta, berita, informasi, kabar dan yang semakna dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara tips yang akan penulis paparkan, ketika anda berjumpa, atau dijumpai, atau dikunjungi, dan anda dijadikan obyek oleh si wartawan untuk digali informasinya, antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSIKAPLAH SOPAN DAN APA ADANYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak sedang berbicara dengan binatang. Tapi anda masih berbicara dengan manusia juga. Maka hargailah dia sebagai seorang manusia yang sama dengan anda. Bersikap ramah merupakan kunci pergaulan anda dengan sesama, balaslah pertanyaannya dengan pertanyaan, jika itu dibutuhkan. Tampakkkan bahwa anda adalah orang yang menyenangkan bagi semua orang. Lebih banyak mendengar lebih efektif dari pada benyak cakap, sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANYAKAN KEPADANYA APA TUJUAN DARI PEMBICARAAN ITU, DIGUNAKAN UNTUK APA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun anda sedang berbicara dengan manusia juga. Tapi dia adalah seorang wartawan. Tanyakan dari media apa dia ditugaskan, karena hal ini akan memberikan gambaran kepada anda untuk sikap selanjutnya. Apa agamanya, dan apa hubungannya dengan anda, berhati-hati itu lebih baik ketika anda berbincang dengan seorang wartawan. Jika dia wartawan muslim, mungkin masih memungkinkan untuk anda layani keperluannya, walaupun wartawan muslim bukan jaminan keselamatan anda. Sadarilah bahwa anda sedang berbicara dengan orang yang akan memuat dan memberitakan anda ke publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGANLAH TERLALU MERENDAH DAN JANGAN JUGA TERLALU MENINGGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda, apapun profesinya tetaplah berada dalam kodrat kemanusian. Jangan terlalu menunduk, sehingga anda berat untuk mendongakkan kepala dan jangan juga mendongak ke langit, sehingga anda malu untuk menunduk ketika anda sudah tidak pantas untuk mendongakkan kepala. Karena manusia itu, kadang salah dan kadang benar, karena iman itu kadang naik dan kadang turun. Anda harus memaksa iman anda stagnan dalam ketinggian yang tanpa puncak, tapi jangan memaksa kondisi stagnan, karena kita pasti mengalami perubahan. Pahami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERBICARALAH SEPERLUNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara seperlunya, itu cara yang baik untuk berinteraksi dengannya. Jawablah pertanyaannya seperlunya, tanpa mengurangi hormat anda padanya. Karena dengan begitu anda tidak memancing dia untuk menanyai lebih dalam tentang sesuatu yang unik dari anda. Hal ini, juga meminimalisir pancingannya berhasil bagi anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-5147473837098124766?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/5147473837098124766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=5147473837098124766' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/5147473837098124766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/5147473837098124766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/05/tips-bergaul.html' title='Tips Bergaul'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-2343898917177289478</id><published>2008-05-29T15:23:00.000+07:00</published><updated>2008-05-29T15:27:35.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Curhat'/><title type='text'>Bingkisan Puisi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bayang wajah kekasih &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;Kala malam tiba&lt;br /&gt;seiring mentari undur diri&lt;br /&gt;hati ini pun terasa sepi&lt;br /&gt;saat kekasih berlalu pergi&lt;br /&gt;    Ku menatap cakrawala malam&lt;br /&gt;    kerlipan cahaya bintang pun bertaburan&lt;br /&gt;    sekilas bayang wajah kekasih mengaburkan angan&lt;br /&gt;Senyumannya yang manis&lt;br /&gt;mengalahkan manisnya madu&lt;br /&gt;tatapannya yang tajam mengalah kan tajamnya pedang&lt;br /&gt;   Bayang wajah kekasih&lt;br /&gt;   selalu terukir di kalbu&lt;br /&gt;   yang sanggup menggetarkan&lt;br /&gt;   jiwa yang terkulai&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: trebuchet ms;"&gt;Meski kau telah pergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Seribu kesal yang ku alami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;sejuta kesedihan yang menyelimuti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;semua kisah yang terjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;kini hilang.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bagaikan debu yang di terpa angin kencang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;semuanya telah pergi tanpa arti &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;tinggalkan kenangan indah hidup ini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dan kini............&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tak ada lagi yang menemani &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;kesendirian dan kesunyian yang sepi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Itulah yang ku cari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;meski kau telah pergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Do'aku kan slalu mengiringi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-2343898917177289478?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/2343898917177289478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=2343898917177289478' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/2343898917177289478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/2343898917177289478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/05/bingkisan-puisi.html' title='Bingkisan Puisi'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-4903365293595323393</id><published>2008-05-15T15:55:00.000+07:00</published><updated>2008-05-15T15:57:33.244+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar cianjur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Apa Itu Thalassaemia ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_2-JTTVJbPk4/SCqoi6sK7FI/AAAAAAAAAJw/W5dF24E7KTI/s1600-h/Logo+POPTI.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 183px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_2-JTTVJbPk4/SCqoi6sK7FI/AAAAAAAAAJw/W5dF24E7KTI/s320/Logo+POPTI.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200154037576199250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia Kabupaten Cianjur (POPTI Kab.Cianjur) meupakan wadah persatuan dari para orang tua yang putra/putrinya menderita Thalassaemia, diwilayah Kabupaten Cianjur. Kabupaten Cianjur merupakan suatu daerah di Jawa Barat yang penduduknya cukup banyak mendeita penyakit Thalassamia. Tercatat yang menjadi anggota POPTI kab.Cianjur sebanyak 75 orang yang aktif melakukan transfusi darah secara berkesinambungan sebulan sekali bahkan dua minggu sekali. Bahkan yang mengunjungi tempat kami yakni POPTI Cianjur sebulannya tercatat sampai 78 pasien/pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud didirikan POPTI ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi diantara sesama keluarga penderita Thalassaemia. Adapun tujuan dari POPTI ini adalah membantu meringankan beban para penderita dan mencegah semakin meningkatnya penderita Thalassaemia diwilayah Kab. Cianjur dan turut serta menyelamatkan generasi penerus bangsa yang bebas dari penyakit Thalassaemia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan tersebut diatas, dengan segala keterbatasan POPTI telah melakukan upaya-upaya terpadu antara lain dengan mengupayakan peralatan dan obat-obatan yang dipelukan seta pengadaaan Darah secara tepat waktu dan berkeinambungan dalam rangka meringankan beban dari para orang tua penderita. Khususnya bagi mereka yang tergolong keluarga yang tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya untuk memberikan penerangan tentang penyakit Thalassaemia kepada masyarkat luas dilakukan melalui media massa serta lembaga/organisasi kemasyarakatan dengan memberikan penerangan maupun penyuluhan mengenai penyakit Thalassaemia dan upaya-upaya penanggulangannya. Selain itu mengintensifkan konsultasi dan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait agar dapat memberikan, kemudahan dalam menunjang kegiatan organisasi dan kepentingan pelaksanaan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Thlassaemia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Thalassaemia adalah suatu penyakit kelainan darah yang terdapat di banyak negara didunia dan salah satunya terdapat di Indonesia, kelainan darah tersebut diturunkan dari kedua orang tua kepada anaknya sehinnga Thalassaemia digolongkan penyakit genetik utama. Thalassaemia terbagi menjadi dua bagian yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Thalassemia Trait/Bawaan/Minor&lt;/b&gt; adalah orang yang sehat, akan tetapi dapat menurunkan thalassaemia mayor kepada anak-anaknya mereka, meurut penelitian pada tahun 1970 ditemukan tidak kurang dari 200.000 orang di Indonesia yang dinyatakan sebagai penderita Thalassaemia minor sehinga diperkirakan setiap tahun akan lahir  1.000 anak yang menderita Thalassaemia mayor.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Thalassaemia Mayor&lt;/b&gt; adalah suatu penyakit darah yang serius dimana sel darah merah amat pendek bila dibandingkan dengan sel darah merah yang normal (100-120 hari) pada Thalassaemia terjadi penghancuran sel darah merah dalam pembuluh darah, sehingg keadaan ini menyebabkan menurunnya kadar haemoglobin jauh dibawah normal, sedangkan pembentukan kembali haemoglobin tidak dapat dilakukan sehingga mereka memerlukan transfusi darah merah secara berkesinambungan dengan segala resiko (efek samping) yang diakibatkan dari transfusi darah secara terus menerus.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-4903365293595323393?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/4903365293595323393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=4903365293595323393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/4903365293595323393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/4903365293595323393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/05/apa-itu-thalassaemia.html' title='Apa Itu Thalassaemia ?'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_2-JTTVJbPk4/SCqoi6sK7FI/AAAAAAAAAJw/W5dF24E7KTI/s72-c/Logo+POPTI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-5791888920108870939</id><published>2008-04-20T16:21:00.001+07:00</published><updated>2008-04-20T16:25:05.837+07:00</updated><title type='text'>CBC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SAsLr2NwQMI/AAAAAAAAABk/yatf1YympKU/s1600-h/cbc_logo1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SAsLr2NwQMI/AAAAAAAAABk/yatf1YympKU/s320/cbc_logo1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191255843390111938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cianjur Blogger Community Momentum Kebangkitan Cianjur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi kekuatan partisipasi publik di Cianjur akan membawa dampak yang luar biasa positif terhadap perkembangan pembangunan di kabupaten Cianjur baik di bidang Pendidikan, Kesehatan, Politik,Keamanan, Sosial, dan Budaya. Untuk melakukan hal ini sangatlah jelas bukan pekerjaan yang mudah seperti membalikan tangan kita, perlu kerja keras dan kerja cerdas untuk memulai, menjalankan dan mempertahankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Cianjur Blogger Community (CBC) sebuah Komunitas Blogger Cianjur yang akan memprakarsai penguatan partisipasi publik di cianjur, melalui sentuhan Teknologi informasi CBC akan membawa masyarakat cianjur menjadi masyarakat yang peduli dan bangga terhadap tempat lahirnya. Maka disanalah akan tercipta Partisipasi Publik yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini upaya merajut hubungan "Konstituensi" Pemerintah dan Rakyat merupakan sesuatu yang sangat sulit dilakukan, mengingat sebagian besar masyarakat/rakyat kita belum menggunakan haknya sebagai masyarakat sipil, karena kita sebagai masyarakat memiliki hak untuk mengemukakan pendapat, memiliki hak untuk menyampaikan saran atas program -program pemerintah, memiliki hak akses untuk mendapatkan informasi, memiliki hak akses untuk mendapatkan bantuan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif seolah-olah tidak memberikan hak akses kepada masyarakat, ini disebabkan oleh adanya Ceremonialisme dan protokolerisme dan betapa kuat dan besarnya Dinding-dinding bangunan yang memisahkan antara masyarakat dan pemerintah sehingga tidak tercipta sebuah hubungan yang komunikatif, adapun pengatasnamaan masyarakat melalui LSM,Ormas, Yayasan itu patut dipertanyakan pengatasnamaannya, karena persepsi saya terhadap pemerintah hari ini, Pemerintah hanya melihat bentuk partisipasi masyarakat sekarang melalui beberapa lembaga yang merupakan representatif dari masyarakat yang belum tentu itu adalah mewakili masyarakat secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Sampai hari ini pemerintah masih miss komunikasi dengan masyarakatnya sendiri, jika kita ambil sample masyarakat dari jumlah masyarakat cianjur sekitar 2 juta orang, apakah mereka tahu program-program pemerintah, apakah mereka tahu seluruh tempat wisata cianjur, apakah mereka tahu kebijakan yang dikeluarkan Bupati, apakah mereka tahu semua Peraturan daerah, jika demikian adanya, sampai kapanpun masyarakat akan menjadi objek pembangunan, tetapi yang harus kita lakukan adalah bagaimana masyarakat menjadi subjek pembangunan baik itu pendidikan, kesehatan, politik dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau LSM,Ormas, OKP,yayasan adalah bentuk komunitas masyarakat maka sejauh mana pemerintah menilai dan mengevaluasi mereka dalam keterwakilannya sebagai sebuah komunitas masyarakat, pemerintah kini bersama-sama yang lain harus bisa berkomunikasi dengan masyarakat asli bukan hanya komunitas masyarakat yang ada di LSM,Ormas, dan lainnya kita tahu bahwa itu terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha CBC dalam niatnya menciptakan hubungan baik yang komunikatif antara masyarakat dan pemerintah melalaui sarana Internet/Blog harus didukung sepenuhnya oleh berbagai komponen masyarakat dan pemerintah, salah satu bentuk upaya dukungan pemerintah terhadap upaya merajut kembali Hubungan Kontituensi ini diantaranya adalah dibangunnya infrastruktur Teknologi Informasi dan komunikasi di Kabupaten Cianjur bersama-sama PT. Telkom dan komunitas Pendukung seperti ICT dan WSI sebagai Support System.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca dibangunnya infrastruktur TIK di Kabupaten Cianjur, maka dengan sangat cepat partisipasi masyarakat dan hubungan masyarakat dengan pemerintah akan ramai tanpa masyarakat harus menggunakan prosedur-prosedur yang telah dibakukan oleh Protokoler, tanpa masyarakat harus menunggu lama untuk ambil bagian menggunakan haknya dalam menyampaikan saran, dan masukan untuk pemerintah, disinilah hari kemerdekaan TIK di Kabupaten Cianjur akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Harus NgeBlog ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian Adi Onggoboyo dalam “Suatu Fenomena Sociocyber yang unik dan dinamis” pada bulan Oktober 2004 yang lalu mengungkapkan bahwa 95,26% dari 211 blogger Indonesia menyatakan bahwa mereka merasa mendapatkan hal-hal positip setelah menjadi blogger. Hal-hal positip tersebut diuraikan lagi oleh Adi Onggoboyo sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan Gairah Hidup 2,98%&lt;br /&gt;Lebih Disiplin 0,49%&lt;br /&gt;Semangat Prestatif 3,98%&lt;br /&gt;Menjalin dan memperbanyak relasi/ kawan/ persahabatan 48,75%&lt;br /&gt;Rajin menulis/ meningkatkan kemampuan/ produktivitas menulis 8,95%&lt;br /&gt;Lebih kreatif/ ekspresif/ inspiratif/ motivatif 4,47%&lt;br /&gt;Menambah berbagai wawasan 3,98%&lt;br /&gt;Lega bisa berbagi 2,48%&lt;br /&gt;Lain-lain 7,96%&lt;br /&gt;Gabungan beberapa poin diatas 15,92%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data tersebut, Adi Onggoboyo menyimpulkan bahwa blog dapat dijadikan sebuah alternatif bagi pengembangan diri dari berbagai sisi, tidak hanya sekedar tulis menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian diatas semakin menguatkan pandangan bahwa blog itu memiliki nilai manfaat yang cukup besar dibandingkan dengan nilai negatifnya, menurut saya aktifitas blog adalah sebuah aktivitas pencerdasan jika dilihat melalui bidang Psikologi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. NgeBlog itu Merangsang Otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas ngeBlog, mulai dari membuat desain blog sampai dengan menulis blog tiap waktu merupakan suatu proses mental otak yang melibatkan jutaan sel pada otak. Rangsangan tersebut membuat rantai-rantai neuron menjadi aktif dan dimulainya proses mielinisasi (myelin adalah sejenis protein lemak yang dikeluarkan oleh otak untuk melapisi hubungan antara dendrit ketika kita menerima suatu informasi yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peneliti otak yang bernama Dr. Marian Diamond telah menghabiskan waktu tiga puluh tahun untuk mengadakan rangkaian percobaan tentang otak. Hasilnya disimpulkan bahwa pada umur berapapun sejak lahir hingga mati, adalah mungkin untuk meningkatkan kemampuan mental otak dengan rangsangan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian prinsipnya bahwa semakin terangsang otak dengan aktivitas intelektual dan interaksi lingkungan, semakin banyak jalinan yang dibuat antara sel-sel otak. Ini dapat dibuktikan dengan membandingkan jumlah jalinan sel otak pada tikus hasil percobaan Diamond. Tikus yang otaknya terus menerus dirangsang memiliki jumlah jalinan yang lebih banyak dibandingkan tikus yang tidak diberi rangsangan pada otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. NgeBlog itu Menyehatkan Jiwa dan Raga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngeblog berkaitan erat dengan aktivitas menulis blog, penelitian yang dilakukan Adi Onggoboyo menunjukkan bahwa 27,48% dari 211 blog berisi mengenai curhat pribadi, 21,23% adalah renungan/refleksi, dan ide-ide pemikiran 14,69%. Hal ini juga dikuatkan dengan survei yang dilakukan octave.or.id yang mendapatkan 52,46% dari 122 blogger memilih menulis blognya dengan curhat/diary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ngeblog dapat dikatakan menyehatkan jiwa? Dari hasil data survei diatas dapat diasumsikan jika sebagian besar blogger telah melakukan perilaku katarsis dengan mencurahkan perasaannya melalui tulisan pada blognya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katarsis menurut Kamus Lengkap Psikologi karangan J.P. Chaplin adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pembebasan atau pelepasan ketegangan- ketegangan dan kecemasan- kecemasan dengan jalan mengalami kembali dan mencurahkan keluar kejadian-kejadian trumatis di masa lalu, yang semula dilakukan dengan jalan menekan emosinya ke dalam ketidaksadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menuliskan perasaan-perasaan yang muncul terutama hal-hal negatif akan memberikan rasa puas dan lega (Dr. Pennebaker).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis blog sebagai media katarsis lebih bermanfaat daripada melakukan aksi kekerasan. Emosi-emosi yang tersimpan dalam ketidaksadaran akan membuat seseorang semakin cemas, dan pada saatnya kecemasan tersebut akan termanifestasikan dengan perilaku agresifitas. Contohnya: Kebrutalan para polisi, Kebrutalan para pendemo, Kebrutalan seorang ayah yang tega membunuh anaknya, kebijakan pemerintah yang kurang mendukung masyarakat. Blog sebagai media katarsis akan mengarahkan blog sebagai suatu media psikoterapi alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ungkapan yang mengatakan di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat, begitu pula sebaliknya karena tubuh dan jiwa merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Pelepasan emosi melalui menulis di blog akan memberikan efek relaksasi bagi tubuh sehingga fungsi tubuh akan kembali mencapai keadaan homeostatis. Keadaan stress memicu tubuh untuk selalu dalam keadaan tegang, dan semakin lama ketegangan tersebut akan memperlemah pertahanan tubuh dan selanjutnya akan mempengaruhi fungsi organ tubuh. Dengan demikian semakin kita rajin melampiaskan emosi dalam tulisan blog kita semakin terjaga tubuh kita dari berbagai ancaman penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ngeblog itu Suatu Proses Pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas menulis blog merupakan proses belajar. Ketika kita mengungkapkan perasaan kita melalui suatu blog, kita akan belajar untuk mengenal perasan-perasaan dan emosi-emosi yang muncul dari suatu peristiwa dalam keseharian kita. Semakin sering kita menyadari hal tersebut semakin lama kita semakin mengenal diri kita sendiri sehingga pada situasi yang sama, kita akan belajar untuk mengontrol emosi tersebut. Hal ini merupakan salah satu dari dasar pemikiran Aaron Beck yang terkenal dengan terapi kognitifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas membaca blog orang lain juga merupakan proses belajar. Ketika kita membaca blog orang lain, tak jarang kita menerima informasi baru tentang berbagai hal. Secara tak langsung pengetahuan baru atau pengalaman orang lain tersebut akan mengendap dalam pikiran kita sehingga pada suatu saat dimana kita mengalami hal yang sama kita secara sengaja atau tidak, kita akan menggunakan pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah yang kita hadapi. Hal ini dapat diterangkan lebih lanjut melalui teori belajar kognitif yang dikembangkan oleh Kohler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perilaku-perilaku ketika ngeblog yang bisa dicurigai sebagai sebuah proses pembelajaran, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memberikan komentar : belajar mengungkapkan pendapat, belajar menerima pendapat orang lain, belajar menerima perbedaan, belajar untuk memahami orang lain.&lt;br /&gt;    * Memberikan sapaan dalam ShoutBox : belajar untuk memulai dan mempertahankan suatu interaksi sosial, belajar untuk memberi perhatian, belajar untuk berafiliasi satu dengan yang lain, belajar memberi apresiasi terhadap suatu blog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian ngeblog merupakan suatu proses pembelajaran dan pengembangan kepribadian bagi diri blogger itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ngeblog itu Melatih Perilaku Afiliasi dalam Interaksi Sosial Saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang hal ini, tetapi saya akan menunjukkan suatu fenomena kedekatan hubungan sosial yang tercipta antara blogger hanya karena saling membaca blog satu sama lain. Tidak jarang kita dapat melihat komentar-komentar yang mengesankan suatu hubungan keluarga dekat dalam blog seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58,29% dari 211 blogger dalam penelitian Adi Onggoboyo mengatakan komunikasi melalui blog membuat mereka merasa cepat akrab. 51,65% dari 211 blogger merasa lebih akrab berkomunikasi via blog dengan temannya yang sudah dikenalnya dalam dunia nyata. Saling berbagi cerita dan pengetahuan membuat seseorang mulai mengenal seseorang yang lainnya secara lebih mendalam. Keterbukaan dan kepercayaan akan menciptakan suatu jalinan afiliasi yang dapat pula menumbuhkan hubungan emosi blogger yang satu dengan yang lainnya meskipun tidak melakukan pertemuan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian Kesatuan Blogger yang bersatu melalaui Cianjur Blogger Community akan membangkitkan dan menukil kualitas kemanusiaan seseorang, dan ini adalah Momentum Kebangkitan Cianjur di Bidang TIK untuk meningkatkan Partisipasi Publik melalui tulisan-tulisan ilmiah, komentar , saran terbuka, sehingga tercipta sebuah wilayah perang pemikiran yang positif dalam kerangka Civil Society.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-5791888920108870939?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/5791888920108870939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=5791888920108870939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/5791888920108870939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/5791888920108870939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/04/cbc.html' title='CBC'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SAsLr2NwQMI/AAAAAAAAABk/yatf1YympKU/s72-c/cbc_logo1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-6568227343026397441</id><published>2008-03-23T12:39:00.000+07:00</published><updated>2008-04-16T10:50:43.494+07:00</updated><title type='text'>Trik-trik Menenangkan Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini adalah tehnik sederhana yang dapat anda latih untuk membantu agar anda dapat mulai bisa lebih memakai hati &amp;amp; perasaan dengan lebih baik lagi di saat kita berdoa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Cobalah anda duduk dengan lebih santai, tulang punggung cukup lurus tanpa memaksakan diri, sambil menyentuh permukaan dada anda yang berada di bagian atas (kira-kira setinggi ketiak) dengan 1 atau beberapa jari tangan untuk mempermudah menstimulasi ketenangan di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Jika anda cukup santai &amp;amp; bisa tersenyum dengan manis &amp;amp; lepas dalam keadaan seperti ini, maka anda secara alamiah akan mulai bisa merasakan getaran ketenangan yang perlahan-lahan muncul dari sekitar titik yang anda sentuh tersebut&lt;br /&gt; * Ketenangan tersebut akan otomatis menjadi semakin kuat jika anda dapat menjadi semakin santai &amp;amp; anda membiarkan perasaan hati anda untuk semakin menikmati ketenangan tersebut, tidak dengan cara memaksakan diri untuk berkonsentrasi, melainkan hanya untuk menjadi semakin santai &amp;amp; memakai perasaan saja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   * Dengan niat saja, sekarang tersenyumlah dengan lebih manis lagi untuk hati anda, untuk ketenangan yang anda rasakan di hati anda, agar anda dapat semakin menikmati perasaan tenang &amp;amp; damai di hati anda dengan lebih dalam lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   * Dari hati anda yang sudah mulai tenang, pasrahkan semua beban, pikiran, hambatan, batasan, jiwa, hati &amp;amp; seluruh diri anda seutuh-utuhnya kepada Dia Yang Maha Pengasih &amp;amp; sadarilah bahwa anda sedang dikasihi olehNYA dengan seutuh-utuhnya. Sambil menyadari hal tersebut di atas, biarkan hati anda dapat menjadi semakin kuat lagi untuk terhubung &amp;amp; mengarah kepadaNYA dengan lebih baik lagi (sebelum melangkah ke tahap berikutnya, silahkan anda ulang-ulang terlebih dahulu langkah awal sampai dengan point ini agar anda dapat benar-benar bisa mulai merasakan ketenangan di hati anda)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   * Dalam keadaan hati yang sudah semakin tenang ini, silahkan anda mulai berdoa untuk memohon agar emosi-emosi negatif di hati anda beserta semua sampah-sampahnya supaya dibersihkan &amp;amp; dikeluarkan dari hati anda untuk digantikan dengan cahaya &amp;amp; kasih sayangNYA seutuh-utuhnya. (Contoh kalimat doa yang bisa anda pakai untuk latihan ini dapat anda lihat di halaman Doa Buka Hati )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   * Apapun reaksi pembersihan yang terjadi saat anda berdoa seperti ini, pasrahkan saja semuanya kepada TUHAN &amp;amp; yakinlah bahwa DIA pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk anda, karena hanya DIA-lah Yang Maha Pengasih &amp;amp; Maha Bijaksana di atas segala-galanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-6568227343026397441?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/6568227343026397441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=6568227343026397441' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/6568227343026397441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/6568227343026397441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/trik-trik-menenagkan-hati.html' title='Trik-trik Menenangkan Hati'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-5857629819165640755</id><published>2008-03-23T12:31:00.000+07:00</published><updated>2008-03-23T12:32:19.991+07:00</updated><title type='text'>Tip-tips</title><content type='html'>Menikmati Kebahagiaan Sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah merupakan suatu kebahagiaan yang tak terkira bagi kita jika kita dapat selalu menikmati saat-saat indah dalam setiap doa yang kita panjatkan atau dalam setiap ibadah sehari-hari yang kita persembahkan kepada Tuhan. Bukankah memang seharusnya demikian? Walaupun pada kenyataannya masih banyak di antara kita yang ternyata malah masih merasakan kehampaan saat berdoa ataupun dalam melaksanakan ibadah sehari-hari .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita melihat ke dalam, merenungkan kembali apa yang sedang kita lakukan saat berdoa atau beribadah kepadaNYA. Di saat kita berdoa, sebenarnya hati kita sedang mengadakan komunikasi langsung kepada Sang Pencipta Yang Maha Pengasih. Bukankah seharusnya kesempatan ini pasti akan memberikan kebahagiaan &amp; keindahan ke dalam hati kita? Bahkan harusnya pasti bisa melebihi kebahagian &amp; keindahan yang pernah kita rasakan saat berkomunikasi dengan kekasih duniawi yang paling kita cintai sekalipun. Bukankah tak akan pernah ada satu pun yang bisa mengasihi kita seutuh-utuhnya, setulus-tulusnya, selalu berkelimpahan tiada batas setiap saat, untuk sekarang &amp; selama-lamanya kecuali Dia Yang Maha Pengasih? Lalu mengapa pula hati kita masih belum bisa menikmati kebahagiaan &amp; keindahan di saat Tuhan sedang melimpahkan kasih-sayangNYA kepada kita secara tidak terbatas &amp; setiap saat, tanpa pernah berhenti sedetik pun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita merenung sejenak untuk mengambil hikmah dari analogi sederhana berikut ini: Seenak apapun makanan yang masuk ke dalam mulut kita, tidak akan pernah kita rasakan sebagai suatu kenikmatan yang sebagaimana seharusnya jika lidah kita sedang sakit sariawan berat, bahkan bisa jadi kita akan mengerang kesakitan atau bahkan kehilangan nafsu makan karenanya. Begitulah sebenarnya keadaan hati kita selama ini yang masih kurang bisa menyadari &amp; menikmati saat-saat indah dalam berdoa, semua ini disebabkan karena hati kita masih mengalami sakit ”sariawan berat” sehingga seberapa pun kebahagiaan &amp; keindahan yang sudah dilimpahkan oleh Tuhan ke dalam hati kita di saat hati sedang terhubung kepadaNya, maka akan masih belum bisa kita rasakan sebagai suatu keindahan ataupun kebahagiaan yang seperti sebagaimana seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita teliti kembali hidup kita, dalam seminggu terakhir ini saja sudah berapa kalikah kita terlibat dalam emosi-emosi negatif seperti : kemarahan, iri, dengki, dendam, sakit hati, ketidakpuasan, kesombongan, keangkuhan dan lain sebagainya? Inilah “sariawan berat” bagi hati kita yang selama ini mengahalangi kita untuk dapat menikmati kebahagiaan &amp; keindahan di saat hati kita sedang berhubungan kepadanya.&lt;br /&gt;Memang kita sebagai manusia tidak akan pernah sempurna &amp; masih wajar jika bisa berbuat salah dalam hidup sehari-hari, tapi kita juga tidak boleh menggunakan alasan ini untuk menjalani hidup ini dengan seenaknya saja &amp; tidak ada usaha sama sekali untuk memperbaiki hati &amp; diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa Dia Yang Maha Pengasih &amp; Maha Bijaksana sebenarnya selalu membantu kita untuk bisa keluar dari semua penyakit-penyakit tersebut jika kita memang sungguh-sungguh mau berusaha &amp; berdoa kepadaNYA. Dia Yang Maha Pengasih &amp; Penyayang sebenarnya selalu menginginkan kita untuk lebih dekat kepadaNYA jauh lebih kuat sekali dibandingkan dengan keinginan kita sendiri untuk dapat menjadi semakin dekat kepadaNYA, jadi kita mau tunggu apalagi? Sepanjang di hati kita ada kesungguhan untuk berusaha &amp; berdoa, pasti Tuhan akan menyediakan jalan terindah bagi kita untuk dapat semakin dekat kepadaNYA, untuk selalu menikmati kebahagiaan &amp; keindahan di setiap saat hati kita terhubung kepadaNYA untuk sekarang &amp; selama-lamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-5857629819165640755?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/5857629819165640755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=5857629819165640755' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/5857629819165640755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/5857629819165640755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/tip-tips.html' title='Tip-tips'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-8594476518200256663</id><published>2008-03-23T12:27:00.000+07:00</published><updated>2008-03-23T12:28:19.023+07:00</updated><title type='text'>Cara-cara mengatasi Jerawat</title><content type='html'>Jerawat, Cara Mengatasi Dan Menyembuhkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To the poin saja ya, karena sudah banyak artikel yang menjelaskan asal-usul atau penyebab jerawat dari berbagai macam ragam jenis jerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun lamanya saya harus berkelut dengan jerawat sampai hampir putus asa untuk mengobatinya lagi karena sudah mencoba berbagai macam cara &amp; aneka produk perawatan wajah ataupun obat baik medis maupun jamu tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya sekarang saya bisa bebas lepas dari masalah jerawat ini dengan melakukan metode-metode berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Selalu menjaga kebersihan wajah, dengan rajin membasuh muka dengan sabun yang cocok dengan PH kulit anda. Berwudhu pun juga termasuk terapi ampuh untuk mengurangi jerawat.&lt;br /&gt;    * Rajin berolahraga atau melakukan akitivitas fisik yang lumayan banyak menghasilkan keringat, hal ini terbukti sekali saat saya bekerja sebagai seorang pelaksana di sebuah perusahaan perkapalan dimana aktivitas kerja saya sangat banyak menghasilkan keringat yang ternyata berakibat positif untuk menurunkan tingkat keparahan jerawat saya.&lt;br /&gt;    * Rajin minum air putih. Tampaknya memang sederhana, tapi terapi ini benar benar manjur tidak hanya untuk masalah jerawat saja bahkan untuk penyakit penyakit berat lain sekalipun. Dengan bagusnya sistem "pengairan" di tubuh anda, maka darah anda ataupun organ lain tubuh anda akan bisa lebih "bersih" dan sehat sehingga akan mendukung proses penyembuhan anda dari jerawat atau penyakit lainnya.&lt;br /&gt;    * Hindari stress berlebihan karena bisa menjadi pemicu semakin banyaknya jerawat anda, saya sudah coba buktikan sendiri dengan rajin melakukan tehnik menenangkan hati yang ada di website ini, silahkan anda coba buktikan sendiri :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah agar jerawat anda tidak menjadi semakin parah, berikut ini adalah solusinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Jangan memencet jerawat anda, apalagi jika tangan anda tidak bersih karena HANYA akan semakin meperparah jerawat anda bahkan bisa menimbulkan luka lain ataupun infeksi.&lt;br /&gt;    * Jika timbul luka, anda dapat mengoleskan Betadine untuk mencegah infeksi yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;    * Cobalah menggunakan ramuan belimbing wuluh yang di tumbuk sampai halus seperti bubur lalu dicampur air garam secukupnya, Lulur ini juga berfungsi sebagai astringen yang akan membantu memperkecil pori-pori yang terbuka terlalu lebar.&lt;br /&gt;    * Hindari makanan berlemak dan perbanyaklah konsumsi vitamin C dan makanan yang mengandung zinc.&lt;br /&gt;    * Anda juga bisa melakukan penyembuhan alami untuk diri sendiri dengan terapi Reiki yang juga bermanfaat untuk membantu lebih awet muda dan memperhalus kulit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-8594476518200256663?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/8594476518200256663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=8594476518200256663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/8594476518200256663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/8594476518200256663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/cara-cara-mengatasi-jerawat.html' title='Cara-cara mengatasi Jerawat'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-8878068717722219742</id><published>2008-03-21T11:45:00.000+07:00</published><updated>2008-03-21T12:42:56.405+07:00</updated><title type='text'>Dunia Remaja</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sisi lain Dunia Remaja.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( Sumber:Senandung Cinta , Jefri Albukhori )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja adalah masa transisi dan usia kanak-kanak menjadi usia dewasa . Karena itu , para remaja cenderung ingin di perhatikan dan di akui eksitensinya . Dalam masa remaja , kita juga ingin mencoba sesuatu yang baru dan berusaha mencari jati diri kita . Kebanyakan para remaja sekarang banyak yang salah langkah dalam menjalani kehidupan mereka .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali kasus yang menimpa remaja saat ini , diantaranya tawuran , mengkonsumsi obat-obatan terlarang , free sex , dan sebagainya . Semua itu di akibatkan oleh pergaulan bebas dan kurangnya perhatian serta kasih sayang dari orang tua mereka .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah demikaian bobrokkah akhlak remaja sekarang….?????Ketika hura-hura sudah menjadi ritual mereka , ketika sex bebas sudah menjadi kebiasaan hidup mereka dan ketika narkoba sudah menjadi bagian dari hidup mereka .&lt;br /&gt;Naudzubillah himindzaliq………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian masalah yang di alami remaja sekarang , yang paling rumit dan mengandung sejuta misteri adalah masalah “CNTA”. Cinta bias mengubah nasib seseorang rela melakukan apa saja , dan cinta sejati adalah cinta kita kepada Allah SWT., karena dari Allah-lah cinta suci lahir atau tumbuh , dan akan sangat berbahaya jikalau cinta yang kita tumbuhkan terlepas dari cinta kepada Allah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah SAW&gt;telah bersabda :&lt;br /&gt;‘Barang siapa yang mencintai Allah dan membenci karena Allah , maka dia telah sempurna imannya “. Apabila kecintaan kita tidak di dasari rasa cinta kepada Allah , akan melahirkan cinta buta . Lihatlah  pelaku-pelaku cinta buta :&lt;br /&gt;1. Atas nama Cinta , seseworang rela menanggalkan keyakinan agamanya&lt;br /&gt;2. Atas nama Cinta , seorang gadis rela memberikan mahkota kewanitaannya&lt;br /&gt;3. Atas nama Cinta , dua remaja melakukan hubungan seksual di luar nikah&lt;br /&gt;4. Atas nama Cinta , seseoarng gadis rela menjadi buronan keluarganya bersama kekasihnya , dan begitu banyak lagi kasus cinta di kalangan masyarakat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari contoh di atas , kita dapat menyimpulkan bagaimana ending atau akhir dari cinta buta , tidak ada yang didapat kecual bencana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-8878068717722219742?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/8878068717722219742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=8878068717722219742' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/8878068717722219742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/8878068717722219742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/dunia-remaja.html' title='Dunia Remaja'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-8923399221437289471</id><published>2008-03-16T15:18:00.000+07:00</published><updated>2008-03-16T15:19:50.638+07:00</updated><title type='text'>Jagat Raya "Harun Yahya"</title><content type='html'>DARI TIDAK ADA MENJADI ADA: DENTUMAN BESAR (THE BIG BANG)&lt;br /&gt;(Dia) Pencipta langit dan bumi …&lt;br /&gt;(QS. Asy Syuura, 42:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa segala sesuatu yang Anda lihat di sekitar Anda, tubuh Anda sendiri, rumah yang Anda huni, kursi yang Anda duduki, ayah dan ibu Anda, pepohonan, burung-burung, tanah dan buah-buahan, singkatnya, semua makhluk hidup dan benda mati yang mampu Anda bayangkan, timbul melalui bergabungnya atom-atom yang disebabkan oleh “Dentuman Besar” atau Big Bang? Sadarkah Anda akan kenyataan bahwa, setelah ledakan ini, muncullah keteraturan yang sempurna di seluruh jagat raya? Lalu, apakah “Dentuman Besar” itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama satu abad terakhir, serangkaian percobaan, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi mutakhir, telah mengungkapkan tanpa ragu bahwa alam semesta memiliki permulaan. Para ilmuwan telah memastikan bahwa alam semesta berada dalam keadaan yang terus mengembang. Dan mereka telah menyimpulkan bahwa, karena alam semesta mengembang, jika alam ini dapat bergerak mundur dalam waktu, alam semesta ini tentulah memulai pengembangannya dari sebuah titik tunggal. Sungguh, kesimpulan yang telah dicapai ilmu pengetahuan saat ini adalah alam semesta bermula dari ledakan titik tunggal ini. Ledakan ini disebut “Dentuman Besar” atau Big Bang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penciptaan suatu keteraturan sempurna menyusul peristiwa Big Bang sama sekali bukanlah gejala yang dapat dianggap sebagai peristiwa biasa. Pikirkanlah tentang kenyataan bahwa beribu-ribu jenis ledakan sering terjadi di bumi, tetapi tak ada keteraturan yang dihasilkannya. Bahkan sebaliknya, semua itu mengarah ke akibat yang menghancurkan, merusak, dan membinasakan. Contohnya, bila bom atom atau bom hidrogen, letusan gunung berapi, ledakan gas alam, dan ledakan yang terjadi di matahari diamati, kita dapat melihat bahwa dampak yang ditimbulkannya selalu membahayakan. Akibat yang bersifat membangun keteraturan atau sesuatu yang lebih baik tidak pernah diperoleh sebagai akibat dari suatu ledakan. Akan tetapi, menurut data ilmiah yang diperoleh dengan bantuan teknologi modern, Big Bang, yang terjadi ribuan tahun lalu, menyebabkan perubahan dari tiada menjadi ada, bahkan menghadirkan keberadaan yang sangat teratur dan selaras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, mari kita pikirkan contoh berikut: Di bawah tanah, terjadi ledakan dinamit dan, setelah ledakan ini, istana paling indah yang pernah disaksikan dunia, lengkap dengan jendela, pintu, dan perabotan yang mewah dan indah, tiba-tiba muncul. Masuk akalkah untuk menyatakan bahwa, “Ini menjadi ada secara kebetulan”? Dapatkah istana itu terwujud dengan sendirinya? Tentu saja tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta yang terbentuk setelah Big Bang merupakan sistem yang demikian hebat, terencana dengan sangat cermat, dan menakjubkan sehingga ini sudah pasti tidak mungkin disejajarkan dengan istana yang ada di bumi. Dalam keadaan seperti ini, sama sekali tidak masuk akal untuk menyatakan bahwa alam semesta menjadi ada dengan sendirinya. Alam semesta tiba-tiba saja muncul menjadi ada dari ketiadaan. Hal ini menunjukkan kepada kita keberadaan Pencipta Yang menciptakan benda atau materi dari ketiadaan dan Yang menjaganya setiap saat dalam kendali-Nya. Dialah Yang Maha Bijaksana dan Mahakuasa. Sang Pencipta ini adalah Allah, Yang Mahaperkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBARAN TENTANG LUASNYA RUANG ANGKASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS. Al Furqaan, 25: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di alam semesta, tak terhitung banyaknya sistem yang bekerja. Allah menempatkan semua sistem ini dalam kendali-Nya meski di saat kita tidak menyadarinya, misalnya, saat kita sedang membaca, berjalan, atau tidur. Allah menciptakan alam semesta beserta seluk-beluknya yang rinci yang berjumlah tak terhitung agar manusia dapat memahami kekuasaan-Nya yang tak terbatas. Di dalam Al Quran, Allah berfirman kepada manusia dan menjelaskan alasan penciptaan keteraturan di alam semesta sebagai berikut, “…agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan sesunguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Ath Thalaaq, 65:12) Keteraturan ini mengandung seluk-beluk yang begitu banyak sehingga manusia takkan mungkin tahu dari mana harus mulai memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, setiap orang tahu bahwa alam semesta sangatlah luas. Akan tetapi, saat kita mulai berpikir tentang seberapa luas hal ini sebenarnya, kita akan menjumpai gambaran yang jauh berbeda dari apa yang biasanya kita pahami. Garis tengah matahari adalah 103 kali lebih besar daripada garis tengah bumi. Mari kita perjelas hal ini dengan menggunakan perbandingan. Jika kita umpamakan bumi sebagai kelereng, matahari adalah bola yang dua kali lebih besar daripada sebuah bola sepak. Hal yang menarik di sini adalah jarak di antara keduanya. Agar dapat membuat tiruan yang mencerminkan ukuran sesungguhnya, kita perlu menempatkan jarak sejauh kira-kira 280 meter (920 kaki) di antara bumi berukuran kelereng dengan matahari berukuran bola tersebut. Dan bintang-bintang yang berada di luar tata surya kita perlu ditempatkan berkilo-kilometer jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbandingan ini, Anda dapat membayangkan bahwa tata surya merupakan tempat yang sangat luas. Tetapi, saat kita membandingkannya dengan galaksi Bima Sakti, tempat tata surya kita berada, tata surya kita akan tampak sangat kecil. Karena, di dalam galaksi Bima Sakti, ada sekitar 250 miliar bintang yang mirip dengan matahari kita, dan kebanyakan jauh lebih padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari kita terletak pada salah satu lengan galaksi yang berbentuk spiral ini. Tetapi, yang menarik adalah galaksi Bima Sakti sesungguhnya adalah tempat yang sangat “kecil” pula, bila kita memperhitungkan keseluruhan luar angkasa. Sebab, ada juga galaksi-galaksi lain di ruang angkasa yang diperkirakan berjumlah keseluruhan sekitar 300 miliar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelumit contoh yang telah kami sampaikan tentang ukuran dan jarak yang sedemikian lebar antara benda-benda angkasa di jagat raya ini saja sudah cukup untuk menunjukkan kehebatan tiada tara dari kepiawaian Allah dalam penciptaan, fakta bahwa Dia tidak punya sekutu dalam mencipta, dan bahwa Dialah yang Mahakuasa. Allah menyerukan manusia agar memikirkan kenyataan-kenyataan ini sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya” (QS. An Naazi’aat, 79:27-28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATA-SURYA YANG TERATUR SEMPURNA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. Faathir, 35: 41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda pergi ke luar, sinar matahari menerpa wajah Anda tanpa mengganggu Anda, dan keadaan yang menguntungkan Anda ini disebabkan oleh adanya tatanan sempurna dalam tata surya. Matahari, yang memberikan kehangatan dan cahaya menyenangkan bagi kebaikan kita, sebenarnya hanyalah seperti sebuah lubang dalam yang terdiri atas awan gas berwarna merah. Matahari terbuat dari pusaran nyala api raksasa yang memancar sampai berjuta-juta kilometer jauhnya dari permukaan yang mendidih, serta topan raksasa yang naik ke permukaan dari dasarnya. Hal ini dapat berakibat mematikan bagi umat manusia. Tetapi, atmosfer (lapisan udara) dan medan magnet bumi menyaring semua sinar matahari yang membahayakan dan mematikan ini sebelum sempat sampai kepada kita. Keteraturan sempurna dalam tata surya inilah yang menjadikan bumi planet yang dapat dihuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita tinjau struktur tata surya, akan kita temukan keseimbangan yang sangat halus dan teliti. Yang menahan planet-planet dalam tata surya agar tidak terlepas dari tata surya dan terlempar ke dalam suhu dingin membeku di angkasa luar adalah keseimbangan antara gravitasi (gaya tarik) matahari dan gaya sentrifugal planet-planet. Matahari menarik semua planet dengan gaya tarik kuat yang ditebarkannya, sementara planet-planet secara terus-menerus mengimbangi tarikan ini dengan menggunakan gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh gerakan planet-planet tersebut pada jalur lintas atau orbitnya. Tetapi bila planet-planet ini berputar pada sumbunya (gerak rotasi) dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah, planet akan ditarik oleh matahari dengan sangat kuat sehingga jatuh ke dalam raksasa matahari dan tertelan suatu ledakan hebat. Hal yang sebaliknya juga mungkin terjadi. Jika planet-planet berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, kali ini gravitasi matahari tidak akan cukup kuat untuk menahannya dan planet-planet akan terlempar ke ruang hampa di angkasa luar. Tetapi, sebuah keseimbangan yang sangat halus cermat telah ditetapkan, dan sistem ini dapat terus berlangsung karena mempertahankan keseimbangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, juga penting untuk dicatat bahwa keseimbangan yang disebutkan di atas diciptakan secara tersendiri untuk setiap planet, karena jarak masing-masing planet dari matahari adalah berlainan. Di samping itu, massa setiap planet juga berbeda. Karena itulah, untuk setiap planet, kecepatan rotasi yang berbeda juga ditetapkan. Hal ini dimaksudkan, agar planet-planet tersebut dapat menghindari tabrakan dengan matahari maupun lontaran ke ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ini hanya merupakan sebagian kecil bukti dari keseimbangan luar biasa di dalam tata surya. Siapa pun yang memiliki akal dapat memahami bahwa keseimbangan yang menempatkan planet-planet besar dan seluruh tata surya dalam keteraturan, dan yang memelihara keteraturan ini hari demi hari dan abad demi abad, tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Tampak jelas bahwa keteraturan ini telah diperhitungkan dengan sangat cermat. Allah, yang Mahakuasa, menunjukkan kepada kita, dengan berbagai kesempurnaan rinci yang telah Dia ciptakan di alam semesta, bahwa segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya. Para ahli astronomi seperti Kepler dan Galileo, ilmuwan yang bekerja untuk menyingkapkan keseimbangan yang luar biasa pekanya dalam tata surya, beberapa kali menyatakan bahwa sistem ini mengisyaratkan perancangan yang sangat jelas dan merupakan bukti kekuasaan Allah di seantero jagat raya. Allah menciptakan dan berkuasa atas segala sesuatu dengan pengetahuan-Nya yang tak terbatas; Dialah Yang Mahaperkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLANET YANG TIADA TARANYA: BUMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkanlah sejenak tentang apa yang diperlukan manusia untuk tetap bertahan hidup. Air, matahari, oksigen, atmosfer, tumbuh-tumbuhan, dan hewan… Segala macam perincian, segala macam keadaan yang dapat atau tidak dapat Anda pikirkan pada saat itu sudah tersedia secara alami di bumi. Selain itu, bila kita mengkaji lebih jauh, kita dapat melihat bahwa semua kebutuhan pokok hidup ini memiliki jalinan seluk-beluknya yang saling terkait, dan bahwa segala hal ini terdapat dalam keadaan sepenuhnya sempurna di bumi. Segala sesuatu di bumi, makhluk hidupnya, tetumbuhannya, langit, dan lautan, semuanya telah diciptakan dengan cara yang terbaik dan lengkap sempurna agar sesuai dengan keberadaan dan kelangsungan hidup umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bumi, ada pula planet-planet lain di dalam tata-surya kita. Tetapi, di antara planet-planet ini, satu-satunya planet yang memungkinkan adanya kehidupan adalah bumi. Jarak antara bumi dengan matahari, kecepatan perputaran bumi pada sumbunya, kemiringan sumbu bumi terhadap orbitnya, struktur permukaan bumi, dan berbagai faktor lepas lainnya yang sejenis, memungkinkan planet kita menikmati kehangatan suhu yang sesuai bagi kehidupan dan dapat menyebarkan kehangatan ini di seantero bumi secara merata. Susunan lapisan udara bumi serta ukuran bumi juga tepat sesuai kebutuhan. Cahaya yang sampai kepada kita dari matahari, air yang kita minum, dan makanan yang kita nikmati semuanya sangat sesuai bagi kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, segala tinjauan terhadap planet yang kita huni akan menunjukkan kepada kita, bahwa bumi dirancang terutama untuk manusia. Agar kita dapat melihat bahwa keadaan di bumi dirancang secara khusus, kita cukup melihat kondisi di planet-planet lain secara kasar. Ambillah Mars, misalnya. Lapisan udara di Mars merupakan campuran beracun yang mengandung karbondioksida dalam kadar tinggi. Tidak ada air di permukaan planet. Kawah besar yang terjadi akibat tubrukan meteor raksasa tampak jelas dalam gambar di sebelah kanan ini. Begitu pula dengan cuaca, sering terjadi badai raksasa dan badai pasir yang berlangsung selama berbulan-bulan tanpa henti. Suhu rata-rata -53oC (-64oF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan ciri-ciri ini secara keseluruhan, Mars, yang memiliki paling banyak kesamaan dengan bumi di antara planet-planet yang berada di sekitar kita, jelas merupakan planet mati yang tidak memungkinkan adanya kehidupan. Perbandingan ini dengan gamblang menunjukkan bahwa ciri-ciri yang menjadikan bumi sebuah tempat yang dapat dihuni benar-benar merupakan nikmat yang tidak terkira. Dia Yang menciptakan seluruh jagat raya, membentuk dengan sempurna bintang-bintangnya, planet-planet, pegunungan dan lautan, adalah Allah. Sepanjang kehidupan kita, kita harus berterimakasih atas nikmat dan ciptaan-Nya, dan menjadikan-Nya sahabat dan pelindung. Allah, Pemilik segala sesuatu, adalah pemilik segala pujian. Allah menyampaikan hal ini dalam Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nahl, 16: 17-18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSUNAN LAPISAN ATMOSFER YANG BENAR-BENAR DIRANCANG DAN TERUKUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. (QS. Al Anbiyaa', 21: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda, bernafas mungkin tidak lebih daripada menghirup udara dan kemudian mengembuskannya kembali. Tetapi, agar proses ini dapat berlangsung dengan baik, telah dibangun sistem yang sempurna dalam segala segi. Kita tidak perlu melakukan usaha sedikit pun untuk bernafas. Bahkan, kebanyakan orang mungkin sama sekali tidak pernah memikirkan secara sadar proses ini. Semua orang perlu bernafas secara terus-menerus, sejak kita hadir di dunia ini sampai kita meninggal. Semua keadaan yang dibutuhkan, baik di dalam tubuh maupun di lingkungan kita, telah diciptakan oleh Allah, dan karenanya, kita dapat bernafas dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama sekali, agar manusia dapat bernafas, keseimbangan gas-gas dalam lapisan udara bumi haruslah diatur dengan tepat. Perubahan yang tipis saja di dalam keseimbangan ini dapat mengakibatkan hal yang fatal. Namun, gangguan itu tidak terjadi sama sekali, karena atmosfer bumi merupakan campuran khas yang dirancang sebagai gabungan dari berbagai keadaan yang sangat khusus, yang semuanya berpadu sehingga berfungsi secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmosfer bumi terdiri dari nitrogen (77 %), oksigen (21 %), karbondioksida (1 %), argon, dan gas-gas lainnya. Marilah kita mulai dengan yang terpenting di antara semua gas ini, yaitu oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oksigen sangat penting karena makhluk hidup membutuhkan gas ini agar dapat hidup. Untuk memperoleh oksigen, kita bernafas. Perbandingan oksigen di udara dipertahankan agar tetap berada dalam keseimbangan yang sangat halus dan cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan keseimbangan perbandingan oksigen di atmosfer diwujudkan melalui sistem “daur ulang” yang sempurna. Ummat manusia dan hewan secara berkesinambungan menggunakan oksigen, sementara itu mereka menghasilkan dan mengeluarkan gas karbondioksida, yang bagi mereka bersifat racun. Tumbuh-tumbuhan, di lain pihak, melangsungkan proses yang justru merupakan kebalikannya, dan menjaga kelangsungan hidupnya dengan cara mengubah karbondioksida menjadi oksigen. Setiap hari, bermiliar-miliar ton oksigen dilepaskan ke atmosfer oleh tumbuh-tumbuhan dengan cara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, jika manusia dan hewan melangsungkan reaksi kimia yang sama dengan tumbuh-tumbuhan, maka bumi, dalam waktu yang amat singkat, akan menjadi planet yang tak dapat dihuni makhluk hidup. Jika baik hewan maupun tumbuhan menghasilkan oksigen, atmosfer akan menjadi sangat mudah terbakar dan percikan api yang paling kecil sekali pun akan menyebabkan kebakaran yang hebat. Akhirnya, dengan skenario yang sedemikian, bumi akan tinggal jadi arang. Jika sebaliknya, baik tumbuhan maupun hewan sama-sama menghasilkan karbondioksida, akibatnya oksigen di atmosfer akan habis dengan cepat, dan dengan sendirinya, segera semua makhluk hidup akan menyongsong kematian karena tak bisa bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hal ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan atmosfer bumi khusus bagi kehidupan manusia. Jagat raya bukan tempat yang kacau-balau tanpa kendali. Ini semua sudah direncanakan dengan sangat teperinci, dan Allah, pemilik kekuatan yang abadi, menjadikan semua itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAN PEGUNUNGAN DALAM MEMPERKUAT KERAK BUMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerak bumi, permukaan yang kita gunakan sehari-hari untuk berjalan dan membangun rumah kita dengan aman, sebenarnya bergerak pada lapisan yang disebut selubung bumi, yang lebih rapat daripada kerak bumi. Jika tidak ada sistem yang menjaga agar gerakan ini terkendali, goncangan dan gempa bumi akan terjadi terus-menerus di bumi sehingga dunia ini benar-benar tidak dapat dihuni. Namun, pegunungan dan perluasannya di bawah tanah sangat mengurangi gerak bawah tanah ini, dan karena itu, juga meredam goncangan-goncangan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegunungan di bumi terbentuk akibat gerakan dan tabrakan lempeng-lempeng besar yang merupakan kerak bumi. Saat dua lempeng ini bertabrakan, ujung salah satunya biasanya meluncur masuk ke bawah ujung lempeng yang satu lagi. Lempeng yang di bagian atas terdorong ke atas sehingga membentuk pegunungan. Pada saat yang sama, lempeng yang berada di dasar terus maju di bawah tanah dengan cara yang serupa sehingga membentuk tonjolan yang dalam. Hal ini berarti pegunungan memiliki tonjolan-tonjolan ke bawah yang dalam, yang sama besarnya dengan apa yang tampak di permukaan. Dengan kata lain, pegunungan berakar dengan kokoh di lapisan bumi yang disebut selubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, pegunungan mengikat lempeng-lempeng bumi secara efektif dengan cara membentangkan diri di atas dan di bawah bidang pertemuan kedua lempeng tadi. Dengan cara ini, pegunungan menghalangi kerak bumi menggelincir di lapisan magma atau di antara lapisan-lapisannya sendiri. Singkatnya, kita dapat membandingkan pegunungan dengan paku atau pasak yang dengan kokoh menyatukan bilah-bilah kayu. Sifat pegunungan ini, dengan menetralkan ketidakstabilan kerak bumi, amat berarti dalam mencegah terjadinya guncangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegunungan yang tampak menakjubkan ini juga memiliki peran lain dalam mempertahankan beberapa keseimbangan tertentu di bumi, terutama dalam menyebarkan panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan suhu di khatulistiwa dengan suhu di kutub bumi adalah sekitar 100oC (212oF). Jika rentang suhu seperti ini terjadi di permukaan, badai dengan kecepatan membabi-buta hingga mencapai 1000 km (621 mil) per jam akan membinasakan bumi. Tetapi permukaan bumi yang tidak rata menghalangi aliran udara kencang yang dapat diakibatkan oleh perbedaan panas seperti itu. Jajaran pegunungan ini terbentang mulai dari Himalaya di Cina, berlanjut ke jajaran pegunungan Taurus di Turki bagian selatan, dan kemudian kembali ke atas menuju ke pegunungan Alpen di Eropa. Jajaran pegunungan di samudra Atlantik dan Pasifik juga sesuai dengan pola ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti semua detil-detil lainnya di bumi, apa yang terwujud di pegunungan adalah bagian dari karya seni Allah yang tak terhingga. Allah sudah menciptakan dunia tempat kita tinggal ini dengan cara yang betul-betul sempurna. Dengan melihat contoh-contoh yang menakjubkan ini, manusia harus mengakui bahwa fakta terpenting dalam kehidupannya adalah tugas untuk melayani Allah dan berusaha hanya untuk memenuhi ini semata. Karena, manusia membutuhkan nikmat-nikmat Allah yang tidak terhitung, sedangkan Allah Mahakaya dan tidak membutuhkan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEIMBANGAN SAMUDERA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan, laut, sungai, aliran air, samudera, air minum yang mengalir saat Anda membuka keran… Orang sudah begitu terbiasa dengan kehadiran air sehingga mungkin mereka tidak pernah berpikir tentang kenyataan bahwa sebagian besar permukaan bumi -sebenarnya, hampir seluruhnya- diliputi dengan air. Tetapi, hal yang luar biasa penting di sini adalah, di antara semua benda-benda angkasa yang dikenal, hanya bumi yang menyediakan air yang dapat diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air adalah syarat dasar untuk kehidupan, tetapi sama sekali tidak terdapat pada ke-63 benda angkasa lain di tata-surya kita. Walaupun demikian, empat per lima bagian permukaan bumi seluruhnya tertutup dengan air. Selain samudra yang mengandung massa air dalam jumlah besar, ada beragam sumber air lainnya yang saling berbeda dalam ukuran dan sifatnya, misalnya sungai dan danau kecil. Sebagian air ini terlalu asin untuk diminum, tetapi sebagian yang lain rasanya tawar. Ada keseimbangan air yang telah disusun dengan sempurna berdasarkan kebutuhan semua makhluk hidup di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat air, berjuta spesies makhluk dapat hadir di bumi, sehingga terpeliharalah keseimbangan yang dibutuhkan dalam kehidupan. Contohnya, awan dan hujan terjadi karena penguapan sejumlah besar massa air. Air punya kemampuan yang besar untuk menarik dan menahan panas. Karena alasan inilah, massa air yang besar dalam samudra dan laut, menjaga keseimbangan panas dunia ini. Oleh karena itu, perbedaan suhu antara siang dan malam hari di wilayah-wilayah di dekat laut sangatlah tipis. Wilayah tersebut jadi lebih cocok untuk ditinggali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan samudra, bila dilihat dari sudut pandang burung seperti tampak pada gambar bagian atas di halaman sebelah kanan ini, benar-benar bermakna penting. Karena lebih sedikit memantulkan sinar matahari daripada daratan, samudra lebih banyak menerima energi matahari, tetapi panas tersebar secara lebih berimbang pada samudra. Karena itu, samudra mendinginkan wilayah khatulistiwa dan mencegahnya agar tidak terlalu panas, dan juga menghangatkan air di wilayah kutub agar tidak benar-benar membeku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena air mempunyai sifat yang tembus pandang, lumut air dapat melakukan fotosintesis di bawah permukaan laut. Air adalah salah satu dari sedikit saja janis zat di alam yang mengembang saat membeku. Karena hal inilah laut dan samudra tidak membeku dari bawah ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sifat kimia dan fisika air, yang baru sedikit dicukilkan di sini, menunjukkan kepada kita bahwa cairan ini sudah diciptakan demikian khusus untuk kebutuhan ummat manusia. Jelas bukan kebetulan bahwa air tidak tersedia di planet selain bumi. Bumi, yang telah diciptakan khusus untuk kehidupan manusia, telah merekah dengan kehidupan melalui adanya air, yang juga telah diciptakan dengan khusus. Allah, yang telah menciptakan nikmat yang tidak terhitung banyaknya bagi hamba-hamba-Nya dan melimpahkan kepada mereka cara kehidupan yang mudah, telah menciptakan air dengan ketelitian dan cita rasa seni yang khas. Sebagaimana yang dinyatakan-Nya di dalam Al-Quran, “Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit…” (QS. An Nahl, 16: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESELARASAN ANTARA AIR DAN TUMBUH-TUMBUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tumbuh-tumbuhan, baik yang besar maupun yang kecil, dari rerumputan sampai pohon-pohon yang tinggi serta beragam jenis bunga, dapat menghantarkan air dan zat-zat makanan atau nutrisi yang mereka bawa dari tanah sampai ke batang-batang dan daun-daun yang paling jauh. Namun, proses transportasi ini tidak hanya terlaksana berkat sistem yang ada dalam tumbuh-tumbuhan saja. Agar transportasi ini berlangsung, sifat air itu sendiri juga perlu selaras dengan struktur di dalam tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat keselarasan ini dengan cara mengamati struktur umum air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak jelas bahwa air, yang sangat diperlukan bagi kelangsungan makhluk hidup di bumi, adalah zat yang telah dirancang dan diciptakan secara khusus. Salah satu ciri khas air yang terpenting adalah air memiliki “tegangan permukaan” yang besar. Tegangan permukaan terjadi jika molekul-molekul di permukaan suatu cairan saling menarik satu sama lain, sehingga menciptakan pembatas antara udara dengan cairan itu. Karena inilah, sebuah wadah air dapat menampung air yang sedikit melebihi tingginya sendiri tanpa meluap atau tumpah. Begitu pula, sebatang jarum logam dapat terapung di air tanpa tenggelam jika secara hati-hati diletakkan pada permukaannya dengan posisi horizontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegangan permukaan air melebihi cairan manapun yang lainnya, dan hal ini memiliki dampak biologis yang luas bagi bumi. Kita akan mulai dengan memeriksa dampaknya pada tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuh-tumbuhan, dengan adanya tegangan permukaan, dapat membawa air yang diperoleh di kedalaman tanah sampai beberapa meter tingginya di atas permukaan, semuanya tanpa harus memiliki sistem otot atau pompa. Dalam dunia struktur rancangan manusia, tangki tekanan udara – suatu sistem yang benar-benar rumit -diperlukan untuk membawa air ke lantai atas bangunan apartemen. Namun demikian, tumbuh-tumbuhan tidak punya sistem seperti itu. Air mencapai titik terjauh dari tumbuh-tumbuhan hanya dengan tegangan permukaan. Saluran di akar tumbuh-tumbuhan dan barik-bariknya dirancang sedemikian rupa sehingga memanfaatkan tegangan permukaan air. Semakin ke atas, saluran ini menjadi semakin sempit dan semakin sempit sehingga memungkinkan air “merambat” ke atas. Jika tegangan permukaan air tergolong rendah, seperti pada kebanyakan zat cair lainnya, tumbuh-tumbuhan darat sama sekali tidak akan bisa hidup. Hal ini akan berdampak buruk bagi semua makhluk hidup di planet. Namun demikian, karena air maupun tumbuh-tumbuhan diciptakan dengan sempurna, masalah seperti itu tidak pernah timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesesuaian antara tegangan permukaan air dan struktur tumbuh-tumbuhan yang memanfaatkan sifat air ini, menunjukkan penciptaan Allah yang sempurna. Hal ini merupakan bukti penting akan kenyataan bahwa alam dan makhluk hidup terwujud bukan secara kebetulan, tetapi melalui penciptaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RANCANGAN PADA KRISTAL SALJU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang mengamati serpihan salju dengan cermat dapat melihat bahwa serpihan salju ada dalam beragam bentuk. Diperkirakan bahwa satu meter kubik salju mengandung sekitar 350 juta kristal salju! Serpihan ini semuanya berbentuk heksagonal (segi enam) dengan struktur menyerupai kristal. Namun demikian, setiap butir kristal salju memiliki bentuk yang khas. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan terus mencari jawaban terhadap pertanyaan seperti, bagaimana bentuk-bentuk ini bisa terjadi, bagaimana masing-masing kristal bisa memiliki bentuk yang berlainan, dan apa yang menyebabkan bentuknya yang simetris. Setiap perolehan informasi tambahan sekecil apapun selalu mengungkapkan kepiawaian baru yang menakjubkan pada kristal salju. Keanekaragaman dan kesempurnaan struktur heksagonal pada kristal salju merupakan wujud keberadaan Allah sebagai sang Pencipta yang tak membutuhkan contoh (al Badi). Allah adalah Yang membuat segala yang diciptakan-Nya menjadi baik. Pembentukan kristal salju merupakan satu segi lagi dari keterampilan seni Allah yang tiada habis-habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serpihan salju yang kecil dan tipis ini tampak seperti bintang berjarum-banyak atau kepala jarum yang amat kecil. Pembentukan serpihan salju dalam gambar ini benar-benar mengagumkan. Selama bertahun-tahun, struktur serpihan salju yang teratur telah menarik perhatian orang. Sejak tahun 1945, sudah dilakukan penelitian untuk mencari faktor-faktor apa saja yang memberikan bentuk akhir terhadap kristal tersebut. Satu serpihan salju adalah gundukan kristal yang terdiri atas lebih dari 200 kristal es. Serpihan salju tersusun dari molekul air yang terbentuk dalam urutan yang sempurna. Serpihan salju, salah satu mukjizat arsitektur yang sejati dari alam, dibentuk sewaktu uap air menjadi dingin saat melewati awan. Proses ini berlangsung sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melewati awan, molekul air yang terhamburkan ke mana-mana secara tidak teratur melalui uap air, mulai kehilangan gerakan acaknya karena menurunnya suhu. Setelah beberapa waktu, molekul air, yang bergerak lebih perlahan, mulai membentuk kelompok dan kemudian menjadi padat. Namun, tidak ada sedikit pun kekacauan dalam pembentukan kelompok ini. Sebaliknya, molekul-molekul ini selalu bergabung sebagai bentuk segi enam yang berukuran sangat kecil (mikroskopis) yang tampak mirip satu sama lain. Setiap serpihan salju pada mulanya terdiri dari satu molekul air heksagonal, kemudian molekul air heksagonal yang lainnya terikat dengan serpihan pertama ini. Menurut para pakar dalam bidang ini, faktor dasar yang menentukan bentuk serpihan salju adalah bahwa molekul air segi enam ini bergabung tepat seperti mata rantai dalam untaian. Selain itu, potongan-potongan kristal tersebut, yang seharusnya tampak sama, mengambil bentuk yang sangat berlainan tergantung pada suhu dan tingkat kelembapan.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa terdapat simetri heksagonal di dalam semua serpihan salju dan mengapa masing-masing berbeda satu dengan yang lain? Mengapakah bagian tepinya bersudut bukannya lurus? Para ilmuwan masih mencoba menjawab pertanyaan ini. Namun, sejauh ini sudah jelas: Allah adalah Dia Yang tidak memiliki pendamping dalam mencipta, merupakan Pemilik kekuatan yang tak berakhir dan Sang Pencipta segala sesuatu tanpa contoh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-8923399221437289471?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/8923399221437289471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=8923399221437289471' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/8923399221437289471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/8923399221437289471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/jagat-raya-harun-yahya.html' title='Jagat Raya &quot;Harun Yahya&quot;'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-1667351008108604722</id><published>2008-03-16T15:15:00.000+07:00</published><updated>2008-03-16T15:16:23.693+07:00</updated><title type='text'>Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka</title><content type='html'>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;NOMOR 104 TAHUN 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGESAHAN ANGGARAN DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka diperlukan Anggaran Dasar yang mencerminkan aspirasi, visi, dan misi seluruh Gerakan Pramuka Indonesia, sehingga secara efektif dapat dijadikan landasan kerja Gerakan Pramuka Indonesia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. bahwa untuk mewujudkan upaya sebagaimana dimaksud pada butir a, telah dilaksanakan penyempurnaan atas Anggaran Dasar Gerakan Pramuka melalui pembahasan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 yang berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. bahwa sehubungan dengan hal-hal sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dipandang perlu mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dihasilkan dan ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan Keputusan Presiden;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat : Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan : KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Presiden ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, dinyatakan tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 18 Oktober 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEGAWATI SOEKARNOPUTRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salinan sesuai dengan aslinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKRETARIAT KABINET RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plt. Kepala Biro Peraturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perundang-undangan Bidang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejahteraan Rakyat dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparatur Negara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faried Utomo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cap Sekretariat Kabinet RI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR : 104 Tahun 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGGAL : 18 Oktober 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBUKAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil dan spiritual serta beradab merupakan adicita bangsa Indonesia yang mulai bangkit dan siaga sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Adicita itu pulalah yang merupakan dorongan para Pemuda Indonesia melakukan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Untuk lebih menggalang persatuan merebut kemerdekaan, dan dengan jiwa dan semangat Sumpah Pemuda inilah Rakyat Indonesia berjuang untuk kemerdekaan nusa dan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini merupakan karunia dan berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa gerakan kepanduan nasional yang lahir dan mengakar di bumi nusantara merupakan bagian terpadu dari gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, gerakan kepanduan nasional Indonesia mempunyai andil yang tidak ternilai dalam sejarah perjuangan kemerdekaan itu. Jiwa kesatria yang patriotik telah mengantarkan para pandu ke medan juang bahu-membahu dengan para pemuda untuk mewujudkan adicita rakyat Indonesia dalam menegakkan dan mandegani Negara Kesatuan Republik Indonesia selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kaum muda sebagai potensi bangsa dalam menjaga kelangsungan bangsa dan negara mempunyai kewajiban melanjutkan perjuangan bersama-sama orang dewasa berdasarkan kemitraan yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Gerakan Pramuka, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional, dibentuk karena dorongan kesadaran bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan asas Pancasila, Gerakan Pramuka menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui kepramukaan, dengan sasaran meningkatkan sumber daya kaum muda, mewujudkan masyarakat madani, dan melestarikan keutuhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- negara kesatuan Republik Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- ideologi Pancasila;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kehidupan rakyat yang rukun dan damai;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- lingkungan hidup di bumi nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa dalam upaya meningkatkan dan melestarikan hal-hal tersebut, Gerakan Pramuka menyelenggarakan pendidikan nonformal, melalui kepramukaan, sebagai bagian pendidikan nasional dilandasi Sistem Among dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar pertimbangan dan makna yang terkandung dalam uraian di atas, maka disusunlah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;NAMA, STATUS, TEMPAT, DAN WAKTU&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;Nama, Status, dan Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yaitu Gerakan Kepanduan Praja Muda Karana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Gerakan Pramuka berstatus badan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gerakan Pramuka didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan dan ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961, sebagai kelanjutan dan pembaruan gerakan kepanduan nasional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Hari Pramuka adalah tanggal 14 Agustus.&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASAS, TUJUAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Pramuka mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisiknya sehingga menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, emosional, dan tinggi moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) kuat dan sehat jasmaninya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasional, maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;Tugas Pokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggung jawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan nasional serta membangun dunia yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;Fungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan non formal, di luar sekolah dan di luar keluarga, dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan Motto Gerakan Pramuka yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;SIFAT, UPAYA DAN USAHA&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;Sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gerakan Pramuka adalah gerakan kepanduan nasional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial-politik, bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat dengan melaksanakan pendidikan bagi kaum muda, khususnya pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;Upaya dan Usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Segala upaya dan usaha Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui kegiatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Keagamaan, untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menurut agama masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kerukunan hidup beragama antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri, sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif, rasa tanggung jawab dan disiplin;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Membina dan melatih jasmani, panca indera, daya pikir, penelitian, kemandirian dan sikap otonom, keterampilan, dan hasta karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Upaya dan usaha untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak, mental, emosional, jasmani dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal, nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Untuk menunjang upaya dan usaha serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi, personalia, perlengkapan, dana, komunikasi, dan kerjasama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM AMONG, PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KODE KEHORMATAN, METODE KEPRAMUKAAN, MOTTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;Sistem Among&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pendidikan nasional bersendikan Sistem Among, artinya menanamkan jiwa merdeka yang mengandung sifat disiplin diri dan mandiri dalam rangka saling ketergantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Sistem Among berarti mendidik anak menjadi manusia merdeka jasmani, rohani, dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Dalam Sistem Among, pendidik dituntut bersikap dan berperilaku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ing ngarso sung tulodo ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ing madyo mangun karso;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tut wuri handayani .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan, situasi, dan kondisi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Dasar Kepramukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. peduli terhadap diri pribadinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. landasan Kode Etik Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. landasan sistem nilai Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;Metode Kepramukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. belajar sambil melakukan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. sistem berkelompok;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. kegiatan di alam terbuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. sistem tanda kecakapan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. kiasan dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;Kode Kehormatan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kode Kehormatan Pramuka merupakan Kode Etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat sehari-hari yang diterimanya dengan sukarela serta ditaati demi kehormatan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kode Kehormatan Pramuka Penegak dan Pandega terdiri atas Trisatya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Dasadarma;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kode Kehormatan Pramuka Dewasa terdiri atas Trisatya Anggota Dewasa dan Dasadarma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;Motto Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan Kode Kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Motto Gerakan Pramuka adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan.”&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;Kiasan Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar bersumber pada sejarah perjuangan dan budaya bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Anggota Gerakan Pramuka adalah warga negara Republik Indonesia yang terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Anggota biasa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Anggota muda : Siaga, Penggalang dan Penegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Anggota dewasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Anggota Dewasa Muda : Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Anggota Dewasa : Pembina Pramuka, Pembantu Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka, Pembina Profesional, Pamong Saka, Instruktur Saka, Pimpinan Saka, Andalan, Pembantu Andalan, Anggota Majelis Pembimbing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Anggota kehormatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) anggota dewasa purna bakti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) orang-orang yang bersimpati dan berjasa kepada Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Warga negara asing dapat bergabung dalam suatu gugusdepan sebagai anggota tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak dan Kewajiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Hak dan kewajiban tersebut akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenjang Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Gerakan Pramuka berjenjang sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Anggota muda dan anggota dewasa muda Gerakan Pramuka dihimpun dalam gugusdepan-gugusdepan dan anggota dewasa dihimpun di Kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Gugusdepan-gugusdepan dikoordinasikan oleh Kwartir Ranting yang meliputi suatu wilayah Kecamatan/Distrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ranting-ranting dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Cabang meliputi wilayah Kabupaten atau Kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Cabang-cabang dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Daerah meliputi wilayah Propinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Daerah-daerah dihimpun dan dikoordinasikan oleh Kwartir Nasional meliputi wilayah Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat dibentuk gugusdepan di bawah pembinaan Kwartir Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramuka Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;Kepengurusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Di tingkat Gugusdepan Gerakan Pramuka dipimpin oleh pembina gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Di tingkat Ranting Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Di tingkat Cabang Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Di tingkat Daerah Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Di tingkat Nasional Gerakan Pramuka dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Kwartir Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Pergantian Pengurus Gerakan Pramuka dilaksanakan pada waktu musyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Kepengurusan baru dalam jajaran Ranting sampai dengan Nasional terdiri dari unsur Pengurus lama dan Pengurus baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;Satuan Karya Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Satuan Karya Pramuka, disingkat Saka, adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat, dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Saka juga memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif sehingga memberi bekal bagi kehidupannya, untuk melaksanakan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Saka di tingkat Kwartir dipimpin secara kolektif oleh Pimpinan Saka. Pimpinan Saka adalah bagian integral dari Kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Kerja merupakan bagian integral dari Kwartir yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan, dan bertugas mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega.&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari Kwartir dan berfungsi sebagai wadah Pembinaan Anggota Dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang, Daerah, dan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimbingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir Nasional diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris, materiil, dan finansial oleh Majelis Pembimbing Nasional yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia dengan beranggotakan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian kepada Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kwartir Daerah diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris, materiil, dan finansial oleh Majelis Pembimbing Daerah yang diketuai oleh Gubernur beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Kwartir Cabang diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris, materiil, dan finansial oleh Majelis Pembimbing Cabang yang diketuai oleh Bupati atau Walikota dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kwartir Ranting diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris, materiil, dan finansial oleh Majelis Pembimbing Ranting yang diketuai oleh Camat/Kepala Distrik dengan beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Gugusdepan diberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris, materiil, dan finansial oleh Majelis Pembimbing Gugusdepan yang terdiri atas orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat di sekitar gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Satuan Karya Pramuka diberi bimbingan dan bantuan oleh Majelis Pembimbing yang bersifat moral, organisatoris, materiil, dan finansial oleh Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang terdiri atas tokoh pemerintahan dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;Pemeriksaan Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Badan Pemeriksa Keuangan berfungsi mengawasi dan memeriksa keuangan Kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) a. Personalia Badan Pemeriksa Keuangan berjumlah minimal 3 orang anggota Gerakan Pramuka ditambah seorang staf yang memiliki kompetensi dalam bidang keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Badan Pemeriksa Keuangan dibantu oleh Akuntan Publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Badan Pemeriksa Keuangan diatur lebih lanjut dalam Petunjuk Penyelenggaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUSYAWARAH DAN REFERENDUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Musyawarah Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka adalah forum tertinggi dalam Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Acara pokok Musyawarah Nasional adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa baktinya, termasuk pertanggungjawaban keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menetapkan Rencana Strategik 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Nasional untuk masa bakti 5 tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pimpinan Musyawarah Nasional adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Musyawarah Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Acara pokok Musyawarah Daerah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa baktinya termasuk, pertanggungjawaban keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Daerah untuk masa bakti 5 tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pimpinan Musyawarah Daerah adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Musyawarah Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Acara pokok Musyawarah Cabang adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa baktinya termasuk, pertanggungjawaban keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menetapkan Rencana Kerja 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Cabang untuk masa bakti 5 tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di antara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pimpinan Musyawarah Cabang adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Musyawarah Ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Acara pokok Musyawarah Ranting adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa baktinya termasuk, pertanggungjawaban keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menetapkan kepengurusan Kwartir Ranting untuk masa bakti 3 tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pimpinan Musyawarah Ranting adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Musyawarah Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa baktinya termasuk, pertanggungjawaban keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menetapkan Rencana Kerja 3 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menetapkan Pembina Gugusdepan untuk masa bakti 3 tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pimpinan Musyawarah Gugusdepan adalah suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referendum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi hal-hal yang luar biasa, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat menyelenggarakan suatu referendum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;PENDAPATAN DAN KEKAYAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. iuran anggota;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. bantuan majelis pembimbing;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. sumbangan masyarakat yang tidak mengikat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. sumber lain yang tidak bertentangan, baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. usaha dana, badan usaha/koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;Kekayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri dari barang bergerak dan tidak bergerak serta hak milik intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Mabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;ATRIBUT&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa.&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera Gerakan Pramuka berbentuk empat persegi panjang, berukuran tiga banding dua, warna dasar putih dengan lambang Gerakan Pramuka di tengah berwarna merah, di atas dan di bawah lambang Gerakan Pramuka terdapat garis merah sepanjang “panjang bendera” dan di sisi tiang terdapat garis merah sepanjang “lebar bendera”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji Gerakan Pramuka adalah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himne&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satya Darma Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;Pakaian Seragam dan Tanda-tanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan serta meningkatkan disiplin, anggota Gerakan Pramuka menggunakan pakaian seragam beserta tanda-tandanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini dijabarkan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;PEMBUBARAN&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembubaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) a. Gerakan Pramuka hanya dapat dibubarkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang khusus diadakan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Musyawarah Nasional tersebut harus diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Musyawarah Nasional untuk membicarakan usul pembubaran Gerakan Pramuka dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Usul pembubaran Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui dengan suara bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Jika Gerakan Pramuka dibubarkan, maka cara penyelesaian harta benda milik Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Musyawarah Nasional yang mengusulkan pembubaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;PERUBAHAN ANGGARAN DASAR&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Anggaran Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Perubahan Anggaran Dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Nasional yang dihadiri oleh utusan daerah sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Usul perubahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka diterima oleh Musyawarah Nasional jika disetujui oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah suara yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran Dasar ini ditetapkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang diselenggarakan di Pontianak Kalimantan Barat pada tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salinan sesuai dengan aslinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKRETARIAT KABINET RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plt. Kepala Biro Peraturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perundang-undangan Bidang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejahteraan Rakyat dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparatur Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faried Utomo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Cap Sekretariat Kabinet RI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-1667351008108604722?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/1667351008108604722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=1667351008108604722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/1667351008108604722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/1667351008108604722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/pengesahan-anggaran-dasar-gerakan.html' title='Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-8869236968777814595</id><published>2008-03-16T15:12:00.000+07:00</published><updated>2008-03-16T15:14:11.188+07:00</updated><title type='text'>Penganugrahan Pandji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Pradja Muda karana</title><content type='html'>KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. 118 Tahun 1961&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGANUGERAHAN PANDJI KEPADA GERAKAN PENDIDIKAN KEPANDUAN PRADJA MUDA KARANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. bahwa gerakan pendidikan kepanduan nasional Indonesia sedjak mulai diadakan dan selama masa perkembangannja sampai sekarang ini, telah senantiasa turut serta dalam usaha pendidikan nasional Indonesia yang bertudjuan menggalang dan menegakkan Bangsa Indonesia dan Negara Republik Indonesia, dengan hasil jang bermanfaat bagi pendjajaan Bangsa dan Negara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. bahwa dengan demikian gerakan pendidikan kepanduan nasional Indonesia dapat diharapkan akan kesanggupannja dan kemampuannja dalam menunaikan tugasnja untuk turut-serta mendidik anak dan pemuda Indonesia, disamping pendidikan dilingkungan keluarga dan disamping pendidikan dilingkungan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. bahwa Gerakan Pramuka seperti yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 238 tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961 adalah penjempurnaan daripada usaha gerakan pendidikan kepanduan nasional Indonesia, jang sekarang turut-serta menjelenggarakan pendidikan nasional Indonesia sesuai dengan Manifesto Politik jang telah menjadi Garis-garis Besar daripada Haluan Negara, disamping pendidikan dilingkungan keluarga dan disamping pendidikan dilingkungan sekolah , demi kepentingan Bangsa Indonesia dan Nrgara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. bahwa berhubung dengan hal-hal tersebut diatas, tjukuplah alasan untuk memberikan tanda kehormatan kepada Gerakan Pramuka, berupa Panji jang merupakan lambang perjoangan dalam pendjajaan Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk masa jang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat : Pasal 15 Undang-undang Dasar Republik Indonesia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutuskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Menentukan sebuah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang bentuk dan lukisannya sesuai dengan jang tertera dalam lampiran-lampiran Surat Keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Menganugerahkan Pandji tersebut kepada Gerakan Pramuka untuk dijunjung tinggi sebagai lambang-perjoangan dan dipertahankan kemuliaannya dalam segala lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Djakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 14 Agustus 1961&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Republik Indonesia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukarno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan jang aseli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajun Sekretaris Negara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Santoso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. 448 TAHUN 1961&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGAUNEGRAHAN PANDJI KEPADA GERAKAN PENDIDIKAN KEPANDUAN PRADJA MUDA KARANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETERANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANJI GERAKAN PENDIDKAN KEPANDUAN PRADJA MUDA KARANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Bagian Muka&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ditengah tegalan panji jang berwarna putih terdapat tjikal berwarna merah, yang mempunyai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Warna Merah diatas warna Putih mengingatkan kepada Dwa Warna Bendera Kebangsaan Indonesia dan berarti pula dinamikanya pramuka (merah) diatas bidang pergerakannya jang bersih dan murni (putih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Buah Njiur dalam keadaan tumbuh dinamakan “tjikal” dan istilah “tjikal bakal” di Indonesia berarti : penduduk aseli yang pertama, yang menurunkan generasi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djadi lambang buah njiur jang tumbuh itu mengkiaskan: bahwa tiap pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Buah njiur dapat bertahan lama dalam keadaan jang bagaimanapun djuga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djadi lambang itu mengkiaskan: bahwa setiap pramuka adalah seorang jang rochaniah dan djasmaniah : sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala udjian dan kesukaran untuk mengabdi Tanah Air dan Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Njiur dapat tumbuh dimana sadja, jang membuktikan besarnja daja-upajanya dalam menjesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnyha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djadi lambang itu mengkiaskan: bahwa tiap pramuka dapat menjesuaikan diri dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan jang bagaimanapun djuga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Njiur bertumbuh mendjulang lurus keatas dan merupakan salah sebatang pohon yang tertinggi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djadi lambang itu mengkiaskan: bahwa tiap pramuka mempunjai cita-cita jang tinggi dan lurus ja’ni jang mulia dan djudjur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Akar Njiur jang bertumbuh kuat dan erat didalam tanah melambangkan bahwa tekad dan kejakinan tiap pramuka mempunjai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan jang baik, benar, kuat dan njata, ialah tekad dan kejakinan jang dipakai olehnja untuk memperkuat diri guna mentjapai tjita-tjitanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Njiur adalah pohon jang serbaguna, dari udjung hingga akarnja. Djadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia jang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannja kepada kepentingan Tanag Air, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. a. Ditengah pinggiran tegalan panji sebelah atas dan diempat sudut tegalan terdapat masing-masing:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- bintang emas bersudut lima di atas tegalan hitam, yang mempunyai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ketuhanan Jang Maha Esa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Disudutu bawah sebelah satunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- selingkaran rantai bergelang persegi dan bundar tanpa putus, diatas tegalan merah, jang mempunjai arti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kemanusiaan jang adil dan beradab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Disudut sebelah atas satunja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- pohon beringin hudjau diatas tegalan putih, jang mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Persatuan (Kebangsaan) Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Disudut atas sebelah tongkat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kepala banteng hitam diatas tegalan merah, jang mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kerakjatan jang dipimpin oleh himat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Disudut bawah sebelah tongkat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- setangkai padi dan setangkai kapas di atas tegalan putih, jang mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keadilan sosial bagi seluruh Rakjat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Tali berwarna merah bersimpul-simpul jang melingkari lambang-lambang tersebut diatas, mempunjai arti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tali sedjarah perdjoangan kemerdekaan jang dinamis revolusioner, jang telah berhasil menghimpun dan menyatukan lima unsur pokok dalam penghidupan Bangsa Indonesia mendjadi satu kesatuan-Sila ialah Pantja-Sila jang kini menjadi doktrin Revolusi Indonesia dan Filsafat serta Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. 2.a., b, c, d, e dan f mempunjau arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Setiap pramuka hidup dan bergerak setjara dinamis dan revolusioner dengan Pantja-Sila sebagai Bintang-Pimpinannja. Jang isi dan djiwanya dihajati, dihidup-hidupkan dan dilaksanakan olehnja selama masa diatas tegalan jang hidup dan bersih dan murni didalam Persatuan Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia jang menggunakan Pantja-Sila sebagai doktrin Revolusinya dan sebagai Filsafat serta Dasar Negaranja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Bagian Belakang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ditengah-tengah tegalan Pandji dan dipusat gambar lambang terdapat sebuah djantung berbentuk perisai berwarna Merah-Putih, jang mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pramuka Indonesia adalah manusia Putra Indonesia jang berkesadaran, berkemauan dan beramalan kebangsaan Indonesia, jakni hidup berdjiwa Kebangsaan Indonesia dan melindungi serta berlindung dengan perisai Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tegalan perisai Merah-Putih, jang berwarna kuning ke-emasan dan dilingkari oleh setangkai padi (emas) dan setangkai kapas (perak dan hidjau) mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Manusia Indonesia jang selama masa hidup dan bergerak dalam alam kedjajaan dan kerayaan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam alam kebahagiaan dan kesedjahteraan masjarakat sosialisme Panca-Sila jang adil dan makmur, seperti jang dicita-citakan oleh Revolusi Indonesia dan Kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lambang tersebut dalam bagian II ajat 2 diatas dilingkari tanpa putus oleh serangkaian 45 bunga melati putih (perak) dengan 15 bunga diatas tegalan jang berwarna biru dan 15 bunga berikutnja lagi diatas tegalan jang berwarna biru-tua mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Manusia Indonesia dengan Bangsa, Negara dan masjarakatnja selama masa dipagari, didjaga, dilindungi dan dipertahankan serta diharumi dan harumnya disemerbakkan dan disebarkan kesekelilingnya, oleh putera-puterinya, baik didarat maupun diudara ataupun dilaut, dalam persatu-paduan tadi perangkainja: semangat revolusi dan Djiwa Persatuan 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. a. Lambang-lambang tersebut pada bagian II ajat 1, 2, dan 3 berada ditengah-tengah dua bintang sudut-5, satu emas dan satu lagi perak, kedua-duanja sebangun dan sama besar, dan bersama merupakan bintang sudut-10, dengan salah satu sudut bintang emasnja meruuntjing lurus keatas dan salah satu sudut bintang peraknja meruntjing lurus kebawah, sedangkan setiap sudut bintang (emas dan perak) berisi 17 garis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bintang-emas sudut-5 dengan tiap-tiap sudutnja berisi 17 garis emas diatas tegalan putih mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pantja-Sila jang bersinar-sinar tjemerlang dan dajanja dipantjarkan oleh Indonesia selama masa kesegala pendjuru bumi dengan kesadaran dan djiwa/semangat proklamasi 17 Agustus 1945 seperti tersebut dalam Pembukaan UUD 1945, diatas dasar jang bersih dan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bintang-perak sudut-5 dengan tiap-tiap sudutnja berisi 17 garis perak diatas tegalan putih mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pembabaran Pantja-Sila mendjadi Pantja-Dharma yang bersinar-sinar dan dajanja dipantjarkan oleh Putera-Puteri Indonesia selama masa kesegala pendjuru bumi, dengan kesadaran dan djiwa/semangat proklamasi 17 Agustus 1945 seperti tersebut dalam Pembukaan UUD 1945, diatas dasar jang bersih dan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Dua sudut sebelah bawah dari Bintang-Perak sudut-5 dengan tiap sudutnja berisi 17 garis perak mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dwi Satyanja para pramuka jang berusia 8 hiungga 12 tahun, ialah djalan njata jang ditempuh oleh mereka untuk membabarkan isi dan tjita-tjita Pantja-Sila, dengan kesadaran dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tiga sudut sebelah atas dari Bintang-Perak sudut-5 dengan tiap sudutnja berisi 17 garis perak mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tri Satyanja para pramuka jang berusia 12 tahun keatas, ialah djalan njata jang ditempuh oleh mereka untuk membabarkan isi dan tjita-tjita Pantja-Sila, dengan kesadaran dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dipinggir sekeliling tegalan putih, terdapat tali merah jang mempunjai 12 lingkaran, ditiap-tiap sudut 3 lingkaran, dan mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis bergerak dinamisnya waktu (12 bulan) jang merupakan garis batas bergeraknya manusia dialam djasmaniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Bagian udjung tongkat Pandji dan tongkatnya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Udjung tongkat berbentuk melati kuntjup, jang mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Setiap pramuka mempunjai kewajiban berdaja-upaja dengan sepenuh-penuhnja untuk menjadi Putera Indonesia jang berbudi luhur, halus dan murni, hidup wadjar dan prasahadja, berdjiwa setia berdharmabakti terhadap Tuhan Jang Maha Esa, Tanah Air dan Bangsa Indonesia serta umat manusia dengan pikirannja, perkataannja, dan perbuatannja jang hanja mengharumkan/memuliakan Nama Tuhan, Tanag Air, Bangsa dan Negaranja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tongkat Pandji berukuran 209 cm, jang mempunjai arti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan tersebut diatas diamanatkan kepadanja oleh Kepala Negara dengan Surat Keputusan Presiden No. 238 tahun 1961 jang mulai berlaku pada tanggal 20 bulan 5 abad ke-20 tahun ke-16 (20 + 5 + 20 +61 = 106) dan dengan penganugerahan Pandji ini pada tanggal 14 bulan 8 abad ke-20 tahun ke-61 (14 + 8 + 20 + 61 = 103) dan bersama (106 + 103) menundjukkan angka 209.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Warna :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian muka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Warna tegalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Warna njiur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Warna tali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Warna bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Warna tegalan bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Warna pohon beringin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Warna tegalan pohon beringin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Warna kepala banteng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Warna tegalan kepala banteng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Warna rantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Warna tegalan rantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Warna padi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Warna kapas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Warna daun kapas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Warna tegalan padi &amp; kapas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- merah segar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- merah segar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- hidjau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- perak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- hidjau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian belakang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Warna perisai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Warna tegalan perisai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Warna padi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Warna kapas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Warna daun kapas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Warna melati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Warna tegalan rangkaian melati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Warna bintang sudut 5 dengan satu sudut lurus keatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Warna bintang sudut 5 dengan lurus kebawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Tali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Rumbai pinggiran pandji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Dua utas tali tongkat dengan masing-masing2 buah udjung berumbai,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Melati udjung tongkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Tongkat melati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Tongkat pandji&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- merah dan putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kuning keemasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- perak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- hidjau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- perak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 1/3 hidjau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/3 biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/3 biru tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- perak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- hidjau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kaju djati murni&lt;br /&gt;V. Arti Warna&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kuning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hidjau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Biru tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- a. keberanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. dinamika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. surya (matahari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. kasih sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- a. kemurnian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. kebersihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. kesutjian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. kewadjiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. prasahadjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. tjandera (bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- a. kedjajaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. kebesaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. keemasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. keagungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. kesedjahteraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. kebidjaksanaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. ketjerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- a. daratan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. kemakmuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. keta’atan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. taqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- a. laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. kesetiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. ketekunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. ketabahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- a. kedalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. kesungguh-sungguhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI.. Ukuran-ukuran:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pandji mempunyai lebar 60 cm dan padjang 90 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tongkat Pandji dengan udjung tongkat pandji pandjang : 209 cm.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-8869236968777814595?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/8869236968777814595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=8869236968777814595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/8869236968777814595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/8869236968777814595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/penganugrahan-pandji-kepada-gerakan.html' title='Penganugrahan Pandji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Pradja Muda karana'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-4879304339240462321</id><published>2008-03-15T17:43:00.000+07:00</published><updated>2008-03-15T17:45:00.553+07:00</updated><title type='text'>Tentang anggaran Rumah Tangga gerakan Pramuka</title><content type='html'>KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;NOMOR: 086 TAHUN 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,&lt;br /&gt;Menimbang : a. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka perlu dijabarkan dalam Anggaran Rumah Tangga, dan oleh karena itu Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;b. bahwa Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sesuai Keputusan Munas 2003 nomor 09/MUNAS/2003 telah disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004, sehingga Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 perlu disempurnakan agar sesuai dengan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tersebut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. bahwa sehubungan dengan itu perlu ditetapkan keputusannya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat : 1. Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999, tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan : 1. Arahan Pimpinan Kwartir Nasional dan Andalan Nasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saran Kelompok Kerja Penyempurnaan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M E M U T U S K A N:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Mengesahkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka sebagaimana terlampir dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: : Dengan berlakunya Keputusan Kwarnas ini, maka Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 107 tahun 1999 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dinyatakan tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Menginstruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka untuk melaksanakan dan menyebarluaskan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di : Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal : 31 Mei 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwartir Nasional Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. DR. dr. H. Azrul Azwar, MPH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR: 086 TAHUN 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGARAN RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;NAMA DAN TEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gerakan Pramuka, yaitu gerakan kepanduan Praja Muda Karana, adalah gerakan pendidikan kaum muda yang didukung oleh orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kepramukaan sebagai cara mendidik kaum muda, dengan bimbingan orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Domisili kantor pusat Gerakan Pramuka di Ibukota negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan di seluruh wilayah Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;ASAS, TUJUAN DAN TUGAS POKOK, SASARAN, DAN FUNGSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Penghayatan dan pengamalan Pancasila diwujudkan dalam sikap dan perilaku setiap anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dan Tugas Pokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda di lingkungan luar sekolah yang melengkapi pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah dengan tujuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pembangunan yang beriman dan bertakwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membentuk sikap dan perilaku yang positif, menguasai keterampilan dan kecakapan serta memiliki ketahanan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik sehingga dapat menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia, yang percaya kepada kemampuan sendiri, sanggup dan mampu membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran kepramukaan adalah mempersiapkan kader bangsa yang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berjiwa Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Berdisiplin yaitu berpikir, bersikap dan bertingkah laku tertib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sehat dan kuat mental, moral dan fisiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Memiliki jiwa patriot yang berwawasan luas dan dijiwai nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Berkemampuan untuk berkarya dengan semangat kemandirian, semangat kebersamaan, kepedulian, bertanggungjawab, berpikir kreatif, inovatif, dapat dipercaya, berani dan mampu menghadapi tugas-tugas serta memiliki komitmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga serta sebagai wadah pembinaan dan pengembangan sumber daya generasi muda, berlandaskan Sistem Among dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPRAMUKAAN, SIFAT DAN UPAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepramukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kepramukaan merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya baik mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik, sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Kepramukaan merupakan sistem pembinaan dan pengembangan sumberdaya atau potensi kaum muda agar menjadi warganegara yang berkualitas yang mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Pendidikan dalam kepramukaan dimaksudkan dan diartikan secara luas sebagai suatu proses pembinaan yang berkesinambungan bagi Sumber Daya Manusia Pramuka, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, yang sasarannya menjadikan mereka sebagai manusia yang mandiri, peduli, bertanggungjawab dan berpegang teguh pada nilai dan norma masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Pelaksana pendidikan dalam kepramukaan agar menghayati dan menyadari bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Karya di bidang pendidikan adalah karya peningkatan mutu mental, moral, spiritual, emosional, sosial intelektual dan fisiknya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pendidikan berbeda dengan pengajaran, proses pendidikan lebih pelan daripada proses pengajaran;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pada hakekatnya yang menjadi pendidik sebenarnya adalah pihak yang dididik, pendidik hanya pemberi bahan pendidikan yang selanjutnya diproses oleh penerima bahan pendidikan tersebut sendiri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Dasar dan landasan pendidikan adalah meniru. Ada yang meniru dan harus ada yang ditiru. Yang ditiru harus berharga/bernilai untuk ditiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) a. Gerakan Pramuka dapat didirikan di seluruh wilayah tanah air Indonesia dan diikuti oleh seluruh bangsa Indonesia tanpa membedakan Suku dan Ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Gerakan Pramuka tidak terlepas dari idealisme, prinsip dasar dan metode gerakan kepanduan sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Keanggotaan Gerakan Pramuka bersifat sukarela, yang berarti tidak ada unsur kewajiban dan paksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Gerakan Pramuka dan Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gerakan Pramuka berpegang pada peraturan perundang-undangan negara dan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan sosial politik dan bukan bagian dari salah satu organisasi kekuatan sosial politik manapun. Semua jajaran Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan yang bersifat politik praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Anggota Gerakan Pramuka secara pribadi dapat menjadi anggota suatu organisasi kekuatan sosial politik, dengan ketentuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) tidak dibenarkan menyiarkan faham politik yang dianutnya ke dalam lingkungan Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) tidak dibenarkan mengenakan pakaian seragam Pramuka atau tanda-tanda Pramuka pada waktu mengikuti kegiatan organisasi kekuatan sosial politik dan melakukan kegiatan politik praktis;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) tidak dibenarkan mengenakan pakaian atau tanda-tanda yang dipakai sebagai identitas organisasi kekuatan sosial politik pada waktu menghadiri atau mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Gerakan Pramuka dan Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gerakan Pramuka memberi kebebasan kepada anggotanya untuk beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Gerakan Pramuka membina anggotanya agar meningkatkan ketakwaan dan menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Gerakan Pramuka membina anggotanya untuk menumbuhkan dan memupuk kerukunan hidup beragama dan kerukunan antar umat beragama dengan saling menghormati dan menghargai agama dan kepercayaan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9&lt;br /&gt;Upaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Segala upaya Gerakan Pramuka diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menanamkan dan menumbuhkan budi pekerti luhur dengan cara memantapkan mental, moral, fisik, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui kegiatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Keagamaan, untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menurut agama masing-masing;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kerukunan hidup antar umat seagama dan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Penghayatan dan pengamalan Pancasila untuk memantapkan jiwa Pancasila dan mempertebal kesadaran sebagai warga negara yang bertanggungjawab terhadap kehidupan dan masa depan bangsa dan negara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kepedulian terhadap sesama hidup dan alam seisinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Pembinaan dan pengembangan minat terhadap kemajuan teknologi dengan keimanan dan ketakwaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Memupuk dan mengembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air dan bangsa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memupuk dan mengembangkan persatuan dan kebangsaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Memupuk dan mengembangkan persaudaraan dan persahabatan baik nasional maupun internasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Menumbuhkembangkan pada para anggota rasa percaya diri, sikap dan perilaku yang kreatif dan inovatif, rasa tanggungjawab dan disiplin;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Menumbuhkembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Memupuk dan mengembangkan kepemimpinan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Membina dan melatih jasmani, panca indera, daya pikir, penelitian, kemandirian dan sikap otonom, keterampilan, dan hasta karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Upaya untuk mencapai tujuan itu diarahkan pada pembinaan watak, mental, emosional, spiritual, jasmani, dan bakat serta peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan melalui berbagai kegiatan kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kepramukaan ialah proses pendidikan luar lingkungan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam pertemuan dan perkemahan baik lokal, nasional maupun internasional untuk memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menyelenggarakan kegiatan bakti masyarakat dan ekspedisi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mengadakan kemitraan, kerjasama dengan organisasi kepemudaan lain untuk memupuk dan mengembangkan semangat kepeloporan dan pengabdian kepada masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Mengadakan kerjasama baik dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Memasyarakatkan Gerakan Pramuka dan kepramukaan khususnya di kalangan kaum muda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Untuk menunjang upaya serta mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diadakan prasarana dan sarana yang memadai berupa organisasi, personalia, perlengkapan, dana, komunikasi dan kerjasama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembinaan Watak, Keterampilan dan Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pada hakekatnya semua kegiatan dalam Gerakan Pramuka diarahkan untuk membina watak, keterampilan dan kesehatan anggota muda dan anggota dewasa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pembinaan watak dilakukan melalui kegiatan penanaman, pemupukan dalam diri anggota muda dan anggota dewasa muda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kesadaran berbangsa dan bernegara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pengamalan moral Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pemahaman sejarah perjuangan bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Rasa percaya diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Kepedulian dan tanggungjawab serta disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pembinaan keterampilan dilakukan dengan latihan alat driya, kecerdasan, dan kejuruan melalui syarat-syarat kecakapan dan kegiatan Satuan Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Pembinaan kesehatan dilakukan dengan kegiatan kebersihan dan ketertiban, latihan dan penyuluhan kesehatan, serta keindahan dan kelestarian lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembinaan Kwartir dan Satuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir Nasional membina Kwartir Daerah, sehingga kemampuan setiap Daerah dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Setiap Kwartir Daerah membina Kwartir Cabang, sehingga kemampuan setiap Cabang dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Setiap Kwartir Cabang membina Kwartir Ranting, sehingga kemampuan setiap Ranting dalam mengembangkan kepramukaan di wilayah kerjanya terus meningkat, termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Setiap Kwartir Ranting melakukan koordinasi dan bimbingan baik organisasi maupun operasional kepada gugusdepan dan satuan karya dalam wilayah kerjanya dan wajib berusaha supaya jumlah dan mutu gugusdepan dan satuan karya di wilayahnya terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Pembina Gugusdepan berusaha supaya jumlah dan mutu para pembina dan anggota muda, anggota dewasa muda di gugusdepannya terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Kwartir Nasional membina secara langsung gugusdepan yang berpangkalan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12&lt;br /&gt;Pendidikan Tenaga Kader Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Semua kwartir berusaha meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kader Gerakan Pramuka, Pramuka Pandega, Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka, Pembina Profesional, Pamong Saka, Instruktur Saka, Pimpinan Saka, Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing, sehingga mampu meningkatkan mutu kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Untuk melaksanakan maksud yang tertera dalam ayat (1) pasal ini Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, Kwartir Daerah, dan Kwartir Nasional, menyelenggarakan pendidikan melalui kursus, pelatihan dan pertemuan informal, sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya di wilayah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Setiap kwartir membantu jajaran kwartir di wilayah kerjanya untuk melaksanakan pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Untuk melaksanakan tugas tersebut dalam ayat (1), (2), dan (3) pasal ini dibentuk lembaga pendidikan tenaga kader Gerakan Pramuka, seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional, disingkat Lemdikanas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah, disingkat Lemdikada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang, disingkat Lemdikacab.&lt;br /&gt;Pasal 13&lt;br /&gt;Pertemuan Untuk Memupuk Persaudaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gerakan Pramuka mulai dari gugusdepan sampai dengan tingkat nasional menyelenggarakan pertemuan untuk memupuk rasa kekeluargaan dan persaudaraan dalam upaya melestarikan keutuhan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pertemuan itu diisi dengan acara kegiatan yang menarik, bermanfaat, kreatif, inovatif serta mengandung pendidikan, antara lain untuk meningkatkan kerjasama, rasa kekeluargaan, disiplin, keterampilan, kecakapan dan penguasaan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) a. Agar dapat mengikutsertakan sebanyak mungkin anggota Gerakan Pramuka dalam pertemuan untuk memupuk kekeluargaan dan persaudaraan, perlu lebih sering diselenggarakan pertemuan di tingkat Ranting dan Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dapat mengikutsertakan masyarakat muda lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas dan Alat Perlengkapan Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Semua jajaran Gerakan Pramuka mengusahakan alat perlengkapan sebagai sarana pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Salah satu usaha pengadaan alat perlengkapan setiap kwartir membentuk koperasi yang juga merupakan sarana pendidikan dan kedai pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Karena adanya hak merek maka pengadaan perlengkapan pendidikan oleh pihak luar Gerakan Pramuka harus mendapat ijin dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kedai Pramuka dikelola kwartir, koperasi atau anggota Gerakan Pramuka yang mendapat ijin dari kwartirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Semua jajaran kwartir seyogyanya memiliki Bumi Perkemahan Pramuka.&lt;br /&gt;Pasal 15&lt;br /&gt;Kehumasan dan Pengabdian Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gerakan Pramuka mulai dari tingkat gugusdepan sampai dengan tingkat nasional melaksanakan usaha kehumasan, baik ke dalam maupun ke luar Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Hubungan masyarakat dilaksanakan untuk memperoleh pengertian, dukungan, bantuan dan umpan balik dari masyarakat maupun pemerintah serta menjadikan penerangan dan hubungan masyarakat itu sebagai alat kepramukaan dan pendidikan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Setiap anggota Gerakan Pramuka merupakan insan kehumasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Disamping Kehumasan, Gerakan Pramuka juga melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat sebagai implementasi dari Tri Satya dan Dasa Darma serta menunjang upaya kehumasan.&lt;br /&gt;Pasal 16&lt;br /&gt;Hubungan dengan Instansi Pemerintah dan Organisasi Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gerakan Pramuka mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah, lembaga swasta dan masyarakat, untuk dapat berperanserta dalam pembangunan, sesuai dengan kebijakan pemerintah dan tujuan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusahakan hubungan dengan pihak-pihak di luar negeri yang tujuannya tidak bertentangan dengan kebijakan umum pemerintah Republik Indonesia dan tujuan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Gerakan Pramuka adalah anggota World Organization of Scout Movement (WOSM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Gerakan Pramuka mengadakan hubungan kerjasama dengan organisasi kepramukaan di negara lain.&lt;br /&gt;Pasal 17&lt;br /&gt;Usaha Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Pramuka menjalankan usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, kebijaksanaan umum pemerintah, Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dalam upaya kemandirian, finansial dan organisatoris.&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM AMONG, PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN, METODE KEPRAMUKAAN, KODE KEHORMATAN PRAMUKA, MOTTO DAN KIASAN DASAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Among&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani, rokhani, dan pikirannya, disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Cinta kasih, kejujuran, keadilan, kepatutan, kesederhanaan, kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Disiplin disertai inisiatif dan tanggungjawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan hidup, serta bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan hubungan khas, yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda, sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat, dorongan dan pengaruh yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Dasar Kepramukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Peduli terhadap diri pribadinya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya, bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk sosial, maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah, air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan, menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya. Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.&lt;br /&gt;Pasal 20&lt;br /&gt;Metode Kepramukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Belajar sambil melakukan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sistem berkelompok;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kegiatan di alam terbuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Sistem tanda kecakapan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Kiasan dasar;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem, terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode Kehormatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, mental, moral, ranah spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisiknya, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap, tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Janji yang disebut Dwisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dwisatya Pramuka Siaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- setiap hari berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketentuan moral yang disebut Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dwidarma Pramuka Siaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siaga berbakti kepada ayah bundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Siaga berani dan tidak putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kode kehormatan bagi Pramuka Penggalang terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Trisatya Pramuka Penggalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menepati Dasadarma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dasadarma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramuka itu:&lt;br /&gt;1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Patriot yang sopan dan kesatria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Patuh dan suka berMusyawarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rela menolong dan tabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rajin, terampil, dan gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hemat, cermat, dan bersahaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Disiplin, berani, dan setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kode kehormatan bagi Pramuka Penegak terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Trisatya Pramuka Penegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menepati Dasadarma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dasadarma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramuka itu:&lt;br /&gt;1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Patriot yang sopan dan kesatria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Patuh dan suka berMusyawarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rela menolong dan tabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rajin, terampil, dan gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hemat, cermat, dan bersahaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Disiplin, berani, dan setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kode Kehormatan bagi Pramuka Pandega terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Trisatya Pramuka Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menepati Dasa Darma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Dasadarma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramuka itu:&lt;br /&gt;1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Patriot yang sopan dan kesatria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Patuh dan suka berMusyawarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rela menolong dan tabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rajin, terampil, dan gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hemat, cermat, dan bersahaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Disiplin, berani, dan setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota dewasa terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;Trisatya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menepati Dasadarma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi:&lt;br /&gt;Dasadarma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramuka itu:&lt;br /&gt;1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Patriot yang sopan dan kesatria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Patuh dan suka berMusyawarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rela menolong dan tabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rajin, terampil, dan gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hemat, cermat, dan bersahaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Disiplin, berani, dan setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Kesanggupan anggota dewasa untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik, dinyatakan dengan Ikrar yang berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;IKRAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang, dan dengan penuh kesadaran serta rasa tanggung jawab atas kepentingan bangsa dan negara, kami Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/Pembina Profesional/ Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpinan Saka/Andalan/ Anggota Majelis Pembimbing …………..*) Gerakan Pramuka seperti tersebut dalam keputusan kwartir …………*)/Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka nomor ….…tahun ……… menyatakan bahwa kami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menyetujui isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- akan bersungguh-sungguh melaksanakan tugas kewajiban kami sebagai Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/Instruktur Saka/Pimpin-an Saka/Andalan/Anggota Majelis Pembimbing ………..*) sesuai dengan ketentuan yang berlaku, untuk mengantarkan kaum muda Indonesia ke masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;……...……………, … ….…….. …..&lt;br /&gt;Pembina Pramuka/Pelatih Pembina Pramuka/ Pembina Profesional/Pamong Saka/ Instruktur Saka / Pimpinan Saka / Andalan / Anggota Majelis Pembimbing ………………..*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( ………………………………… )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- coret yang tidak perlu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) diisi Nasional, Daerah, Cabang, Ranting atau Gugusdepan.&lt;br /&gt;Pasal 22&lt;br /&gt;Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode Kehormatan dilaksanakan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membina kesadaran berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengenal, memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Memiliki sikap kebersamaan, tidak mementingkan diri sendiri, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat, membina persaudaraan dengan Pramuka sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Hidup secara sehat jasmani dan rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Belajar mendengar, menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain, membina sikap mawas diri, bersikap terbuka, mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama, mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan, ramah dan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial, membina kesukarelaan dan kesetiakawanan, membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan, sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan, berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya, riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Bertindak dan hidup secara hemat, serasi dan tidak berlebihan, teliti, waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir, dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Mengendalikan dan mengatur diri, berani menghadapi tantangan dan kenyataan, berani dalam kebenaran, berani mengakui kesalahan, memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar, taat terhadap aturan dan kesepakatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Membiasakan diri menepati janji, mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku, kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan, bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik, dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan, berhati-hati dalam bertindak, bersikap dan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Sambil Melakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Sambil Melakukan dilaksanakan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul, daripada hanya menjadi penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Berkelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin, berorganisasi, memikul tanggungjawab, mengatur diri, menempatkan diri, bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak, yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri, yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 25&lt;br /&gt;Kegiatan Menantang dan Progresif serta Mengandung Pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan Rohani dan Jasmani Anggota Muda dan Anggota Dewasa Muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan metode ini dilakukan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi Pramuka, sedangkan mereka yang telah menjadi Pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kegiatan bersifat kreatif, inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan, dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku, menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kegiatan yang memperhatikan Tiga Sokoguru dalam kepramukaan ialah modern, manfaat, taat asas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda, sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin, umur dan kemampuannya, dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat, minat dan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka, serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi, masyarakat dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan di Alam Terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan, keselamatan dan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan, membina kerjasama dan rasa memiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Tanda Kecakapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Satuan Terpisah Untuk Putera dan Puteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Satuan Terpisah dilaksanakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Puteri, satuan Pramuka Putera dibina oleh Pembina Putera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tidak dibenarkan Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Putera dan sebaliknya, kecuali Perindukan Siaga Putera dapat dibina oleh Pembina Puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan, harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah; perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina Puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh Pembina Putera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motto Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Motto merupakan motto tetap dan tunggal, sebagai bagian terpadu proses pendidikan, disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Motto Gerakan Pramuka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiasan Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Penggunaan Kiasan Dasar, sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaan, dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam kegiatan. Kiasan Dasar tidak hanya menarik, menantang, dan merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat, kebutuhan, situasi dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan, dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman.&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gugusdepan adalah suatu kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Gugusdepan lengkap merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota muda, anggota dewasa muda dan anggota dewasa serta wadah pembinaan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda yang terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Perindukan Siaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pasukan Penggalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Ambalan Penegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Racana Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Anggota putera dan anggota puteri dihimpun secara terpisah dalam gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat dapat dihimpun dalam gudusdepan tersendiri atau dapat diintegrasikan ke dalam gugusdepan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 32&lt;br /&gt;Satuan Karya Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Satuan Karya Pramuka (Saka) merupakan wadah pembinaan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota muda dan anggota dewasa muda dalam bidang tertentu serta melakukan kegiatan nyata sebagai pengabdian kepada masyarakat sesuai aspirasi pemuda Indonesia dengan menerapkan prinsip dasar dan metode kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kegiatan itu menghasilkan pengalaman, tambahan pengetahuan dan teknologi, keterampilan dan kecakapan yang kelak menjadi bekal hidup anggota muda dan anggota dewasa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Setiap Satuan Karya Pramuka mengkhususkan diri pada pengabdian di bidang tertentu berdasarkan spesialisasi atau keterampilan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Anggota Satuan Karya Pramuka adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putera dan puteri dari gugusdepan di wilayah ranting yang bersangkutan, tanpa melepaskan diri dari keanggotaan gugusdepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Satuan Karya Pramuka dibina oleh Kwartir Ranting/Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Anggota Satuan Karya Pramuka wajib meneruskan pengetahuan dan kemampuannya kepada anggota lain di gugusdepannya sebagai Instruktur Muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Anggota Putera dan anggota Puteri dihimpun dalam satuan karya yang terpisah, masing-masing merupakan satuan karya yang berdiri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 33&lt;br /&gt;Dewan Kerja Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Dewan Kerja Pramuka adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Dewan Kerja Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir, berkedudukan sebagai badan kelengkapan kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan membantu kwartir menyusun kebijakan dan pengelolaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega Putera dan Puteri dalam jajaran kwartir dipilih oleh Musyawarah Penegak dan Pandega Putera dan Puteri jajaran kwartir yang bersangkutan kemudian disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti kwartirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Apabila Ketua Dewan Kerja Pramuka terpilih seorang putera, maka harus dipilih seorang puteri sebagai Wakil Ketua atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka adalah ex-officio anggota kwartir/andalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari kwartir dan berfungsi sebagai wadah dan pelaksana pusat pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia anggota dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka dapat memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka berada di tingkat Cabang, Daerah dan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kepala Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka adalah Pelatih Pembina Pramuka Mahir yang ex-officio sebagai andalan kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwartir Ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir Ranting selain menghimpun gugusdepan dan satuan karya yang ada di wilayah kerjanya juga merupakan pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada pada jajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kwartir Ranting merupakan jajaran yang berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Kwartir Ranting dilengkapi dengan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dewan Kerja Pramuka tingkat Ranting (DKR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Wadah Keanggotaan bagi anggota dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwartir Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir Cabang selain menghimpun ranting-ranting yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kwartir Cabang merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali operasional kegiatan Gerakan Pramuka dan administrasi pangkal. Dalam melaksanakan fungsinya ini, cabang melakukan pembinaan sampai ke tingkat gugusdepan dan satuan karya pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Kwartir Cabang dilengkapi dengan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dewan Kerja Pramuka tingkat Cabang (DKC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Cabang (Lemdikacab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwartir Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir Daerah selain menghimpun cabang-cabang yang ada di wilayah kerjanya juga menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada di jajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kwartir Daerah merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pengendali menejerial Gerakan Pramuka di tingkat daerah. Dalam melaksanakan fungsi ini, Kwartir Daerah melakukan pembinaan sampai ke tingkat ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Kwartir Daerah dilengkapi dengan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dewan Kerja Pramuka tingkat Daerah (DKD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Daerah (Lemdikada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 38&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwartir Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir Nasional selain menghimpun daerah-daerah seluruh Indonesia juga menghimpun gugusdepan-gugusdepan di perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dan menjadi pangkalan keanggotaan bagi anggota dewasa yang ada dijajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Kwartir Nasional merupakan jajaran yang berfungsi sebagai pemegang kebijakan strategi Gerakan Pramuka. Dalam melaksanakan fungsi ini dilaksanakan pembinaan menejerial Kwartir Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Kwartir Nasional dilengkapi dengan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dewan Kerja Pramuka tingkat Nasional (DKN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Lemdikanas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Wadah keanggotaan bagi anggota dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Dewan Kehormatan Gerakan Pramuka merupakan badan tetap yang dibentuk oleh gugusdepan atau kwartir sebagai badan yang menetapkan pemberian anugerah, penghargaan dan sanksi, dengan tugas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menilai sikap, perilaku, dan jasa seseorang untuk mendapatkan anugerah, penghargaan berupa tanda jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Dewan Kehormatan beranggotakan lima orang yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dewan Kehormatan Kwartir diusahakan terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Anggota Majelis Pembimbing;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Andalan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibantu oleh staf kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dewan Kehormatan Gugusdepan terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pembina Gugusdepan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pembina Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu Andalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Ketua kwartir dapat mengangkat pembantu andalan yang bertugas untuk menangani hal-hal yang memerlukan keahlian khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Masa bakti pembantu andalan sama dengan masa bakti kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 41&lt;br /&gt;Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional, Musyawarah Daerah, Musyawarah Cabang, Musyawarah Ranting atau Musyawarah Gugusdepan dan bertugas untuk melakukan audit keuangan kwartir atau gugusdepan untuk dilaporkan kepada musyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Masa bakti Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka sama dengan masa bakti kwartir atau gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;ANGGOTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Biasa Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Biasa Gerakan Pramuka terdiri atas anggota muda, anggota dewasa muda dan anggota dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Anggota muda adalah anggota biasa yang terdiri dari Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pramuka Siaga berusia 7 tahun sampai dengan 10 tahun, Pramuka Penggalang berusia 11 tahun sampai dengan 15 tahun, Pramuka Penegak berusia 16 tahun sampai dengan 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Anggota muda yang sudah menikah digolongkan menjadi anggota dewasa Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Anggota muda sebelum menjadi anggota disebut calon anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Anggota muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Pramuka Penegak yang diangkat menjadi Pembantu Pembina, atau Instruktur tidak meninggalkan statusnya sebagai anggota muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Pramuka Penegak dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda di gugusdepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) Untuk dapat dilantik sebagai anggota Gerakan Pramuka, anggota muda telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat pertama dari golongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(9) Pelantikan anggota muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Dwisatya bagi Pramuka Siaga atau Trisatya bagi Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Dewasa Muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Anggota Dewasa Muda adalah anggota biasa yaitu Pramuka Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Anggota Dewasa Muda sebelum menjadi Pramuka Pandega pernah menjadi anggota Pramuka Penggalang/Pramuka Penegak melalui proses pendadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pramuka Pandega berusia 21 tahun sampai dengan 25 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Anggota Dewasa Muda yang sudah menikah digolongkan menjadi Anggota Dewasa Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Anggota Dewasa Muda yang menyandang cacat disebut Pramuka Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Pramuka Pandega yang diangkat menjadi Pembina Pramuka, Instruktur atau pembantu andalan meninggalkan statusnya sebagai Anggota Dewasa Muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Pramuka Pandega dapat diangkat oleh pembinanya sebagai Instruktur Muda dalam gugusdepannya tanpa meninggalkan statusnya sebagai anggota dewasa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) Pelantikan Anggota Dewasa Muda dilakukan oleh Pembina Pramuka di satuan masing-masing dengan mengucapkan Trisatya Pramuka Pandega&lt;br /&gt;Pasal 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Anggota Dewasa adalah anggota biasa yang terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pelatih Pembina Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pembina Profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pamong Saka dan Instuktur Saka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pimpinan Saka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Andalan dan pembantu andalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Anggota Majelis Pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka diatur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 21 tahun, sedangkan Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 17 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 21 tahun, sedangkan Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 25 tahun, sedangkan Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 23 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia 28 tahun, sedangkan Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya 26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia 26 tahun, kecuali Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka yang ex-officio menjadi anggota kwartir/andalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Anggota Dewasa berstatus sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pembina Pramuka, sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan membina anggota muda secara aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pelatih Pembina Pramuka, sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pembina Profesional, seorang yang berlatarbelakang pendidikan akademisi dan keahlian dalam suatu bidang ilmu dan berpengalaman sebagai pelatih pembina pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pamong Saka, sekurang-kurangnya telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Instruktur Saka, seseorang yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan keahlian khusus di bidang kejuruan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pimpinan Saka sekurang-kurangnya telah mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan dan berpengalaman di bidang kesakaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Andalan dan pembantu andalan sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Anggota Majelis Pembimbing, sekurang-kurangnya mengikuti kegiatan orientasi kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Pelantikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pelantikan Pembina Pramuka dan Pelatih Pembina Pramuka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan, dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pelantikan Pamong Saka dan Instruktur Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan, dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pelantikan Pimpinan Saka dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan, dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pelantikan andalan dan pembantu andalan dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan, dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pelantikan Ketua Kwartir yang telah disahkan dengan Keputusan Musyawarah Gerakan Pramuka kwartir jajarannya dilakukan oleh Ketua Presidium Pimpinan Musyawarah Kwartir jajarannya atas limpahan wewenang Musyawarah Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pelantikan Pembina Profesional dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan, dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Pelantikan Ketua Majelis Pembimbing dilakukan oleh Ketua Kwartir jajaran di atasnya, dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Kecuali Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Pelantikan Anggota Majelis Pembimbing yang telah disahkan dengan keputusan kwartir jajaran di atasnya dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing jajaran masing-masing, dengan mengucapkan Trisatya dan menandatangani Ikrar. Kecuali Anggota Majelis Pembimbing Nasional yang dilantik dan disahkan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Pengukuhan Kepengurusan Gerakan Pramuka dilakukan setelah Pelantikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengukuhan Pengurus Gugusdepan Pramuka yang terdiri dari Pembina Gugusdepan, Pembina Satuan, Pembantu Pembina Satuan, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Ambalan Penegak, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Racana Pandega, dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengukuhan Pengurus Kwartir Ranting yang terdiri dari Ketua Kwartir Ranting, Wakil Ketua Kwartir Ranting, Andalan, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Ranting, dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pengukuhan Pengurus Kwartir Cabang yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Andalan, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Cabang, dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pengukuhan Pengurus Kwartir Daerah yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Andalan, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah, dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pengukuhan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Bendahara, Sekretaris Jenderal, Andalan, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Nasional, dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pengukuhan Pengurus Dewan Kerja Pramuka serta Pelantikannya dilakukan oleh Ketua jajaran kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda dapat berperanserta dalam Gerakan Pramuka untuk membimbing putra-putrinya dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan di lingkungan keluarga maupun di lingkungan tempat tinggalnya tanpa berkedudukan sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 46&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Kehormatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Yang dapat menjadi anggota kehormatan Gerakan Pramuka adalah orang dewasa yang terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pandu dan Pramuka purna bakti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka termasuk karyawan kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pandu dan Pramuka purna bakti yang akan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka wajib mengisi formulir yang telah disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Orang-orang yang berjasa kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi anggota kehormatan atas permintaan kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Orang-orang yang bersimpati kepada Gerakan Pramuka dan Kepramukaan menjadi Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka atas permintaan kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Anggota Kehormatan Gerakan Pramuka diangkat oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 47&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Tamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Anggota tamu adalah Warga Negara Asing yang ikut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Prosedur keikutsertaan anggota tamu diserahkan kepada satuan atau kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 48&lt;br /&gt;Hak dan Kewajiban Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai hak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mendapatkan Kartu Tanda Anggota Pramuka (KTA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mengenakan Seragam Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memilih dan dipilih dalam jabatan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mengadakan pembelaan dan perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Setiap anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik mempunyai kewajiban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Melaksanakan Kode Kehormatan Pramuka dan mentaati segala ketentuan yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membayar iuran anggota Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menjunjung tinggi harkat dan martabat organisasi Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Anggota kehormatan Gerakan Pramuka berkewajiban untuk memahami, mentaati, dan mengamalkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Kode Kehormatan, dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku di lingkungan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 49&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberhentian Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Keanggotaan Gerakan Pramuka berakhir karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Permintaan sendiri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Meninggal dunia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Diberhentikan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Anggota Gerakan Pramuka dapat diberhentikan berdasarkan penilaian Dewan Kehormatan jika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Melanggar kode kehormatan Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Merugikan nama baik Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pemberhentian seorang anggota Gerakan Pramuka diusulkan oleh gugusdepan atau kwartirnya dan ditetapkan oleh kwartir yang mengangkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 50&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelaan Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Gerakan Pramuka yang akan diberhentikan karena melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka, berhak membela dirinya dalam sidang dewan kehormatan di kwartir/ gugusdepan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rehabilitasi Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Anggota Gerakan Pramuka yang diberhentikan berdasarkan Ayat (2) Pasal 49 Anggaran Rumah Tangga ini dapat mengajukan permohonan menjadi anggota Gerakan Pramuka kembali setelah memperbaiki kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Penerimaan kembali anggota Gerakan Pramuka berdasarkan Ayat (1) pasal ini, dilakukan dengan persetujuan dewan kehormatan di kwartir/gugusdepan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;PRAMUKA UTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 52&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramuka Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kepala Negara Republik Indonesia adalah Pramuka Utama Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pramuka Utama merupakan kedudukan kehormatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPENGURUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 53&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwartir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir adalah pusat pengelolaan Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif oleh pengurus kwartir yang terdiri atas para andalan, dengan susunan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Seorang Ketua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Beberapa orang Wakil Ketua yang merangkap sebagai Ketua Bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Seorang Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional atau seorang Sekretaris untuk jajaran kwartir yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Beberapa orang anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Ketua Kwartir dapat dipilih kembali, sebanyak-banyaknya untuk dua kali masa bakti secara berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Selama belum terbentuk pengurus kwartir yang baru sebagai hasil musyawarah, maka pengurus kwartir lama tetap melaksanakan tugasnya, dengan ketentuan tidak dibenarkan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang prinsip meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menandatangani pengeluaran uang di luar program kerja;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengubah struktur organisasi kwartir dan/atau mengadakan alih tugas staf;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mengubah status kekayaan kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kwartir menetapkan andalan urusan yang dikelompokkan dalam bidang-bidang yang bertugas memperlancar dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijaksanaan kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Kwartir menyusun suatu staf yang terdiri atas karyawan yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis dan administrasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal untuk Kwartir Nasional dan oleh Sekretaris untuk jajaran kwartir lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan Satuan Karya Pramuka, setiap kwartir membentuk Pimpinan Satuan Karya Pramuka yang Ketuanya adalah ex-officio anggota kwartir/andalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Pengurus kwartir terdiri dari unsur pengurus lama dan pengurus baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) Pengurus kwartir yang merupakan andalan setidaknya aktif dalam kepengurusan kwartir/gugusdepan 5 tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 54&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksana Harian Ketua Kwartir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Ketua Kwartir berhalangan, maka Ketua Kwartir menunjuk salah seorang Wakil Ketua untuk mewakili Ketua Kwartir selaku Pelaksana Harian.&lt;br /&gt;Pasal 55&lt;br /&gt;Pergantian Pengurus Kwartir Antarwaktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal andalan tidak dapat menjalankan tugasnya karena berbagai sebab, sehingga mengakibatkan kekosongan maka kwartir mengadakan Rapat Paripurna Andalan untuk menetapkan penggantian antarwaktu terhadap andalan yang bersangkutan. Penggantian ini dilaporkan dan/atau dikonsultasikan dengan Ketua Majelis Pembimbing Kwartir jajaran yang bersangkutan. Pengesahan penggantian dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Pasal 56&lt;br /&gt;Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir Nasional mempunyai tugas dan tanggungjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memimpin Gerakan Pramuka selama masa bakti Kwartir Nasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menetapkan kebijaksanaan pelaksanaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan melaksanakan keputusan Musyawarah Nasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menetapkan hal-hal yang tidak diatur dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan keputusan Musyawarah Nasional dalam bentuk keputusan Kwartir Nasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Musyawarah Nasional, dan keputusan Kwartir Nasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Membina dan membantu Kwartir Daerah, gugusdepan di Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, dan satuan karya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Nasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah, swasta dan organisasi masyarakat tingkat nasional yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka, dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Nasional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Bekerjasama dengan badan/organisasi di luar negeri, yang program dan tujuannya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban Kwartir Nasional kepada Musyawarah Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Nasional bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 57&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir Daerah mempunyai tugas dan tanggungjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memimpin Gerakan Pramuka di daerahnya selama masa bakti Kwartir Daerah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Melaksanakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Musyawarah Nasional, keputusan Kwartir Nasional, dan keputusan Musyawarah Daerah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Membina dan membantu Kwartir Cabang di wilayah daerahnya, termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Daerahnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat tingkat daerah, yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka, dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Daerah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di daerahnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Daerah kepada Musyawarah Daerah, sesuai dengan ketentuan yang berlaku;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Kwartir Daerah bertanggungjawab kepada Musyawarah Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 58&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir Cabang mempunyai tugas dan tanggungjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memimpin Gerakan Pramuka di cabangnya selama masa bakti Kwartir Cabang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Melaksanakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Musyawarah Nasional, keputusan Kwartir Nasional, keputusan Musyawarah Daerah, keputusan Kwartir Daerah, dan keputusan Musyawarah Cabang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Membina dan membantu Kwartir Ranting di wilayah cabangnya, termasuk pembinaan gugusdepan dan satuan karya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Cabangnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Berhubungan dan bekerjasama dengan instansi pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat tingkat cabang, yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka, dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Cabang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Daerah dan tembusan kepada Kwartir Nasional mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di cabangnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Cabang kepada Musyawarah Cabang sesuai dengan ketentuan yang berlaku;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Dalam melaksanakan tugasnya, Kwartir Cabang bertanggungjawab kepada Musyawarah Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 59&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas dan Tanggungjawab Kwartir Ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kwartir Ranting mempunyai tugas dan tanggungjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengelola Gerakan Pramuka di rantingnya selama masa bakti Kwartir Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Melaksanakan ketetapan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dalam pelaksanaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Musyawarah Ranting dan ketentuan lain yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Membina dan membantu para pembina pramuka di gugusdepan dan para pamong satuan karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Berhubungan dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Rantingnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Berhubungan dan bekerjasama dengan masyarakat setempat, instansi pemerintah, swasta di tingkat ranting, yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka, dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Menyampaikan laporan kepada Kwartir Cabang dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Daerah mengenai perkembangan Gerakan Pramuka di rantingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Menyampaikan pertanggungjawaban Kwartir Ranting kepada Musyawarah Ranting sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Membuat laporan tahunan, termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Rapat Kerja Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Dalam melaksanakan tugasnya Kwartir Ranting bertanggungjawab kepada Musyawarah Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 60&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gugusdepan dikelola secara kolektif oleh Pembina Gugusdepan yang terdiri dari Ketua Gugusdepan dibantu oleh pembina satuan dan pembantu pembina satuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Ketua Gugusdepan dipilih dari para Pembina Pramuka yang ada dalam gugusdepan yang bersangkutan pada Musyawarah Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 61&lt;br /&gt;Tugas dan Tanggungjawab Pembina Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pembina Gugusdepan mempunyai tugas dan tanggungjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengelola gugusdepannya selama masa bakti gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Melaksanakan ketetapan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting dalam pelaksanaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Musyawarah Gugusdepan dan ketentuan lain yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka dalam gugusdepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Membina dan mengembangkan organisasi, perlengkapan, dan keuangan gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Menyelenggarakan kepramukaan di dalam gugusdepannya dengan memberdayakan sumber daya gugusdepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Mengkoordinasikan pembina satuan, dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Gugusdepan dan orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Menjadikan semua anggota gugusdepannya sebagai insan kehumasan gerakan pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat di lingkungannya, dengan bantuan Majelis Pembimbing Gugusdepan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Menyampaikan laporan tahunan kepada Kwartir Rantingnya dengan tembusannya kepada Kwartir Cabang tentang perkembangan gugusdepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Menyampaikan pertanggungjawaban gugusdepan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Dalam melaksanakan tugasnya Pembina Gugusdepan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 62&lt;br /&gt;Satuan Karya Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Satuan Karya Pramuka (Saka) dikelola oleh Pimpinan Saka dan Pamong Saka dengan dibantu oleh beberapa Instruktur Saka dengan dukungan Majelis Pembimbing Saka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pamong Saka ditetapkan dan dilantik oleh Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang dari para Pembina Pramuka yang ada di wilayah kerjanya dan secara ex-officio menjadi anggota Pimpinan Satuan Karya di Kwartir Ranting atau Kwartir Cabangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 63&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas dan Tanggungjawab Pimpinan Saka dan Pamong Saka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pimpinan Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Membantu kwartir dalam menentukan kebijaksanaannya mengenai pemikiran, perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan satuan karya.;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Melaksanakan program kegiatan satuan karya yang telah ditentukan oleh kwartirnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Membantu kwartir melaksanakan pembinaan dan pengembangan saka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mengadakan hubungan dengan instansi atau badan lain yang berkaitan dengan sakanya, melalui kwartirnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Bertanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir tentang kegiatan sakanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Melaksanakan koordinasi antara Pimpinan Saka di semua jajaran di wilayah kerjanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan saka kepada kwartirnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Pimpinan Saka dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pamong Saka mempunyai tugas dan tanggungjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengelola pembinaan dan pengembangan Sakanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menjadi Pembina Saka dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Sakanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengusahakan instruktur, perlengkapan dan keperluan kegiatan sakanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mengadakan hubungan, konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka, kwartir, Majelis Pembimbing, gugusdepan dan saka lainnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Mengkoordinasikan instruktur dengan Dewan Kerja Saka yang ada dalam sakanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Menjadi anggota Pimpinan Saka di kwartirnya dengan baik dan bertanggung-jawab;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan dalam kegiatan pembinaan sakanya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Melaporkan perkembangan sakanya kepada kwartir dan Pimpinan Saka yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 64&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka adalah badan independen yang dibentuk Musyawarah Gerakan Pramuka dan bertanggungjawab kepada Musyawarah Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Susunan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Seorang Ketua;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Seorang Wakil Ketua;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Seorang Sekretaris;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Beberapa orang anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dibentuk dan disahkan oleh Musyawarah Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilantik bersama-sama dengan pengurus kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IX&lt;br /&gt;BIMBINGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 65&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Pembimbing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka, setiap gugusdepan, satuan karya dan kwartir membentuk Majelis Pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Majelis Pembimbing adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan dan bantuan moril, organisatoris, material dan finansial kepada gudep/satuan/kwartir bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Majelis Pembimbing bersidang sesuai dengan kebutuhan, dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Mejelis Pembimbing wajib mengadakan rapat konsultasi secara periodik dengan gudep/satuan/kwartir bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Majelis Pembimbing Satuan Karya Pramuka ada di tingkat Satuan Karya Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 66&lt;br /&gt;Organisasi Majelis Pembimbing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Majelis Pembimbing Gugusdepan dan Satuan Karya Pramuka berasal dari unsur-unsur orang tua anggota muda dan anggota dewasa muda/anggota saka dan tokoh masyarakat di lingkungan gugusdepan/saka yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Majelis Pembimbing Ranting, Cabang, Daerah, dan Nasional berasal dari unsur-unsur tokoh masyarakat pada tingkat masing-masing yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pembina Gugusdepan, Pamong Saka dan Ketua Kwartir secara ex-officio menjadi anggota Majelis Pembimbing bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Majelis Pembimbing terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Seorang Ketua;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Seorang Wakil Ketua;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Seorang Sekretaris;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Seorang Ketua Harian;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Beberapa orang anggota;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka dipilih dari antara anggota Majelis Pembimbing Gugusdepan/Satuan Karya Pramuka yang ada. Untuk jajaran ranting, cabang, dan daerah Ketua Majelis Pembimbing dijabat oleh Kepala Wilayah atau Kepala Daerah setempat, sedangkan untuk tingkat nasional Ketua Majelis Pembimbing Nasional dijabat oleh Presiden Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 67&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Majelis Pembimbing mengadakan hubungan timbal-balik secara periodik dengan gugusdepan, satuan karya pramuka dan kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Majelis Pembimbing mengadakan Rapat Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUSYAWARAH, RAPAT KERJA DAN REFERENDUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 68&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Di dalam Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Musyawarah Nasional diadakan lima tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di antara dua waktu Musyawarah Nasional dapat diadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Nasional Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Nasional atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Daerah yang ada, yang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional dengan disertai alasan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Selambatnya enam bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Nasional wajib mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 69&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta Musyawarah Nasional dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Peserta Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa terdiri atas utusan pusat dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Utusan pusat berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Nasional, diantaranya adalah seorang Ketua Dewan Kerja Nasional dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Utusan daerah berjumlah delapan orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah, diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan dua orang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah yang ada unsur cabangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah masing-masing harus berusaha supaya perutusannya terdiri atas putera dan puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Perutusan pusat dan daerah masing-masing mempunyai hak satu suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Pada Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa, anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan pusat atau daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 70&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Musyawarah Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Acara pokok Musyawarah Nasional adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penyampaian Pertanggungjawaban Kwartir Nasional selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Penetapan Rencana Strategik Gerakan Pramuka untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Penetapan Formatur dan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pelantikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Penetapan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Acara Musyawarah Nasional lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Acara Pertanggungjawaban Kwartir Nasional termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Nasional selama masa baktinya, yang dibuat oleh Kwartir Nasional dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan, sebelum diajukan kepada Musyawarah Nasional harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 71&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Ketua Kwartir Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Musyawarah Nasional menetapkan Ketua Kwartir Nasional untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional, Kwartir Nasional menyampaikan kepada Kwarda-Kwarda nama-nama calon Ketua Kwartir Nasional yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Musyawarah Nasional memilih secara langsung Ketua Kwartir Nasional dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Nasional terpilih untuk membentuk Kwartir Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Tim formatur sekurang-kurangnya lima orang di luar Ketua dan sebanyak-banyaknya tujuh orang, yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Nasional, Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Tim formatur dalam waktu tiga bulan membentuk pengurus Kwartir Nasional baru, yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Majelis Pembimbing Nasional untuk disahkan dan dilantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Ketua Kwartir Nasional sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Kwartir Nasional lama, sejak selesainya Musyawarah Nasional sampai dengan dilantiknya Kwartir Nasional baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 72&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Nasional atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Usul Kwartir Daerah harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Nasional selambat-lambatnya enam bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Nasional, Kwartir Nasional harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Nasional dan menyampaikan kepada semua Kwartir Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Usul dan bahan Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 73&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Musyawarah Nasional dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Nasional tersebut, dan terdiri atas unsur-unsur pusat dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 74&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan Keputusan Musyawarah Nasional dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Nasional Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Jika tidak dicapai mufakat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Nasional dan Musyawarah Nasional Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan, kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 75&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Di dalam setiap daerah Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Musyawarah Daerah diadakan lima tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di antara dua waktu Musyawarah Daerah dapat diadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua per tiga jumlah Kwartir Cabangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Daerah Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Daerah atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Cabang yang ada di daerah itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah dengan disertai alasan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Selambatnya empat bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Daerah wajib mengadakan Musyawarah Daerah Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 76&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta Musyawarah Daerah dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Daerah Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Peserta Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa terdiri atas utusan daerah dan cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Utusan daerah terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Daerah, diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Daerah dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Utusan cabang terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang seorang di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Perutusan daerah dan cabang masing-masing berhak satu suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Pada Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa, anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan daerah atau cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 77&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Musyawarah Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Acara pokok Musyawarah Daerah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pertanggungjawaban Kwartir Daerah selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menetapkan Formatur dan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pelantikan Ketua Kwartir Daerah terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Acara Musyawarah Daerah lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Daerah termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Daerah selama masa baktinya, yang dibuat oleh Kwartir Daerah dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan, sebelum diajukan kepada Musyawarah Daerah harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 78&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Ketua Kwartir Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Musyawarah Daerah menetapkan Ketua Kwartir Daerah untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah, Kwartir Daerah menyampaikan kepada Kwarcab-Kwarcab nama-nama calon Ketua Kwartir Daerah yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Musyawarah Daerah memilih secara langsung Ketua Kwartir Daerah dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Daerah terpilih untuk membentuk Kwartir Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang, yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Daerah, Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Daerah baru, yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Nasional untuk disahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Ketua Kwartir Daerah sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Kwartir Daerah lama, sejak selesainya Musyawarah Daerah sampai dengan dilantiknya Kwartir Daerah baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 79&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Daerah atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Daerah Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Usul Kwartir Cabang harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Daerah selambat-lambatnya tiga bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Selambat-lambatnya dua bulan sebelum Musyawarah Daerah atau Musyawarah Daerah Luar Biasa dilaksanakan, Kwartir Daerah harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Daerah dan menyampaikan kepada semua Kwartir Cabang dalam wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Usul dan bahan Musyawarah Daerah Luar Biasa diatur oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 80&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Musyawarah Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Daerah tersebut, dan terdiri atas unsur-unsur daerah dan cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 81&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan Keputusan Musyawarah Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Jika tidak dicapai mufakat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu, pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Keputusan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Daerah Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Keputusan Musyawarah Nasional, dan Keputusan Kwartir Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 82&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Di dalam setiap cabang Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Musyawarah Cabang diadakan lima tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di atara dua waktu Musyawarah Cabang dapat diadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kuranya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Cabang Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Cabang atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah Kwartir Ranting yang ada di cabang itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang dengan disertai alasan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Cabang wajib mengadakan Musyawarah Cabang Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 83&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta Musyawarah Cabang dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Cabang Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Peserta Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa terdiri atas utusan cabang dan ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Utusan cabang terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Cabang, diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Cabang dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Utusan ranting terdiri atas tujuh orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting, diantaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Perutusan cabang dan ranting masing-masing berhak satu suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Pada Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa, anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan cabang atau ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 84&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Musyawarah Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Acara pokok Musyawarah Cabang adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pertanggungjawaban Kwartir Cabang selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pelantikan Ketua Kwartir Cabang terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Acara Musyawarah Cabang lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Cabang termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Cabang selama masa baktinya, yang dibuat oleh Kwartir Cabang dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan, sebelum diajukan kepada Musyawarah Cabang harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 85&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Ketua Kwartir Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Musyawarah Cabang menetapkan Ketua Kwartir Cabang untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang, Kwartir Cabang menyampaikan kepada Kwarran-Kwarran nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Musyawarah Cabang memilih secara langsung tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Cabang terpilih untuk membentuk Kwartir Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang, yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Cabang, Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Cabang baru, yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Daerah untuk disahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Ketua Kwartir Cabang sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Kwartir Cabang lama, sejak selesainya Musyawarah Cabang sampai dengan dilantiknya Kwartir Cabang baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 86&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Cabang atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Cabang Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Usul Kwartir Ranting harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Cabang selambat-lambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Cabang atau Musyawarah Cabang Luar Biasa dilaksanakan, Kwartir Cabang harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Cabang dan menyampaikan kepada semua Kwartir Ranting dalam wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Usul dan bahan Musyawarah Cabang Luar Biasa diatur oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 87&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Musyawarah Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Cabang tersebut, dan terdiri atas unsur-unsur cabang dan ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 88&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan Keputusan Musyawarah Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Jika tidak dicapai mufakat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan Musyawarah menganggap perlu, pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Keputusan Musyawarah Cabang dan Musyawarah Cabang Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Keputusan Musyawarah Nasional/Daerah, dan Keputusan Kwartir Nasional/Daerah yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 89&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Di dalam setiap ranting Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Musyawarah Ranting diadakan tiga tahun sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di antara dua waktu Musyawarah Ranting dapat diadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan di rantingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Ranting Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Kwartir Ranting atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah gugusdepan yang ada di ranting itu dan harus diajukan secara tertulis kepada Kwartir Ranting dengan disertai alasan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Selambatnya dua bulan setelah usul tertulis diterima maka Kwartir Ranting wajib mengadakan Musyawarah Ranting Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 90&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta Musyawarah Ranting dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Ranting Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Peserta Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa terdiri atas utusan ranting dan gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Utusan ranting terdiri atas enam orang yang diberi kuasa oleh Kwartir Ranting, di antaranya adalah Ketua Dewan Kerja Ranting dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Utusan gugusdepan terdiri atas empat orang yang diberi kuasa oleh Pembina Gugusdepan, seorang di antaranya adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di gugusdepan yang bersangkutan dan seorang yang diberi kuasa oleh Majelis Pembimbing gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kwartir Ranting dan gugusdepan masing-masing harus berusaha supaya utusannya terdiri atas putera dan puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Perutusan ranting dan gugusdepan masing-masing berhak satu suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Pada Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa, anggota kehormatan dapat diundang sebagai peninjau. Saran dan usul peninjau dapat disalurkan lewat perutusan ranting atau gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 91&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Musyawarah Ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Acara pokok Musyawarah Ranting adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pertanggungjawaban Kwartir Ranting selama masa bakti termasuk pertanggung-jawaban keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menetapkan Rencana Kerja Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menetapkan formatur dan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pelantikan Ketua Kwartir Ranting terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Acara Musyawarah Ranting lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Acara pertanggungjawaban Kwartir Ranting termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Pertanggungjawaban keuangan Kwartir Ranting selama masa baktinya, yang dibuat oleh Kwartir Ranting dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan, sebelum diajukan kepada Musyawarah Ranting harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Kwartir Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 92&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Ketua Kwartir Ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Musyawarah Ranting menetapkan Ketua Kwartir Ranting untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting, Kwartir Ranting menyampaikan kepada gugusdepan-gugusdepan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Kwartir Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Musyawarah Ranting memilih secara langsung Ketua Kwartir Ranting dan tim formatur yang selanjutnya diketuai oleh Ketua Kwartir Ranting terpilih untuk membentuk Kwartir Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Tim formatur sekurang-kurangnya tiga orang dan sebanyak-banyaknya lima orang, yang terdiri atas unsur Majelis Pembimbing Ranting, Kwartir Ranting dan gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Tim formatur dalam waktu satu bulan membentuk pengurus Kwartir Ranting baru, yang selanjutnya diajukan kepada Ketua Kwartir Cabang untuk disahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Ketua Kwartir Ranting sebanyak-banyaknya menjabat dua kali masa bakti secara berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Kwartir Ranting lama, sejak selesainya Musyawarah Ranting sampai dengan dilantiknya Kwartir Ranting baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 93&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Ranting atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Ranting Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Usul gugusdepan harus diajukan secara tertulis oleh Pembina gugusdepan kepada Kwartir Ranting selambat-lambatnya dua bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Selambat-lambatnya satu bulan sebelum Musyawarah Ranting atau Musyawarah Ranting Luar Biasa dilaksanakan, Kwartir Ranting harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Ranting dan menyampaikan kepada semua gugusdepan dalam wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Usul dan bahan Musyawarah Ranting Luar Biasa diatur oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 94&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Musyawarah Ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Ranting tersebut, dan terdiri atas unsur-unsur ranting dan gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 95&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan Keputusan Musyawarah Ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Jika tidak dicapai mufakat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu, pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Keputusan Musyawarah Ranting dan Musyawarah Ranting Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Keputusan Musyawarah Nasional, Daerah, Cabang, dan Keputusan Kwartir Nasional, Daerah, Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 96&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Di dalam setiap gugusdepan Gerakan Pramuka kekuasaan tertinggi dipegang oleh Musyawarah Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Musyawarah Gugusdepan diadakan tiga tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Jika ada hal-hal yang luar biasa dan bersifat mendesak, maka di antara dua waktu Musyawarah Gugusdepan dapat diadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dinyatakan sah jika dihadiri oleh utusan dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diselenggarakan atas prakarsa Pembina Gugusdepan atau atas usul dari sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah orang yang berhak menghadiri Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa, yang harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan dengan disertai alasan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Selambatnya satu bulan setelah usul tertulis diterima maka Pembina Gugusdepan wajib mengadakan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 97&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta Musyawarah Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Peserta Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa terdiri atas para Pembina Pramuka, para Pembantu Pembina Pramuka, perwakilan Dewan Ambalan, perwakilan Dewan Racana dan perwakilan Majelis Pembimbing Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pada Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa setiap peserta yang hadir berhak satu suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 98&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Musyawarah Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Acara pokok Musyawarah Gugusdepan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pertanggungjawaban Pembina Gugusdepan selama masa bakti termasuk pertanggungjawaban keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menetapkan rencana kerja gugusdepan untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memilih Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pelantikan Ketua Gugusdepan terpilih oleh Ketua Presidium Musyawarah Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Acara pertanggungjawaban gugusdepan termasuk pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan sebelum acara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pertanggungjawaban keuangan gugusdepan selama masa baktinya, yang dibuat oleh Pembina Gugusdepan dengan bantuan seorang ahli administrasi keuangan, sebelum diajukan kepada Musyawarah Gugusdepan harus diteliti dan disahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 99&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Ketua Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Musyawarah Gugusdepan menetapkan Ketua Gugusdepan untuk masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Selambat-lambatnya tiga minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan, Ketua Gugusdepan menyampaikan nama-nama calon yang akan ikut dalam pemilihan Ketua Gugusdepan kepada semua yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Ketua Gugusdepan yang lama dapat dipilih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Ketua Gugusdepan lama, sejak selesainya Musyawarah Gugusdepan sampai dilantiknya Ketua Gugusdepan baru berstatus demisioner dan bertugas menyelesaikan hal-hal rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyampaian Usul dan Materi Musyawarah Gugusdepan atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Usul peserta harus diajukan secara tertulis kepada Pembina Gugusdepan selambat-lambatnya satu bulan sebelum waktu pelaksanaan Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Selambat-lambatnya dua minggu sebelum Musyawarah Gugusdepan atau Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dilaksanakan, Pembina Gugusdepan harus sudah menyiapkan secara tertulis bahan Musyawarah Gugusdepan dan menyampaikan kepada semua orang yang berhak hadir dalam Musyawarah Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Usul dan bahan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa diatur oleh Pembina Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 101&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Musyawarah Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dipimpin oleh suatu presidium yang dipilih oleh Musyawarah Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 102&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilan Keputusan Musyawarah Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa dicapai atas dasar Musyawarah untuk mufakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Jika tidak dicapai mufakat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa mengambil keputusan dengan cara pemungutan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keputusan adalah sah apabila memperoleh lebih dari seperdua jumlah suara yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pemungutan suara dilaksanakan secara lisan kecuali jika pimpinan musyawarah menganggap perlu, pemungutan suara dapat dilaksanakan secara tertulis dan rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Keputusan Musyawarah Gugusdepan dan Musyawarah Gugusdepan Luar Biasa tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Keputusan Musyawarah Nasional, Daerah, Cabang, Ranting dan Keputusan Kwartir Nasional, Daerah, Cabang, Ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 103&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah Pramuka Penegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Pramuka Pandega Puteri Putera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera (Musppanitera) diselenggarakan sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega khususnya dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) a. Musppanitera diselenggarakan sebelum Musyawarah Kwartirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hasil Musppanitera Nasional merupakan bagian dari Rencana Strategik Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Peserta Musppanitera terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dewan Kerja yang bersangkutan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Andalan sebagai penasehat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber, kecuali Musppanitera Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 104&lt;br /&gt;Acara Musyawarah Pramuka Penegak&lt;br /&gt;dan Pramuka Pandega Puteri Putera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Acara pokok Musppanitera adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Laporan pertanggungjawaban atas kebijakan yang dibuat oleh Dewan Kerja dalam melaksanakan tugas pokok dan Rencana Kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Evaluasi kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kerjanya selama masa bakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memberi masukan untuk kebijakan kwartir dalam pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Memilih calon anggota Dewan Kerja masa bakti berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Acara Musppanitera lainnya dapat diagendakan jika dipandang perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 105&lt;br /&gt;Pengambilan Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak&lt;br /&gt;dan Pramuka Pandega Puteri Putera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera dicapai atas dasar musyawarah untuk mufakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Apabila keputusan tidak tercapai melalui musyawarah maka keputusan diperoleh melalui pengambilan suara terbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 106&lt;br /&gt;Rapat Kerja dan Sidang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Rapat Kerja diselenggarakan oleh gugusdepan atau kwartir sebagai langkah pengendalian operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Rapat Kerja diselenggarakan satu tahun sekali di awal tahun program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Peserta Rapat Kerja terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Untuk Rapat Kerja Gugusdepan diikuti oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pembina Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pembina satuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) unsur anggota muda, anggota dewasa muda dan anggota dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Untuk Rapat Kerja Kwartir sedikitnya diikuti oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Andalan kwartir yang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketua dan Sekretaris Kwartir di bawahnya atau Pembina Gugusdepan untuk Kwartir Ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) unsur Dewan Kerja atau unsur Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk Kwartir Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Sidang Paripurna Pramuka Penegak dan Pandega merupakan wahana bagi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai langkah pengendalian operasional pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Sidang Paripurna dilaksanakan setiap satu tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Sidang Paripurna dilaksanakan setelah sidang paripurna jajaran di atasnya, kecuali Sidang Paripurna Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Peserta Sidang Paripurna terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dewan Kerja yang bersangkutan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Utusan Dewan Ambalan dan Dewan Racana untuk tingkat Ranting atau utusan Dewan Kerja di bawahnya untuk tingkat yang lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Andalan sebagai penasehat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Dewan Kerja di atasnya sebagai nara sumber, kecuali Sidang Paripurna Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) Peserta Rapat Kerja dan Sidang terdiri atas putera dan puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 107&lt;br /&gt;Referendum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Referendum diadakan apabila menghadapi persoalan yang mendesak yang harus diputuskan dan tidak dapat diputuskan sendiri oleh kwartir, sementara tidak mungkin untuk menyelenggarakan musyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Referendum dapat diselenggarakan oleh semua kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Referendum dilaksanakan secara tertulis, jelas, dan disusun sedemikian rupa sehingga jawaban atas referendum itu cukup dengan setuju dan tidak setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Batas waktu memberi jawaban ditentukan dan diumumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Referendum disepakati dan diterima jika disetujui oleh lebih dari seperdua jumlah pihak yang mempunyai hak suara, yaitu jumlah kwartir/gugusdepan yang ada di wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Hasil referendum diumumkan oleh kwartir yang bersangkutan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka di wilayahnya, selambat-lambatnya satu bulan setelah pelaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAPATAN DAN KEKAYAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 108&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pendapatan Gerakan Pramuka diperoleh dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Iuran anggota;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bantuan Majelis Pembimbing;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Sumber lain yang tidak bertentangan baik dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku maupun dengan Kode Kehormatan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Usaha dana, badan usaha, koperasi yang dimiliki Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Royalti atas hak milik intelektual yang dimiliki Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pendapatan Gerakan Pramuka yang berupa finansial disimpan di Bank atas nama organisasi Gerakan Pramuka dan dikelola Bendahara Kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 109&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iuran dan Usaha Dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Iuran anggota diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Usaha dana dapat dilakukan oleh badan usaha yang dibentuk oleh pengurus kwartir/gugusdepan yang bersangkutan dan tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Badan usaha dapat berbentuk badan usaha tetap, antara lain perseroan, dan koperasi atau dalam bentuk yayasan, dan secara insidental berwujud panitia usaha dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Badan-badan usaha atau yayasan tersebut bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir yang bersangkutan dan secara berkala memberikan laporannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kekayaan Gerakan Pramuka terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Benda tak bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Benda bergerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Hak milik atas kekayaan intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Benda tak bergerak meliputi tanah dan bangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Benda bergerak meliputi hasil usaha tetap, kendaraan, perlengkapan kantor, surat berharga, dan uang tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Hak milik intelektual yaitu hak atas merek, patent, dan hak cipta Gerakan Pramuka baik yang sudah ada maupun yang akan dimintakan di kelak kemudian hari, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Lambang/tanda gambar Silhouette Tunas Kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tulisan/Publikasi Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;Pasal 111&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan, Pemanfaatan, Pengusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Pengalihan Kekayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan merupakan wewenang dan dilaksanakan oleh pengurus kwartir masing-masing jajaran berdasarkan keputusan rapat pengurus kwartir/gugusdepan dengan konsultasi Majelis Pembimbing bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pengalihan kekayaan Gerakan Pramuka yang berupa aset tetap harus diputuskan berdasarkan hasil Rapat Pleno Pengurus Kwartir dan persetujuan Majelis Pembimbing.&lt;br /&gt;Pasal 112&lt;br /&gt;Pengawasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pengawasan atas pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan kwartir, serta lembaga-lembaga usaha dana dari aspek keuangan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka dilaporkan dalam Musyawarah Kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Neraca tahun anggaran kwartir diinformasikan di dalam Rapat Kerja Kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Apabila diperlukan, kwartir dapat menggunakan jasa akuntan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ATRIBUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 113&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Lambang Gerakan Pramuka adalah silhouette tunas kelapa, yang melambangkan bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka hendaknya serbaguna, seperti kegunaan seluruh bagian pohon kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Lambang Gerakan Pramuka digunakan pada berbagai alat dan tanda pengenal Gerakan Pramuka, yang warnanya disesuaikan dengan penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 114&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Bendera Gerakan Pramuka berbentuk segi empat panjang dan berukuran tiga berbanding dua, berwarna dasar putih, di tengah-tengahnya terdapat lambang Gerakan Pramuka berwarna merah, menghadap ke arah tiang bendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Di bagian atas dan bagian bawah bendera terdapat jalur merah dengan ukuran lebar 1/10 dari lebar bendera, letaknya 1/10 dari lebar bendera dari sisi atas dan sisi bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pada bagian tepi tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebar 1/8 dari panjang bendera dengan tulisan untuk kwartir nama kwartir, untuk gugusdepan nama kwartir dan nomor gugusdepannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 115&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Gerakan Pramuka memiliki Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kepada Gerakan Pramuka oleh Presiden Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Panji yang dimaksudkan dalam ayat (1) pasal ini disebut Panji Gerakan Pramuka yang disimpan di kantor Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan dikeluarkan pada setiap peringatan Hari Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 116&lt;br /&gt;Himne&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himne Gerakan Pramuka adalah lagu Satyadarma Pramuka karangan Husein Mutahar, yang syair lagunya berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami Pramuka Indonesia, manusia Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar jaya Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia tanah airku, Kami jadi pandumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 117&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian Seragam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Pakaian seragam Pramuka dimaksudkan untuk menarik, menimbulkan rasa bangga anggota Gerakan Pramuka, mendidik disiplin dan kerapian, serta menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Warna pakaian seragam pramuka adalah cokelat muda untuk bagian atas dan cokelat tua untuk bagian bawah, serta merah putih untuk pita dan setangan leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Warna cokelat muda dan cokelat tua dimaksudkan untuk mengingatkan kaum muda akan perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia pada masa perang kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 118&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lencana dan Tanda-tanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Gerakan Pramuka selain mengenakan lencana Gerakan Pramuka, juga mengenakan lencana World Organization of Scout Movement pada pakaian seragamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIII&lt;br /&gt;PEMBUBARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 119&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Hukum dari Pembubaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terjadi pembubaran Gerakan Pramuka, maka untuk penyelesaian harta benda milik seluruh Gerakan Pramuka dibentuk panitia penyelesaian harta benda, yang dibentuk oleh Musyawarah Nasional yang diadakan khusus untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAIN-LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 120&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Penyelenggaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan itu tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Petunjuk Penyelenggaraan atau panduan ditetapkan dengan keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 121&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Anggaran Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB XV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 122&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Hal-hal yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berdasarkan wewenang yang dilimpahkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2003 di Pontianak, Kalimantan Barat sesudah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka disahkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwartir Nasional Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. DR. dr. Azrul Azwar, MPH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-4879304339240462321?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/4879304339240462321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=4879304339240462321' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/4879304339240462321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/4879304339240462321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/tentang-anggaran-rumah-tangga-gerakan.html' title='Tentang anggaran Rumah Tangga gerakan Pramuka'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-4366885170756399538</id><published>2008-03-15T17:40:00.000+07:00</published><updated>2008-03-15T17:41:10.434+07:00</updated><title type='text'>Petunjuk penyelenggaran gugus depan Gerakan Pramuka</title><content type='html'>KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR : 137 TAHUN 1987&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK PENYELENGGARAAN GUGUSDEPAN GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang : bahwa Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan sebagaimana di tetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No : 024 Tahun 1980 perlu disempurnakan disesuaikan dengan perkembangan dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat : 1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No : 027 Tahun 1980 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No : 050 Tahun 1987 tentang Pokok-pokok Organisasi Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No : 090 Tahun 1987 tentang Gugusdepan Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No : 086 Tahun 1987 juncto No : 054 Tahun 1987 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Gugusdepan Pramuka yang Berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No : 053 Tahun 1987 tentang Pengendalian Gugusdepan Pramuka yang Berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No : 136 Tahun 1987 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Organisasi, Tugas dan Tatakerja Kwartir Ranting Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar : Saran Pimpinan dan Staf Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan pramuka No : 027 Tahun 1980 tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Jakarta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 14 September 1987,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwartir Nasional Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen TNI (Purn) Mashudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN I KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;NOMOR 137 TAHUN 1987&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEMPURNAAN PETUNJUK PENYELENGGARAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUGUS DEPAN GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dengan keputusan Kwarnas No. 127 tahun 1980 telah diterbitkan petunjuk penyelenggaraan gugusdepan, sebagai pedoman untuk menghimpun peserta didik yang terdiri dari Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Petunjuk penyelenggaraan tersebut perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang ditetapkan dengan keputusan Kwarnas No. 194 Tahun 1984 dan petunjuk penyelenggaraan pokok-pokok Organisasi Gerakan Pramuka yang ditetapkan dengan keputusan Kwarnas No. 50 tahun 1987&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Gerakan Pramuka merupakan salah satu wadah dan usaha pembinaan generasi muda, yaitu anak-anak dan pemuda yang berusia 7 sampai dengan 25 tahun, dengan menggunakan prinsip dasar pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Untuk menjamin keserasian, keselarasan dan kesinambungan dalam usaha pembinaan generasi muda melalui pendidikan kepramukaan, maka Gerakan Pramuka berusaha mengadakan hubungan yang erat dan kerjasama yang baik dengan orang tua dan guru peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pendidikan kepramukaan yang tujuannya menghasilkan manusia, warga negara dan anggota masyarakat yang memenuhi kebutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia, pada hakekatnya diselenggarakan di Gugusdepan, disingkat Gudep yang untuk pelaksanaannya memerlukan petunjuk penyelenggaraan yang meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pengertian, tujuan dan sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pimpinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tugas dan hubungan Pembina dengan peserta didik, serta tingkatan kecakapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tata kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Administrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Maksud dan tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Maksud petunjuk penyelenggaraan ini adalah untuk digunakan sebagai dasar dan pedoman dalam mengatur organisasi, tugas, administrasi dan tata kerja Gudep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tujuannya adalah menghimpun peserta didik yang terdiri dari Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam satu kesatuan organic yang disebut Gugusdepan, agar mudah dibina dan dikelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk penyelenggaraan ini didasarkan atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Keputusan Presiden RI No. 46 Tahun 1984 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 194 Tahun 1984 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 027 Tahun 1980 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 086 Tahun 1987 juncto Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 054 Tahun 1982 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Gugusdepan Pramuka yang Berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 053 Tahun 1987 tentang Pengendalian Gugusdepan Pramuka yang Berpangkalan di Kampus Perguruan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 50 Tahun 1987 tentang Pokok-pokok Organisasi Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 136 Tahun 1987 tentang Organisasi, Tugas dan Tata Kerja Kwartir Ranting Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. PENGERTIAN, SASARAN DAN TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gugusdepan, disingkat Gudep adalah suatu kesatuan organic dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka sebagai peserta didik dan pembina Pramuka, serta berfungsi sebagai pangkalan keanggotaan peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Anggota putera dan anggota puteri dihimpun dalam Gudep yang terpisah, masing-masing merupakan Gudep yang berdiri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Gudep Luar Biasa adalah Gudep yang anggotanya penyandang cacat jasmani atau mental, dan dapat menyelenggarakan kegiatan dalam Gudep sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Gudep lengkap lengkap terdiri atas satu perindukan Siaga, satu pasukan Penggalang, satu ambalan Penegak, dan satu racana Pandega, dengan pengertian sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Istilah perindukan digunakan untuk menyebut Satuan Pramuka Siaga yang dibagi dalam satuan-satuan kecil yang disebut barung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Satuan Pramuka Penggalang disebut pasukan yang dibagi dalam satuan-satuan kecil yang disebut regu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Satuan Pramuka Penegak disebut ambalan yang dibagi dalam satuan-satuan kecil yang disebut sangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Satuan Pramuka Pandega disebut racana yang tidak dibagi dalam satuan-satuan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Sangga Kerja adalah satuan Pramuka Penegak setingkat regu yang dibentuk atas dasar suatu tugas atau pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pemimpin adalah sebutan bagi peserta didik yang memimpin satuan tingkat regu kebawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Pembina adalah sebutan bagi anggota dewasa yang memimpin dan membina Pramuka di tingkat pasukan keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Gudep adalah untuk melaksanakan pendidikan kepramukaan, yang pada hakekatnya bertujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Membentuk sikap dan perilaku ke arah yang positip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menambah pengetahuan dan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Menguasai keterampilan dan kecakapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga para anggota Gerakan Pramuka menjadi manusia yang berkepribadian Indonesia, berwatak dan berbudi luhur, percaya kepada kemampuan diri sendiri, sanggup dan mampu membangun dirinya, serta bersama bertanggungjawab atas pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Untuk dapat mencapai tujuan Gudep tersebut pada butir 5, maka pada pada Pembina Pramuka yang bertugas di Gudep berusaha mencapai sasaran antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) menanamkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) menanamkan rasa cinta dan setia kepada tanah air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) menanamkan rasa percaya pada diri sendiri, tanggung jawab dan disiplin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) melatih panca indera, hasta karya dan berbagai kejuruan agar para peserta didik dapat menggunakan perasaan, akal dan keterampilannya secara seimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) melatih dalam hal kebersihan dan kesehatan jasmani dan mental dengan menggunakan sistem beregu, satuan terpisah antara putera dan puteri, serta penyesuaian dan perkembangan jasmani dan rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sistem among dan prinsip dasar pendidikan kepramukaan tersebut, dimaksudkan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) memelihara norma-norma kesusilaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) mengembangkan karya kreasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) memberi kebebasan kepada peserta didik untuk belajar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) memimpin dan dipimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) mengelola suatu kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) bertanggungjawab dan berdisiplin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) mengatur diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) kerjasama dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ketentuan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Gerakan Pramuka yang berkedudukan sebagai peserta didik, pembina Pramuka dan anggota majelis pembimbing Gudep (Mabigus), dihimpun dalam Gudep, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan ketentuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gudep dibentuk sebagai pangkalan keanggotaan peserta didik yang tidak menyandang cacat jasmani atau mental, yaitu di :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) lembaga pendidikan umum, termasuk asrama siswanya dan kampus perguruan tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) lebaga pendidikan keagamaan, termasuk masjid, pesantren, gereja dan tempat keagamaan lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) instansi pemerintah, termasuk kompleks perumahan pegawainya atau asrama ABRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) rukun warga (RW) atau rukun tetangga (RT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) perwakilan RI di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tiap pangkalan Gudep berkewajiban menerima anak-anak dan pemuda Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) yang bertempat tinggal di sekitar pangkalan masing-masing sehingga dapat dibentuk Gudep lengkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) dari semua golongan agama, dengan pengertian bahwa tiap golongan agama yang anggotanya dihimpun dalam satu gudep, dapat meningkatkan pendidikan keagamaannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pembina Gudep berusaha agar peserta didik tidak didaftar di dua pangkalan tersebut di atas, sehingga tidak menjadi anggota dari dua Gudep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Untuk anggota Gerakan Pramuka yang menyandang cacat jasmani atau mental, dibentuk Gudep Luar Biasa yang anggotanya teridiri atas penyandang cacat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Netra (golongan A)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Rungu Wicara (golongan B)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mental (golongan C)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Daksa (golongan D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Laras (golongan E)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Gudep-gudep di dalam negeri dihimpun dalam ranting, yang masing-masing meliputi satu wilayah kecamatan, dan diatur sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Gudep dibina dan dikendalikan oleh kwartir ranting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dalam keadaan tertentu Gudep dapat dihimpun dan dibina langsung oleh kwartir Cabang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Gudep-gudep yang berada di satu wilayah desa/kelurahan dikoordinasikan oleh Koordinator Gudep di tingkat desa, disingkat koordinator desa (Korsa), yang dipilih dari dan oleh para pembina Gudep di wilayah yang bersangkutan untuk masa bakti 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Gudep yang berpangkalan di kampus perguruan tinggi pembinaan dan pengembangannya dilakukan olehj kwartir cabang dibawah pembinaan dan pengembangan kwartir daerah yang bersangkutan di wilayah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Warga negara RI yang bertempat di luar negeri. Dengan persetujuan perwakilan RI, dapat mendirikan Gudep yang dibimbing dan dibantu oleh kelapa perwakilan RI yang bersangkutan selaku Ketua Mabigus di bawah pengendalian Kwartir Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Warga negara asing yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia dapat mendirikan Gudep bagi bangsanya atas izin pemerintah RI dengan rekomendasi Kwartir Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Anggota putera dan anggota puteri dihimpun dalam Gudep yang terpisah, masing-masing merupakan Gudep yang berdiri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Setiap Gudep menggunakan nomor yang diatur oleh kwartir cabang, kecuali Gudep yang ada di perwakilan RI diatur oleh Kwartir Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping nomor Gudep tersebut, suatu Gudep dapat pula menggunakan nama pahlawan, tokoh masyarakat, atau tokoh dalam ceritera rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bentuk Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gudep lengkap terdiri atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) satu Perindukan Siaga, terdiri atas anak-anak yang berusia 7 sampai dengan 10 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) satu Pasukan Penggalang terdiri atas remaja yang berusia 11 sampai dengan 15 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) satu Ambalan Penegak terdiri atas pemuda yang berusia 16 sampai dengan 20 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) satu Racana Pandega terdiri atas pemuda dewasa yang berusia 21 sampai dengan 25 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Satu Gudep dimungkinkan hanya terdiri atas satu atau dua golongan peserta didik, mengingat situasi dan kondisi pangkalan keanggotaan peserta didik, misalnya satu Gudep hanya mempunyai Perindukan Siaga atau mempunyai Perindukan Siaga dan Pasukan Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. dalam suatu Gudep yang terdiri atas satu atau dua golongan peserta didik, dimungkinkan Gudep tersebut mempunyai dua sampai 5 satuan untuk tiap golongan peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. pangkalan Gudep terebut pada butir 7 a dapat dibentuk satu Gudep putera dan satu Gudep puteri, yang masing-masing dapat terdiri atas beberapa satuan Pramuka sesuai dengan jumlah peserta didik yang ada; sehingga dimungkinkan dalam satu Gudep terdapat lebih dari satu Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak, atau Racana Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Apabila Perguruan Tinggi atau lembaga pendidikan mempunyai nagian atau lokasi yang berada di beberapa wilayah ranting, cabang atau daerah, maka dapat dibentuk Gudep yang bernaung pada wilayah ranting, cabang atau daerah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pembina Pramuka dalam satu Gudep yang berpangkalan di sekolah atau instansi pemerintah dapat terdiri atas tenaga guru, pejabat instansi atau tenaga dari luar sekolah atau luar intansi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ketentuan tiap Satuan dalam Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Perindukan Siaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Perindukan terdiri atas paling banyak 40 orang Pramuka Siaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Perindukan Siaga dibagi dalam satuan-satuan kecil yang dinamakan ‘barung’ yang masig-masing terdiri atas 5 sampai dengan 10 orang Pramuka Siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pembentukan barung dilakukan oleh para Pramuka Siaga dengan bantuan Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tiap barung memakai nama warna yang dipilih sendiri, misalnya Barung Merah atau Barung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Barung tidak memakai bendera barung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pasukan Penggalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pasukan terdiri atas paling banyak 40 orang Pramuka Penggalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pasukan Penggalang dibagi dalam satuan-satuan kecil yang dinamakan ‘regu’ yang masig-masing terdiri atas 5 sampai dengan 10 orang Pramuka Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pembentukan regu dilakukan oleh para Pramuka Penggalang sendiri, dan bila diperlukan dapat dibantu oleh Pembina dan Pembantu Pembina Pramuka Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tiap regu memakai nama yang dipilih sendiri, yaitu untuk regu putera digunakan nama hewan, dan regu puteri nama tumbuh-tumbuhan atau bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tiap regu ditandai dengan bendera regu bergambar yang sesuai dengan nama-nama regu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ambalan Penegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ambalan terdiri atas paling banyak 40 orang Pramuka Penegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ambalan Penegak dapat dibagi dalam satuan-satuan kecil yang disebut ‘sangga’ yang masig-masing terdiri atas 5 sampai dengan 10 orang Pramuka Penegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pembentukan sangga dilakukan oleh para Pramuka Penegak sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tiap sangga menggunakan nama dan lambing sesuai dengan aspirasinya, dengan ketentuan tidak menggunakan nama dan lambing yang sudah digunakan oleh badan dan organisasi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas, Ambalan Penegak dapat membentuk Sangga Kerja yang anggotanya terdiri dari anggota sangga yang telah ada. Sangga Kerja bersifat sementara sesuai dengan tugas yang harus dikerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Racana Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Racana terdiri atas paling banyak 40 orang Pramuka Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Racana Pandega tidak dibagi dalam satuan-satuan kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas, Racana Pandega dapat membentuk Kelompok Kerja yang anggotanya terdiri dari anggota racana yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PIMPINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Gugusdepan (Gudep)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gudep dibentuk oleh musyawarah Gudep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Gudep dipimpin oleh seorang Pembina Gudep yang dipilih oleh Musyawarah Gudep untuk masa bakti satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pembina Gudep menyusun pimpinan/pembina satuan Pramuka di Gudepnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) seorang Pembina Siaga dan tiga orang Pembantu Pembina Siaga untuk tiap perindukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) seorang Pembina Pengalang dan dua orang Pembantu Pembina Penggalang untuk tiap pasukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) seorang Pembina Penegak dan seorang Pembantu Pembina Penegak untuk tiap ambalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) seorang Pembina Pandega untuk setiap racana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pimpinan satuan dalam Gudep dapat merangkap jabatan sebagai pimpinan Gudep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Perindukan Siaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Perindukan dipimpin oleh seorang Pembina Siaga yang berusia sedikitnya 21 tahun, dibantu oleh tiga orang Pembantu Pembina Siaga yang berusia sedikitnya 16 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pembina dan Pembantu Pembina Siaga Putera dapat dijabat oleh pria atau wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pembina dan Pembantu Pembina Siaga Puteri harus dijabat oleh wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Barung dipimpin secara bergilir oleh seorang Pemimpin yang dipilih oleh dan dari para anggota barung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Untuk membantu Pemimpin Barung ditunjuk Wakil Pemimpin Barung dari para anggota barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Oleh para pemimpin Barung ditunjuk salah satu Pemimpin Barung untuk melaksanakan tugas ditingkat perindukan yang disebut Pemimpin Barung Utama, dipanggil Sulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Barung Utama tersebut tetap memimpin barungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Untuk pendidikan kepemimpinan para Pramuka Siaga, diadakan Dewan Perindukan Siaga, disingkat Dewan Siaga, yang terdiri atas para Pemimpin Barung, Wakil Pemimpin Barang, Pemimpin Barung Utama dan Pembina Siaga serta Pembantu Pembina Siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Dewan Siaga mengadakan pertemuan sebulan sekali dipimpin Pembina Siaga atau Pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Dewan Siaga bertugas mengurus dan mengatur kegiatan-kegiatan Perindukan Siaga dan menjalankan putusan-putusan yang diambil oleh Dewan Siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Pasukan Penggalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pasukan dipimpin oleh seorang Pembina Penggalang yang berusia sedikitnya 23 tahun, dibantu oleh tiga orang Pembantu Pembina Penggalang yang berusia sedikitnya 21 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pembina dan Pembantu Pembina Penggalang Putera harus dijabat oleh pria, sedangkan Pembina dan Pembantu Pembina Penggalang Puteri harus dijabat oleh wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Regu dipimpin secara bergilir oleh seorang Pemimpin yang dipilih oleh dan dari para anggota regu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Untuk membantu Pemimpin Regu ditunjuk Wakil Pemimpin Regu dari para anggota regu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Oleh dan dari para pemimpin Regu dipilih seorang untuk melaksanakan tugas ditingkat pasukan yang disebut Pemimpin Regu Utama, dipanggil Pratama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Untuk pendidikan kepemimpinan para Pramuka Penggalang, diadakan Dewan Pasukan Penggalang, disingkat Dewan Penggalang, yang terdiri atas para Pemimpin Regu, Wakil Pemimpin Regu, Pemimpin Regu Utama dan Pembina Penggalang dan para pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Dewan Penggalang mengadakan rapat sebulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketua Dewan Penggalang adalah Pratama, sedangkan jabatan Penulis dan Bendahara Dewan Penggalang dipegang secara bergilir oleh para anggota Dewan Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Dewan Penggalang bertugas mengurus dan mengatur kegiatan-kegiatan Pasukan Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Dalam Rapat Dewan Penggalang, Pembina dan Pembantunya bertindak sebagai penasehat, pengarah, pembimbing, serta mempunyai hak mengambil keputusan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggung jawab para Pramuka Penggalang, diadakan Dewan Kehormatan Pasukan Penggalang, yang terdiri atas para Pemimpin Regu, Wakil Pemimpin Regu, Pemimpin Regu Utama dan Pembina Penggalang dan para pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Dewan Kehormatan Penggalang bersidang dalam hal terjadi peristiwa yang menyangkut tugas Dewan Kehormatan Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Hasil keputusan sidang dilaporkan kepada Pembina Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Penggalang adalah Pembina Penggalang dan Pembantunya, sedang Sekretaris Dewan adalah alah seorang Pemimpin Regu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Dewan Kehormatan Penggalang berkewajiban untuk menentukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) pelantikan, pemberian TKK, tanda penghargaan dan lain-lain kepada Pramuka Penggalang yang berjasa dan berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) pelantikan Pemimpin dan Wakil Pemimpin Regu serta Pratama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) tindakan terhadap pelanggaran kode kehormatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) rehabilitasi anggota Pasukan Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Ambalan Penegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ambalan Penegak dipimpin oleh seorang Pembina Penegak yang berusia sekurang-kurangnya 26 tahun, dibantu Pembantu Pembina Penegak yang berusia sedikitnya 26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pembina Penegak dan Pembantu Pembina Penegak Putera harus dijabat oleh pria, sedangkan untuk puteri harus dijabat oleh wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Untuk mengembangkan kepemimpinan di ambalan dibentuk Dewan Ambalan Penegak disingkat Dewan Penegak yang dipimpin oleh Ketua yang disebut Pradana dengan susunan sebagai berikut:.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Seorang Ketua yang disebut Pradana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Seorang Wakil Ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Seorang Sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Seorang Bendahara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Beberapa Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan tersebut dipilih dari pemimpin-pemimpin dan wakil Pemimpin Sangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Masa bakti Dewan Penegak adalah satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Ambalan mengadakan musyawarah sedikitnya enam bulan sekali dengan acara antara lain melaporkan kegiatan yang telah lalu dan menjabarkan rencana kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggung jawab para Pramuka Penegak, dibentuk Dewan Kehormatan Penegak, yang terdiri atas Anggota Dewan Penegak dan Pembina Penegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Kehormatan Penagak bersidang untuk membahas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Penegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) pelantikan, penghargaan atas prestasi/jasanya dan pelanggaran terhadap kode kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Dalam Dewan Kehormatan Penegak, Pembina dan Pembantunya bertindak sebagai pengarah dan penasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Racana Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Racana dipimpin oleh seorang Pembina Pandega yang berusia sekurang-kurangnya 30 tahun, dibantu Pembantu Pembina Pandega yang berusia sedikitnya 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pembina dan Pembantu Pembina Pandega Putera harus dijabat oleh pria, Pembina dan Pembantu Pembina Pandega Puteri harus dijabat oleh wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Untuk mengembangkan kepemimpinan di Racana dibentuk Dewan Racana Pandega disingkat Dewan Pandega yang dipimpin oleh seorang Ketua, dengan susunan sebagai berikut:.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Seorang Ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Seorang Wakil Ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Seorang Sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Seorang Bendahara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Seorang Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Masa bakti Dewan Pandega adalah satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Racana mengadakan musyawarah sedikitnya enam bulan sekali dengan acara antara lain melaporkan kegiatan yang telah lalu dan menjabarkan rencana kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Untuk membina kepemimpinan dan rasa tanggung jawab para Pramuka Pandega, dibentuk Dewan Kehormatan Pandega, yang terdiri atas para anggota racana yang telah dilantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Kehormatan Pandega bersidang untuk membahas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) peristiwa yang menyangkut kehormatan Pramuka Penegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) pelantikan, penghargaan atas prestasi/jasanya dan pelanggaran terhadap kode kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Dalam Dewan Kehormatan Penegak, Pembina bertindak sebagai konsultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. TUGAS DAN HUBUNGAN PEMBINA DENGAN PESERTA DIDIK&lt;br /&gt;SERTA TINGKATAN KECAKAPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Tugas dan tanggungjawab Pembina Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembina Gudep mempunyai tugas dan tanggungjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. memimpin Gudepnya selama satu masa bakti Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. melaksanakan ketetapan kwarcab dan kwarran dalam melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, dan keputusan Gudep serta ketentuan lain yang berlaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka dalam Gudepnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. membina dan mengembangkan organisasi, perlengkapan dan keuangan Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. menyelenggarakan pendidikan kepramukaan di dalam Gudepnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. memimpin pembina satuan, dan bekerjasama dengan majelis pembimbing Gudep dan orang tua peserta didik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. mengadakan kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat di lingkungannya dengan bantuan majelis pembimbing Gudepnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. menyampaikan laporan tahunan kepada Korsa dan Kwarran, serta menyampaikan tembusannya kepada Kwarcab tentang perkembangan Gudepnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. menyampaikan pertanggungjawaban Gudep kepada musyawarah Gudep sesuai dengan ketenbtuan yang berlaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan tugasnya pembina Gudep bertanggungjawab kepada musyawarah Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Tugas Pembina Satuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembina satuan mempunyai tugas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. membina para Pramuka dalam satuan masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. membantu pembina Gudep dalam rangka pelaksanaan kerjasama dan hubungan timbal balik antara Gerakan Pramuka dengan orang tua/wali Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. memberi laporan kepada pembina Gudep tentang perkembangan satuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. berusaha meningkatkan kemampuan dan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. bertanggungjawab kepada pembina Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Hubungan Prmbina dengan peserta didik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hubungan antara Pembina dengan peserta didik adalah seperti hubungan antara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ibu dengan anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bapak dengan anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Guru dengan muridnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kakak dengan adiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sesama sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hubungan antara Pembina dengan peserta didik diwujudkan dalam panggilan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ibunda atau Ayahanda, disingkat Bunda atau Yanda untuk Pembina Siaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bucik atau Pakcik untuk Pembantu Pembina Siaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kakak disingkat Kak untuk Pembina Penggalang dan para pembantunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kakak disingkat Kak untuk Pembina Penegak dan para pembantunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kakak disingkat Kak untuk Pembina Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Pengembangan kepemimpinan Penegak dan Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melatih dan mengembangkan kepemimpinan terutama kepada Penegak dan Pandega, maka para Pembina wajib :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. mempersiapkan dan memberi kesempatan kepada para Penegak dan Pandega untuk membantu Pembina mengasuh Siaga dan Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. menyerahkan sejauh mungkin penyelenggaraan suatu kegiatan yang menyangkut antara lain tata tertib, tata usaha dan pengurusan keuangan dengan sikap dan wewenang tut wuri handayani kepada peserta didik tanpa melepaskan pengawasan yang sewajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. menganjurkan kepada peserta didiknya agar masing-masing tanpa melepaskan diri dari satuannya menjadi anggota salah satu Satuan Karya atau Sangga Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. mengusahakan kegiatan yang bersifat bakti pada masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. mendorong dan membimbing agar peserta didiknya berusaha meningkatkan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Tingkatan kecakapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Gudep, golongan Pramuka masing-masing mempunyai tingkatan kecakapan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tingkatan Kecakapan untuk Siaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Siaga Mula, yaitu tingkatan kecakapan bagi Pramuka Siaga yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Siaga Mula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Siaga Bantu, yaitu tingkatan kecakapan bagi Pramuka Siaga yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Siaga Bantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Siaga Tata, yaitu tingkatan kecakapan bagi Pramuka Siaga yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Siaga Tata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tingkatan Kecakapan untuk Penggalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Penggalang Ramu, yaitu tingkatan kecakapan bagi Pramuka Siaga yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Penggalang Ramu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Penggalang Rakit, yaitu tingkatan kecakapan bagi Pramuka Siaga yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Penggakang Rakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Penggalang Terap, yaitu tingkatan kecakapan bagi Pramuka Siaga yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Penggalang Terap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tingkatan Kecakapan untuk Penegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Penegak Bantara, yaitu tingkatan kecakapan bagi Pramuka Siaga yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Penegak Bantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Penegak Laksana, yaitu tingkatan kecakapan bagi Pramuka Siaga yang telah memenuhi syarat kecakapan umum tingkat Penegak Laksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tingkatan Kecakapan untuk Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pandega hanya ada satu tingkatan kecakapan, yaitu Pandega yang dicapainya setelah memenuhi syarat kecakapan umum Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. TATA KERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Pembentukan Gudep di dalam negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Atas prakarsa kepala sekolah/instansi pemerintah dan masyarakat sekitar pangkalan Gudep, diadakan pertemuan dengan para orang tua anak-anak dan pemuda serta tokoh masyarakat setempat untuk membicarakan/memusyawarahkan gagasan pembentukan Gudep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan tersebut diundang juga seorang wakil Kwarran untuk memberi penjelasan seperlunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Untuk penyelenggaraan suatu Gudep diperlukan adanya suatu majelis pembimbing Gudep, disingkat Mabigus yang berkewajiban memberi bimbingan dan bantuan morel, organisatoris, materiel dan finansiel kepada Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pertemuan tersebut pada butir 20a merupakan musyawarah yang pertama-tama memilih Pembina Gudep dan Ketua Mabigus yang dijabat oleh seorang pimpinan sekolah/instansi pemerintah atau tokoh masyarakat di sekitar pangkalan Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mabigus disusun oleh Ketua Mabigus, bersama-sama Pembina Gudep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan organisasinya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) seorang ketua yang dipilih oleh musyawarah Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) seorang atau beberapa orang wakil ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) seorang sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) beberapa orang anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) pembina Gudep secara ex-officio nebjadi anggota Mabigus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pembina Gudep, dibantu oleh Mabigus, menyusun pembina satuan Pramuka di Gudepnya seperti tersebut pada paragraf IV butir 10c.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mabigus mengusahakan agar para pembina satuan Pramuka di Gudepnya dapat bekerja praktek pada suatu Gudep yang sudah berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Untuk langkah selanjutnya Pembina Gudep dan para pembina satuan Pramuka menghimpun dan mengelompokkan anak-anak dan pemuda yang berminat jadi Pramuka dalam perindukan Siaga, pasukan Penggalang, ambalan Penegak dan racana Pandega, sesuai dengan paragraf III butir 8a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Peresmian Gudep baru dilakukan dalam suatu upacara dengan mengundang orang tua calon peserta didik, tokoh-tokoh masyarakat, para pejabat pemerintahan setempat, Kwarran yang berdekatan, Mabigus, Pembina Gudep tetangga dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Pembentukan Gudep Perwakilan RI di luar negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kepala Perwakilan RI menghubungi atau mendapatkan informasi dari ‘Headquarter of National Scouting’ negara yang bersangkutan, tentang kemungkinan dizinkannya membentuk Gudep Gerakan Pramuka di Perwakilan RI tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Atas prakarsa Kepala Perwakilan RI setempat diadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan orang tua anak-anak dan pemuda serta pelajar Indonesia yang bertempat tinggal di luar negeri (setempat) untuk membentuk Gudep Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pertem,uan tersebut bermusyawarah untuk membentuk Mabigus yang dipilih oleh tokoh masyarakat Indonesia setempat di luar negeri. Ketua Mabigus ex-officio dijabat Kepala Perwakilan RI, dan pengurus lainnya dipilih dari anggota Perwakilan RI yang lainnya, sehingga Mabigus terdiri atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) seorang ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) seorang atau beberapa orang wakil ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) seorang sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) beberapa orang anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pertemuan/musyawarah tersebut pada butir 21c juga memilih Pembina Gudep yang bersama-sama Mabigus memilih beberapa orang untuk menjadi Pembina Satuan Pramuka. Mabigus mengusahakan agar para Pembina Pramuka dapat mengikuti kursus Pembina Pramuka Mahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Untuk langkah selanjutnya Pembina Gudep dan para pembina satuan Pramuka menghimpun dan mengelompokkan anak-anak dan pemuda serta pelajar Indonesia yang berminat jadi Pramuka dalam perindukan Siaga, pasukan Penggalang, ambalan Penegak dan racana Pandega, sesuai dengan bentuk organisasi Gudep di dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Ketua Mabigus memberitahukan kepada ‘Headquarter of National Scouting’ setempat tentang telah terbentuknya Gudep Gerakan Pramuka, setelah mendapat pengesahan dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Peresmian Gudep di luar negeri dilakukan dalam suatu upacara dengan mengundang masyarakat Indonesia, orang tua calon peserta didik, dan organisasi ‘Scouting’ setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Pembina Gudep kemudian selalu mengadakan hubungan dan kerjasama dengan organisasi ‘Scouting’ setempat, dan Gudep yang telah terbentuk dapat ditunjuk mewakili Gerakan Pramuka untuk mengikuti kegiatan ‘Scouting’ yang diselenggarakan oleh negara sahabat terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Musyawarah Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Di dalam setiap Gudep, kekuasaan tertinggi terletak pada musyawarah Gudep, disingkat Mugus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pembina Gudep menyelenggarakan Mugus sekali dalam satu tahun, dan menjabat sebagai pemimpin Mugus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Peserta Mugus terdiri dari para pembina Pramuka, para pembantu Pramuka, perwakilan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, yang telah memenuhi kewajiban membayar iuran anggota serta utusan Mabigus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Acara pokok Mugus adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) pertanggungjawaban pembina Gudep selama masa baktinya, termasuk pertanggungjawaban keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) rencana kerja Gudep untuk masa bakti berikutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) pemilihan pembina Gudep baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pertanggungjawaban keuangan Gudep selama masa baktinya, yang dibuat oleh pembina Gudep dengan bantuan ahli administrasi keuangan, dan sebelum diajukan ke Mugus diteliti dan disahkan oleh suatu panitia verifikasi yang dibentuk oleh Mugus yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Hubungan kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Untuk memudahkan suatu kerjasama yang serasi dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawab pembina Gudep, maka perlu diselenggarakan rapat Gudep secara periodic yang dipimpin oleh Pembina Gudep dan diikuti para pembina satuan Pramuka serta para pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mabigus bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam waktu tiga bulan, dan dipimpin oleh Ketua Mabigus serta diikuti oleh Pembinba Gudep selaku anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Agar Mabigus dapat berperan secara nyata dan aktif, serta dapat memberi bimbingan dan bantuan secara konsepsional, efisien dan efektif, maka harus ada hubungan kerja yang serasi dan sangat erat antara Pembina Gudep dan Mabigus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Untuk menunjang pelaksanaan pendidikan dan kegiatan kepramukaan di tingkat Gudep, perlu diadakan hubungan dan kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat dilakukan dengan pendekatan pribadi secara Pramuka, sehingga dapat terwujud ‘saling asih, saling asah dan saling asuh’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Dewan Kehormatan Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dewan Kehormatan Gudep dibentuk untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Menilai sikap dan perilaku anggota Gerakan Pramuka di tingkat Gudep, yang melanggar kode kehormatan atau merugikan nama baik Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menilai sikap, perilaku, dan jasa seseorang untuk mendapatkan tanda penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dewan Kehormatan Gudep terdiri atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mabigus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pembina Gudep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Para Pembina satuan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Dewan ambalan/racana (apabila diperlukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Pelaksanaan latihan/kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pelaksanaan latihan/kegiatan golongan peserta didik masing-masing dilakukan secara terpisah, dengan praktek dan secara praktis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak mungkin dengan praktek, berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan kepada peserta didik menerapkan pengetahuan dan kecakapan yang sesuai dengan usia, kemampuan jasmani dan rohaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara praktis, yaitu sederhana, mudah, memanfaatkan sumber daya yang ada dan menghemat biaya, tetapi berhasil guna dan bertepat guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. ADMINISTRASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Penerimaan dan kepindahan anggota Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penerimaan anggota Pramuka dalam Gugusdepan dilaksanakan oleh Pembina Gudep dengan dicatat dalam Buku Induk Anggota Gudep yang terperinci menurut golongan. Selanjutnya diserahkan kepada Pembina yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jika seorang Pramuka pindah ke lain Gudep, Pembina Gudep yang bersangkutan memberi surat keterangan tentang diri Pramuka tersebut dan melaporkan kepada Ketua Kwartir Ranting yang bersangkutan serta mengadakan perubahan dalam Buku Induk Anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Buku-buku administrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Buku Induk berisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Nama anggota serta golongannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tempat dan tanggal lahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Alamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Golongan darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sekolah/pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Nama orang tua/wali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Alamat orang tua/wali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Pekerjaan orang tua/wali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Kegemaran (hobby)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) Keterangan lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Buku Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Buku acara kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Buku INventaris barang dan alat-alat perlengkapan milik gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Buku agenda dan buku ekspedisi surat menyurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Buku harian berisi catatan tentang segala kegiatan, kejadian dan hal ikhwal sekitar gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Berkas/kartu data pribadi setiap anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Buku risalah rapat/pertemuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Laporan dan pendaftaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gudep harus memberi laporan secara berkala kepada Kwarran tentang perkembangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Setiap tahun pada bulan Januari, Gudep harus mendaftarkan kembali dengan menyerahkan laporan tahunan kepada Kwarcab melalui Kwarran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Gudep yang telah mendaftarkan kembali sesuai dengan butir 28b oleh Kwarcab diberikan Tanda Pendaftaran Ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Penghasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan gugusdepan diperoleh dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. iuran anggota-anggotanya yang besarnya ditentukan oleh Mugus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. bantuan dari pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. bantuan dari masyarakat yang tidak mengikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. lain-lain sumber yang tidak bertentangan dengan perundang-undangan negara, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Iuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Para Pramuka, para Pembina Pramuka, dan anggota Mabigus wajib membayar iuran bulanan kepada Gudepnya, yang jumlahnya ditentukan dalam musyawarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Gudep wajib membayar uang iuran kepada Kwarran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Tanda Anggota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Para Pramuka menerima Tanda Anggota Gerakan Pramuka pada saat pelantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Para Pembina Pramuka, para anggota Mabigus menerima Tanda Anggota Gerakan Pramuka dari Kwartir Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Sebagai penutup dapat dikatakan, bahwa pada hakekatnya segala usaha, tindakan dan kegiatan kwartir-kwartir Gerakan Pramuka terutama diarahkan kepada pembinaan dan pengembangan Gudep Gerakan Pramuka, karena pembinaan dan pendidikan anak-anak dan pemuda Indonesia melalui Gerakan Pramuka pertama-tama diselenggarakan di Gudep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Hal-hal yang belum diatur dalam petunjuk penyelenggaraan Gudep ini akan diatur lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 14 September 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwartir Nasional Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen TNI (Purn) Mashudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN II KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR 137 TAHUN 1987&lt;br /&gt;STRUKTUR ORGANISASI GUGUSDEPAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-4366885170756399538?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/4366885170756399538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=4366885170756399538' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/4366885170756399538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/4366885170756399538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/petunjuk-penyelenggaran-gugus-depan.html' title='Petunjuk penyelenggaran gugus depan Gerakan Pramuka'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-6117219159611994679</id><published>2008-03-15T17:37:00.000+07:00</published><updated>2008-03-15T17:38:47.331+07:00</updated><title type='text'>Tentang petunjuk Penyelenggaran Pakaian Seragam Pramuka</title><content type='html'>KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR 088 TAHUN 1981&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN PAKAIAN SERAGAM PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang : 1. bahwa keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1974 di Manado, Sulawesi Utara, menyatakan agar Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian SeragamPramuka supaya disempurnakan, disesuaikan dengan tujuan Gerakan Pramuka dan selera anak-anak dan pemuda-pemuda, serta sesuai dengan perkembangan masyarakat ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. bahwa untuk menertibkan pelaksanaan penggunaan pakaian seragam Pramuka perlu disempurnakan petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka yang mencakup pakaian seragam putri maupun putra ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut diatas, perlu menerbitkan Petunjuk Penyelenggaraan baru, sebagai pengganti dan penyempurnaan Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka tersebut pada lampiran Keputusan Kwartir Nasional GerakanPramuka Nomor 104/KN/74 Tahun 1974.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keputusan Prasiden Republik Indonesia nomor 12 Tahun 1971 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 045/KN/74 Tahun 1974 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Nasional Nomor 104/KN/74 Tahun 1974 tentang Petunjuk Panyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan : Kesepakatan Andalan Daerah Puteri pada Temu Karya tanggal 12-14 Mei 1980 di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar : 1. Saran-saran Andalan Nasional Harian ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saran-saran staf Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Mancabut Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 104/KN/74 Tahun 1974, tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Menetapkan Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Pramuka seperti yang tertera pada lampiran surat keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Menginstruksikan kepada Kwartir dan Satuan Gerakan Pramuka di seluruh Indonesia untuk melaksanakan isi keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Apabila kemudian ternyata terdapat kekeliruan dalam surat keputusan ini maka akan diadakan pembetulan sebagaimanan mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 18 Juni 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen TNI (Purn) Mashudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR 088 TAHUN 1981&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK PENYELENGGARAAN PAKAIAN SERAGAM PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 1. Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gerakan Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan yang merupakan satu-satunya wadah pendidikan kepramukaan yang menggunakan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan di Indonesia. Sebagai organisasi pendidikan, maka di samping segala sesuatu diusahakan bernilai pendidikan juga Gerakan Pramuka mempunyai ciri khas, yang membedakan dengan organisasi lain, yaitu antara lain digunakannya pakaian seragam Pramuka dan tanda pengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sesuai dengan pendidikan yang dilakukan di dalam Gerakan Pramuka, maka pakaian seragam inipun merupakan alat pendidikan, yang diharapkan dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku Pramuka yang mengenakannya. Penggunaan warna coklat muda dan coklat tua mengingatkan para pramuka akan pakaian yang digunakan oleh pejuang-pejuang kita di masa revolusi yang lalu, dan para prajurit yang berada di garis pertempuran. Oleh karena itu penggunaan pakaian seragam ini dipakai untuk menanamkan jiwa patriotisme yang besar dikalangan Pramuka. Di samping itu pakaian seragam ini harus praktis, menarik, menyenangkan dan membanggakan bagi pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Semua anggota Pramuka mengenakan pakaian seragam Pramuka, yang bentuk, corak, warna dan tata cara pemakaiannya diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Bentuk, corak dan tata cara pemakaian tersebut disesuaikan dengan jenis pemakaiannya puteri dan putera, perkembangan jasmani dan rokhani anak didik, kegiatan yang bisa dilakukan dalam kepramukaan dan disesuaikan dengan perkembangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Maksud Petunjuk Penyelenggaraan ini adalah untuk memberi pedoman kepada Kwartir dan satuan Pramuka, untuk menertibkan pemakaian pakaian seragam Pramuka agar dapat menunjang usaha mencapai tujuan Gerakan Pramuka, serta memberi petunjuk kepada para Pramuka Puteri dan Putera tentang pemakaian pakaian seragam secara tertib dan rapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 2. Ruang Lingkup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Penyelenggaraan ini meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pendahuluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengertian dan Fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pakaian Seragam Pramuka Puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pakaian Seragam Pramuka Putera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tata cara pemakaian Pakaian Seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 3 Pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pakaian Seragam Pramuka adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka, yang bentuk, corak, warna dan tata cara pemakaian seragam, sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pakaian Seragam Pramuka menurut keperluannya dibagi dalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pakaian Seragam Harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pakaian Seragam Perkemahan, kerja bakti dan olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pakaian Seragam Khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pakaian Seragam Satuan Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pakaian Seragam Pramuka terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup Kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Blus untuk Pramuka Puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Kemeja untuk Pramuka Putera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Rok Pramuka untuk Pramuka Puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Celana Pramuka untuk Pramuka Putera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pita leher untuk Pramuka Puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Setangan leher untuk Pramuka Putera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) Ikat pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) Tas untuk Pramuka Puteri (Penegak, Pandega, Pembina, Andalan dan anggota Majelis Pembimbing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUNGSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 4. Fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pakaian Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menumbuhkan rasa jiwa kesatuan dan jiwa Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memberi latihan/pendidikan tentang kerapihan, kesederhanaan, keindahan dan kesopanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menanamkan harga diri, kebangsaan nasional, jiwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Menanamkan rasa disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAKAIAN SERAGAM PRAMUKA PUTERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 5. Pakaian Seragam Harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian Seragam Harian terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tutup Kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Baju Pramuka (blus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Rok Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pita Leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kaos kaki (hanya untuk pramuka Siaga dan Penggalang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Ikat pinggang (hanya untuk Pramuka Penggalang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Tas (hanya untuk Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan Pembina Pramuka, Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Tanda-tanda Pengenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 6. Jenis Pakaian Seragam Harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna coklat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk topi joki dengan lima potongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) pada batas tiap potongan diberi bis ¼ cm berwarna coklat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) pada bagian atas, tepat pada pertemuan potongan-potongan, diberi bulatan hiasan, bergaris tengah antara 1 sampai 3 cm berwarna coklat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) bagian belakang dari topi itu diberi ban elastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) leher lidah topi 5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka/blus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna coklat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk baju kurung berlengan pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) ditambah lipatan hiasan melintang di dada selebar 2 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) kerah baju model shiller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) tidak memakai buah baju/kancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) tidak memakai lidah bahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. mempunyai dua saku pada bagian muka bawah blus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i) baju/blus dipakai diluar rok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Rok Pramuka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna coklat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk rok lipatan (plooi) yang bagian dalamnya masing-masing 3 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) jumlah lipatan disesuaikan dengan dengan lingkar pinggang anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) panjang rok sampai ke lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pita leher :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna merah dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) - lebar 3 ½ cm panjang 80 cm dan disimpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- panjang pita dari simpul 7 – 8 cm, karena itu panjang pita leher dapat disesuaikan dengan besar badan pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) dikenakan melingkar di bawah kerah baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) diikat dengan simpul mati, berwarna merah disebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kaos kaki :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaos kaki pendek, berwarna hitam polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sepatu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kulit atau kain kanvas atau bahan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) bertumit rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatu boleh berwarna coklat asal seragam untuk satu perindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga periksa gambar nomor 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari anyaman bambu/bahan kain, berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model seperti gambar nomor 2 terlampir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka/blus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk blus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) buah baju didepan berwarna sama dengan blusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) ditambah lipatan selebar 2 ½ cm melintang di dada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) berlengan pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) kerah baju model shiller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) memakai lidah bahu selebar 2 ½ cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) blus dipakai dengan bagian bawah dimasukan ke dalam rok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Rok Pramuka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk rok dengan bagian depan memakai dua lipatan (stolplooi) masing-masing sedalam 5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) bagian belakang tanpa lipatan, hanya menggunakan kupnat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) memakai ritsliting di bagian belakang rok (berwarna cokelat tua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) dua saku didepan, di atas lipatan rok, memakai tutup, dan memakai lipatan selebar 2 cm (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) rok memakai ban dan diberi kolong untuk ikat pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) memakai ikat pinggang selebar 4 cm berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) panjang rok sampai batas lutut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pita leher :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna merah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) - lebar 3 ½ cm panjang 80 cm dan simpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- panjang pita dari simpul 7-8 cm,karena itu panjang pita leher dapat disesuaikan dengan besar badan pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) dikenakan melingkar dibawah kerah baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) diikat dengan simpul mati, warna merah disebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kaus kaki :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaus kaki pendek,berwarna hitam polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sepatu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kulit atau kain kanvas atau bahan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) bertumit rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatu boleh berwarna cokelat asal seragam untuk satu perindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga periksa gambar Nomor 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pakaian Harian Pramuka Penggalang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari anyaman bambu/bahan kain, berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model seperti gambar nomor 2 terlampir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka/blus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk blus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) buah baju di depan berwarna sama dengan blusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) ditambah lipatan selebar 2 ½ cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) berlengan pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) kerah baju model shiller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) memakai lidah bahu selebar 2 ½ cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) blus dipakai dengan bagian bawah dimasukan ke dalam rok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Rok Pramuka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cekelat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk rok dengan bagian depan memakai dua lipatan (stolplooi) masing-masing sedalam 5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) bagian belakang tanpa lipatan hanya menggunakan kupnat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) memakai ritsliting di bagian belakang rok (berwarna cokelat tua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) dua saku di depan,diatas lipatan rok, memakai tutup dan memakai lipatan selebar 2 cm (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) rok memakai ban dan diberi kolong untuk ikat pinggang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) memakai ikat pinggang selebar 4 cm berwarna cokelat tua .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) panjang rok sampai sampai batas lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pita Leher :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna merah dan putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- lebar 3 ½ cm panjang 90 cm dan disimpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- panjang pia dari simpul 10-15 cm, karena itu panjang pita leher dapat disesuaikan dengan besar badan pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Dikenakan melingkar dibawah kerah baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Diikat dengan simpul mati, warna merah disebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kaus kaki :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaus kaki pendek,berwarna hitam polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sepatu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kulit atau kain kanvas atau bahan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) bertumit rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatu boleh berwarna cokelat asal seragam untuk satu perindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Tas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilengkapi dengan tas gantung dari bahan dan warna seperti rok atau sepatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga periksa gambar Nomor 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pakaian seragam Harian Pramuka Penegak Pandega. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt. 6 b.1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka/blus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Dibuat dari kain berwarna cokelat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Model prinses di bagian depannya, sedang bagian belakang dengan kupnat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Berlengan pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Kerah model setali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Memakai lidah bahu selebar 3 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Dua saku menempel mulai dari garis potongan prinses ke jahitan samping dengan tinggi saku ± 12-14 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) Di atas saku pada pinggang digunakan ikat pinggang hiasan selebar 2 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) Ikat pinggang hiasan bagian belakang dipasang mulai dari kupnat belakang dan bagian depan dipasang mulai dari garis prinses; keduanya dipertemukan dengan gesper yang dipasang mati hingga ujung ikat pinggang hiasan hanya keluar 3 cm dari gesper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i) Panjang blus sampai garis pinggul dikenakan di luar rok..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Rok Pramuka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Model tanpa lipatan, bagian bawah melebar (model ”A”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) panjang rok 5 cm di bawah lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) memakai ritsliting berwarna cokelat tua yang dipasang pada bagian belakang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pita leher :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna merah dan putih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) - lebar 3 ½ cm panjang 110 cm dan disimpulkan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- panjang pita dari simpul 10-15 cm karena itu panjang pita leher dapat disesuaikan dengan besar badan pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) dikenakan melingkar dibawah kerah baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) diikat dengan simpul mati, warna merah di sebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kaus kaki;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa kaos kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sepatu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) sepatu dari kulit atau kain kanvas atau bahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) bertumit rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatu boleh berwarna cokelat asal seragam untuk satu Ambalan atau Racana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Tas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilengkapi dengan dengan tas gantung dari bahan warna seperti rok atau sepatunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Pakaian Seragam Harian Penegak dan Pramuka Pandega periksa gambar nomor 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pakaian Seragam Harian Pembina Pramuka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain, berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk peci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) tinggi bagian depan 5 ½ cm sedang bagian belakang terbuka melengkung dengan jarak 3 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) bagian samping kiri diberi lipatan lengkung untuk tempat tanda topi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka/blus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Pt. 6 c 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Rok Pramuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari bahan berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model rok lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) memakai lipatan di belakang (plotte plooi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) memakai resleting berwarna cokelat tua yang dipasang dibelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) panjang rok ± 5 cm di bawah lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pita leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt. 6 c 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kaos kaki :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sepatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt. 6. c 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Tas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilengkapi dengan tas gantung dari bahan kulit atau bahan lainnya berwarna sesuai dengan sepatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Pakaian seragam Harian Pembina Pramuka periksa gambar No.4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pakaian Seragam Harian Andalan dan Majelis Pembimbing :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.6 d 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka/blus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari bahan berwarna cokelat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk blus seperti tersebut pada Pt.6 c2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) tanpa lidah bahu dan tanpa ikat pinggang hiasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) lengan blus ¾ panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Rok Pramuka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Pt.6 d 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pita leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) warna sama dengan pita leher Pembina Pramuka tidak diikat simpul tetapi disilang memakai lencana harian tunas kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) bagian yang berwarna merah terletak disebelah luar (atas) dengan ujung silangnya ada di sebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) panjang pita dari silang disesuaikan dengan besart badan (6-7 cm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kaos kaki :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sepatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) bertumit rendah (3-4 cm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Tas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilengkapi dengan tas berwarna sesuai dengan sepatunya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Pakaian Seragam Harian Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing periksa gambar No.6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 7. Tanda-Tanda Pengenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda pengenal Gerakan Pramuka dan pemakaiannya diatur dalam petunjuk penyelenggaraan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 8. Pakaian Seragam Perkemahan, kerja bakti dan olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pada saat Pramuka Puteri melakukan kegiatan berkemah, olah raga, kerja bakti dan lain-lainnya dapat mengenakan pakaian seragam perkemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pakaian perkemahan tidak merupakan keharusan, tetapi diatur dalam petunjuk penyelenggaraan ini dengan maksud untuk menjamin keseragaman, keserasian, kepantasan dan kepraktisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat menggunakan topi Pramuka siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari bahan kaos model oblong berwarna cokelat muda polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berlengan pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) diberi gambar (cetak) lambang tunas kelapa di bagian dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) dipakai di luar celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Celana :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model pendek ± 5 cm diatas lutut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) memakai pinggang elastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kaos kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaos kaki pendek berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) model tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) boleh menggunakan sepatu olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila menggunakan tutup kepala yang lain harus keseragaman untuk seluruh perindukan Siaga yang bersangkutan. Demikian pula sepatu model lain asal tertutup, dan dan dapat tidak memakai kaos kaki asal seluruh Perindukan tidak memakainya. Warna sepatu dan kaos kaki dapat ditentukan sendiri asal seluruh prindukan seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pakaian seragam perkemahan Pramuka Siaga periksa gambar No.1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pakaian seragam Perkemahan Pramuka Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat memilih model dan warna sendiri, asal seragam untuk semua anggota regu atau pasukan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari bahan kaos model oblong berwarna cokelat muda polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berlengan pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) diberi gambar (cetak) lambing tunas kelapa di dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) dipakai dalam atau luar celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model dapat dipilih sendiri, misalnya model celana rok, celana pendek, celana panjang (bukan cutbrai) asal seragam untuk seluruh regu/pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diwajibkan memakai kaos kaki tetapi jika memakai kaos kaki hendaknya disesuaikan dengan sepatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5).Sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model dan warna sepatu dapat dipilih sendiri, asal serasi dan seragam untuk seluruh anggota regu/pasukan. Seragam untuk seluruh anggota regu/pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pakaian seragam Perkemahan Pramuka Penggalang periksa gambar Nomor 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pakaian seragam Perkemahan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat menentuka model dan warna sendiri, asal seragam untuk semua anggota Sangga/ Ambalan dan Racana yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt. 8 c2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt. 8 c3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt. 8 c4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5).Sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt. 8.c 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega periksa gambar No.3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pakaian Seragam Pembina Pramuka .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup Kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat menentukan bentuk dan warna sendiri, asal seragam untuk semua Pembina Pramuka dalam Gugusdepan yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt. 8 c2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Celana:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model penjang sampai mata kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) lembar bagian bawah sepantasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt. 8 c 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sepatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt. 8 C5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Pakaian seragam Perkemahan Pembina Pramuka periksa gambar no.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pakaian Seragam Perkemahan Andalan dan Anggota Mejelis Pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka mengikuti kegiatan perkemahan olah raga dan sebagainya dapat menggunakan pakaian seragam perkemahan pembina Pramuka Puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pakaian seragam perkemahan periksa gambar No.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 9. Pakaian Seragam Pramuka khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya pakaian seragam Pramuka Puteri seperti pakaian seragam Pramuka tersebut pada Bab III di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila karena pertimbangan agama, adat dan lingkungan (upacara, resepsi dan peristiwa lainnya) tidak dapat mengenakan pakaian seragam Pramuka sebagai mana ditetapkan di atas, maka Pramuka Putri dapat mengenakan pakaian seragam Pramuka Khusus seperti tersebut pada pada petunjuk berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tutup kepala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Berwarna cokelat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Berbentuk : a) kerudung panjang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) kerudung bujur sangkar atau segi tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) topi pakai elastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Dapat tanpa tutup kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Baju Pramuka/blus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai peraturan umum tetapi berlengan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Rok Pramuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model rok panjang atau model sarung pakai ritsliting berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kaos kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan peraturan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan paraturan umum .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Tas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai tas tangan sesuai dengan warna sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 10. Pakaian Tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat menggunakan jaket sebagai pakaian tambahan, dengan petunjuk sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Warna cokelat tua sesuai dengan rok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dapat digunakan warna lain sebagai tanda pengenal untuk satu kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Model lengan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Model kerah dapat ditentukan sendiri, asal seragam untuk tiap regu/pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Panjang badan jaket melebihi baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 11. Pakaian Seragam Satuan Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian seragam untuk anggota Satuan Karya adalah sama dengan Pramuka Penegak atau Pramuka Pandega, seperti tersebut dalam Pt. 6 c dengan memakai tanda-tanda satuan karya menurut peraturan yang berlaku tentang pemakaian tanda pengenal Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAKAIAN SERAGAM PARMUKA PUTERA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 12. Pakaian Sergam Harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk pakaian seragam harian dalam petunjuk penyelenggaan ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tutup kepla, yaitu topi baret, peci atau topi rimba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Baju Pramuka (kemeja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Celana Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Setangan leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kaoskaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Sepatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Ikat pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda pengenal yang ditempelkan pada pakaian seragam tersebut diatur dengan petunjuk penyelenggaraan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 13. Jenis Pakaian Seragam Harian .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup Kepala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk baret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) dikenakan diatas kepala dengan tepi mendatar, tetapi bagian atasnya ditarik miring kekanan sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) tanda topi terletak di atas pelipis sebelah kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka/kemeja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk baju kurung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berlengan pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) kerah baju model shiler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) tidak memakai lidah bahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) tidak memakai buah baju/kancing (kalau diperlukan cukup dengan satu buah baju/kancing atau memakai ritsliting pendek.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) diberi lipatan hiasan melintang di dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) memakai dua saku bagian muka bawah baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i) baju dikenakan di luar celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Celana pramuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk celana pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) tidak memakai ikat pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) diberi ban elastik/karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) dua saku celana masing-masing disebelah kiri dan kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) memakai buah baju (kancing) atau retleting di bagian depan celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Setangan leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna merah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk segi tiga sama kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) - sisi panjang 90 cm dengan sudut 90o.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- panjang sisi setangan leher dapat disesuaikan dengan tinggi badan pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) dikenakan di bawah kerah baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) setangan leher dilipat sedemikian rupa sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaioan setangan leher tampak rapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. cara melipatnya adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) dilipat empat kali sejajar dengan sisi terpanjang, dengan arah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Sebagai lipatan terakhir (ke lima) dilakukan dengan membagi dua sama lebar lipatan itu kearah memanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kaus kaki :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Kaus kaki pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Berwarna hitam polos(tidak bergambar hiasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sepatu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kulit atau kain atau bahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk sepatu rendah (bukan lars).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berwarna hitam atau cokelat asal seragam untuk satu perindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pakaian seragam harian Pramuka Siaga periksa gambar No, 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pakaian seragam Harian Pramuka Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.13.a 1) (Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk kemeja pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) kerah baju model kerah dasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) memakai lidah baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) diberi buah baju (kancing) sebanyak 5 bh di bagian depan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) memakai dua saku di dada kiri dan dada kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) ditambah lipatan saku tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) memakai tutup saku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i) bagian bawah baju dikenakan di dalam celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Celana Pramuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk celana pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) mempunyai dua saku disamping kiri dan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) memakai ikat pinggang yang dibuat dari kulit atau kain kanvas, berwarna hitam selebar ± 3 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) pada bagain bahan celana dibuat tempat ikat pinggang (kolongan sebanyak lima buah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) memakai buah baju atau ritsliting dibagain depan celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Setangan leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna merah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Berbentuk segi tiga sama kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) - sisi panjang 90 cm dengan sudut 90o.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- panjang sisi setangan leher dapat disesuaikan dengan tinggi badanpemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Dikenakan di bawah kerah baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Setangan leher dilipat sedemikian rupa sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaian setangan leher tampak rapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) Cara melipatnya adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) dilipat empat kali sejajar dengan sisi terpanjang, dengan arah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Sebagai lipatan terakhir (ke lima) dilakukan dengan membagi dua sama lebar lipatan itu kearah memanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kaos kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Kaos kaki pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Berwarna hitam polos (tidak bergambar hiasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sepatu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kulit atau kain kanvas atau bahan lainnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk sepatu rendah (bukan lars)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikat pinggang dan sepatu dapat berwarna cokelat asal seragam untuk Regu/Pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pakaian seragam Pramuka Penggalangperiksa gambar No.9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pakaian Seragam Harian Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.13 a 1) (Pakaian Seragam Harian Pramuka Siaga/Penggalang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.13. b 2) (Pakaian Seragam Harian Penggalang ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Celana:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain cokelat tua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk celana panjang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) memakai dua saku sampingkiri dan kanan serta dua saku dibagian belakang dengan memakai tutup dan buah baju (kancing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) memakai ikat pinggang yang dibuat dari kulit atau kain kanvas atau bahan lainnya berwarna hitam selebar ± 3 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) pada bagian ban celana dibuat tempat ikat pinggang (kolongan) sebanyak lima buah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) pada bagian depan celana memakai buah baju atau ritsliting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Setangan leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna merah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Berbentuk segi tiga sama kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) -sisi panjang 120 cm dengan sudut 90o.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- panjang sisi setangan leher dapat disesuaikan dengan tinggi badan pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) dikenakan di bawah kerah baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Setangan leher dilipat sedemikian rupa sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaian setangan leher tampak rapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) Cara melipatnya adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) dilipat empat kali sejajar dengan sisi terpanjang, dengan arah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) sebagai lipatan terakhir (ke lima) dilakukan dengan membagi dua sama lebar lipatan itu ke arah memanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kaos kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) kaos kaki pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berwarna hitam polos (tidak bergambar hiasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sepatu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kulit atau kain kanvas atau bahan lainnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk sepatu rendah (bukan lars)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikat pinggang dan sepatu dapat berwarna cokelat asal seragam untuk satu Ambalan atau Racana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pakaian seragam Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega periksa gambar No.9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pakaian seragam harian Pembina Pramuka, Andalan dan anggota Majelis Pembimbing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup Kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna hitam polos (tidak berhiasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk peci nasional,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) dikenakan diatas kepala gak miring sedikit kekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Pramuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.13 b 2) (Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang/Penegak.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Celana Pramuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.13 c 3) (Pakaian Seragam Harian Pramuka Penegak.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Setangan leher:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.13 c 4 ) (Pakaian Seragam Harian Pramuka Penegak.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kaos kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.13 c 5 ) (Pakaian Seragam Harian Pramuka Penegak.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Sepatu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.13 c 6) (Pakaian Seragam Harian Pramuka Penegak.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pakaian seragam harian Pembina Pramuka, Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing periksa gambar no.11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 14. Pakaian Seragam Perkemahan, Kerja Bakti dan Olah Raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Dalam perkemahan, kerja bakti,olah raga atau kegiatan lainnya, pimpinan kegiatan tersebut dapat memberi ketentuan lain tentang pemakaian pakaian seragam Pramuka, yang khusus berlaku selama mengikuti kegiatan tersebut tanpa meninggalkan atau menyimpang dari tujuan pemakaian seragam Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pada saat Pramuka putra melakukan kegiatan berkemah, kerja bakti, olah raga dan lain-lain diusahakan sejauh mungkin agar memakai pakaian seragam yang disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pada umumnya pakaian seragam untuk kegiatan-kegiatan tersebut dinamakan Pakaian Seragam Perkemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pakaian Seragam Perkemahan tidak merupakan keharusan, tetapi diatur dalam petunjuk penyelenggaraan ini dengan maksud untuk menjamin keseragaman, keserasian, kepantasan dan kepraktisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Siaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup Kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk topi lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Perkemahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari bahan kaos model oblong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berlengan pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berwarna cokelat muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) diberi gambar (cetak) lambing tunas kelapa di dada sebelahkiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3).Celana Perkemahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari bahan berwarna cokelat tua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model celana pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) memakai ban elastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) kaus kaki pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berwarna hitam polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sepatu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) model tertutup, memakai tali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) boleh menggunakan sepatu model olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila digunakan tutup kepala yang lain harus ada keseragaman untuk seluruh Perindukan Siaga yang bersangkutan. Demikian pula sepatu model lain asal tertutup, dan dapat tidak memakai kaus kaki asal seluruh perindukan tidak memakainya. Warnanya dapat ditentikan sendiri putih, hitam atau biru asal seluruh perindukan seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pakaian seragam Perkemahan Pramuka Siaga periksa gambar No. 8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Penggalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup Kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk topi lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Perkemahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari bahan kain berwarna cokelat muda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berlengan pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) berbentuk kaos oblong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) diberi gambar (cetak) lambang tunas kelapa di dada sebelah kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3).Celana Perkemahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari bahan berwarna cokelat tua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model celana pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) memakai ikat pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.14 b 4) (Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Siaga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sepatu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.14 b 5) (Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Siaga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup Kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari kain berwarna cokelat tua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) berbentuk topi rimba atau topi lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Perkemahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.14 c 2) (Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Penggalang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3).Celana Perkemahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) dibuat dari bahan berwarna cokelat tua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) model celana panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) memakai ikat pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) memakai dua saku di samping kanan dan kiri, serta dua saku dibagian belakang dengan memakai tutup dan buah baju (kancing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.14 b 4) (Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Siaga/Penggalang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.14 b 5) (Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Siaga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pakaian Seragam Perkemahan Pembina Pramuka dan Anggota Majelis Pembimbing. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tutup Kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.14 d 1) (Pakaian Seragam Pramuka Penegak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Baju Perkemahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.14 c 2) (Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Penggalang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3).Celana Perkemahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.14 d 3) (Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Penegak dan Pandega.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kaos kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.14 b 4) (Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Siaga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Pt.14 b5) (Pakaian Seragam Perkemahan Pramuka Siaga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 15. Pakaian Seragam Anggota Satuan Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian Seragam Pramuka untuk Anggota stuan karya, sama dengan pakaian seragam Harian Pramuka Penegak/Pandega (tersebut dalam Pt.13c) dengan memakai tanda-tanda satuan karya menurut peraturan yang berlaku tentang pemakaian tanda pengenal Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 16. Tutup Kepala untuk di Lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Untuk kegiatan di lapangan semua anggota Gerakan Pramuka boleh menggunakan topi rimba berwarna cokelat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Untuk pembina Pramuka Andalan dan anggota Mabi, selain menggunkaan topi rimba, dibenarkan juga memakai topi pet atau topi lapangan berwarna cokelat tua, dengan tanda topi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat juga menggunakan topi anyaman dari bambu/rotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 17. Pakaian tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Jaket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Untuk waktu dingin dapat digunakan jaket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Secara umum digunakan warna cokelat tua sesuai dengan celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Dapat digunakan warna lain sebagai tanda pengenal untuk kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Model lengan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Model kerah dapat ditentukan, asal seragam untuk tiap regu/pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Panjang badan jaket melebihi ban pinggang celana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Pakaian Seragam Pramuka untuk diluar Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian Seragam Pramuka untuk diluar negeri pada umumnya sama dengan seragam Pramuka, hanya diberi badge yang ditentukan. Khusus untuk musim dingin (winter) dapat memakai jaket dan bagi Siaga dibenarkan memakai celana panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pakaian seragam Kerja Kwartir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian Seragam Kerja di Kwartir akan ditentukan dalam petunjuk penyelenggaraan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATA CARA PEMAKAIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 18. Tata cara Pemakaian Seragam Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Seorang calon anggota Pramuka yang belum dilantik/dikukuhkan atau belum mendapat perestua, dengan mengucap Satya Pramuka(janji), hanya dibenarkan memakai pakaian seragam tanpa tutup kepala, tanpa setangan leher dan tanpa menggunakan tanda pengenal Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Seorang anggota gerakan Pramuka yang telah memenuhi syarat dan dilantik/dikukuhkan atau mendapat perestuan berhak memakai pakaian seragam Pramuka lengkap dengan setangan lehir dan tutup kepala serta tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan ketentuan yang berhubungan dengan usia golongan dan tingkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pakaian Seragam Pramuka harus dikenakan oleh mereka yang berhak,secara lengkap,rapih,dan benar,sesuai dengan ketentuan yang berlaku lebih-lebih si pemakai bergerak dimuka umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pakaian seragam Pramuka dikenakan hanya bilamana yang bersangkutan bertindak sebagai anggota Gerrakan Pramuka yang melaksanakan tugas atau kegiatan kepramukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pada saat seorang anggota pramuka bertindak sebagaiu anggota organisasi lain, yang sedang melakukan tugas atau kegiatan organisasi tersebut, tidak dibenarkan memakai pakaian Seragam Pramuka dan/atau tanda pengenal Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pada saat seorang anggota Gerakan Pramuka sebagai anggota organisasi atau badan politik, yang sedang melakukan tugas atau kegiatan organisasi atau badan politik tersebut, dilarang keras memakai seragam Pramuka dan/atau tanda pengenal Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Pada saat seorang anggota Gerakan Pramuka bertindak sebagai anggota gerakan Pramuka, dan melaksanakan tugas dan kegiatan kepramukaan, tidak dibenarkan memakaian pakaian seragam dan atau tanda pengenal organisasi/badan lain diluar gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Untuk menjaga harkat dan martabat Gerakan Pramuka, maka setiap anggota Gerakan Pramuka, yang menggunakan pakaian seragam Pramuka, bertanggung jawab atas nama baik Gerakan Pramuka dan harus bersikap atau bertindak sesuai dengan Satya Darma Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Pakaian Seragam Pramuka juga dipakai pada saat seorang anggota Gerakan Pramuka atas nama Gerakan Pramuka, mengikuti upacara-upacara Hari Besar Nasional, Upacara dan kegiatan lainnya yang diselenggarakan Pemerintah atau organisasi lain, yang sesuai Dengan prinsip pemdidikan,dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Pakaian kerja atau oleh raga hendaknya diusahakan seragam bagi seluruh anggota Gugusdepan atau Satuan Karya, dan dengan sepengetahuan dan Persetujuan Kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Pakaian kerja atau oleh raga tersebut hanya dipakai selama mengikuti kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l. Kwartir atau satuan Gerakan Pramuka, dan setiap anggota Gerakan Pramuka berkewajiban untuk saling memperingatkan dan saling membetulkan cara pemakaian pakaian serragam Pramuka yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam petunjuk penyelenggaraan ini, dengan cara menegur yang baik dan bijaksana , dan bernilai pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal lain yang belum diatur dalam petunjuk penyelenggaraan ini, akan diatur kemudian oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 18 Juni 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen TNI (Purn) Mashudi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-6117219159611994679?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/6117219159611994679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=6117219159611994679' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/6117219159611994679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/6117219159611994679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/tentang-petunjuk-penyelenggaran-pakaian.html' title='Tentang petunjuk Penyelenggaran Pakaian Seragam Pramuka'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-7138682312199174783</id><published>2008-03-15T17:35:00.000+07:00</published><updated>2008-03-15T17:36:22.243+07:00</updated><title type='text'>petunjuk Penyelenggaraan Tanda umum</title><content type='html'>KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR : 059 TAHUN 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang : 1. bahwa Gerakan Pramuka menggunakan berbagai macam Tanda Pengenal yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. bahwa diantara berbagai macam tanda pengenal itu ada beberapa macam tanda pengenal yang dipakai oleh semua anggota Gerakan Pramuka pada umumnya, yang berfungsi sebagai alat untuk mengenal seorang Pramuka sebagai anggota Gerakan Pramuka dan Gerakan Kepramukaan pada umumnya, disamping sebagai alat pendidikan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. bahwa untuk mencapai maksud tersebut, perlu Kwartir Nasional menerbitkan petunjuk penyelenggaraan yang mengatur dan menertibkan pemakaian tanda pengenal tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, juncto Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 045/KN/74 Tahun 1974.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1978, di Bukittinggi, Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 055 Tahun 1982 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Umum Gerakan Pramuka, seperti yang tercantum dalam lampiran keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Menyatakan tidak berlaku semua tanda pengenal yang bersifat umum dalam Gerakan Pramuka yang tercantum dalam keputusan, surat edaran, atau ketentuan lainnya dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang dikeluarkan sebelum keputusan ini, yang tidak sesuai dengan isi petunjuk penyelenggaraan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Menginstruksikan kepada semua Kwartir dan Satuan Pramuka untuk melaksanakan dengan sebaik-baiknya isi petunjuk penyelenggaraan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Menetapkan waktu selama dua tahun sebagai masa peralihan, untuk memberi kesempatan mengadakan penyesuaian pelaksanaan isi ketentuan yang lama, dengan isi petunjuk penyelenggaraan yang baru ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Apabila ternyata dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 12 Juli 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen TNI (Purn) Mashudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN I KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR : 059 TAHUN 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 1. Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gerakan Pramuka menggunakan berbagai macam tanda pengenal, sebagian diantara tanda pengenal itu dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda-tanda pengenal tersebut merupakan alat untuk mengenal seorang Pramuka sebagai anggota Gerakan Pramuka dan Gerakan Kepramukaan Sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Untuk ketertiban tanda pengenal tersebut dan untuk tercapainya maksud tersebut di atas, maka diterbitkanlah petunjuk penyelenggaraan yang mengatur dan menertibkan penggunaan tanda-tanda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Maksud petunjuk penyelenggaraan Tanda Pengenal ini adalah untuk memberi pedoman bagi Kwartir dan Satuan Pramuka dalam usahanya menertibkan pemakaian tanda pengenal Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tujuan petunjuk penyelenggaraan ini adalah untuk mengatur pemakaian tanda pengenal Gerakan Pramuka yang sah, agar pemaiaian dan pemberian tanda pengenal itu dilaksanakan dengan benar dan tepat, oleh mereka yang berhak memberi atau memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 2. Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Penyelenggaraan ini disusun berdasar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Bab II Pasal 6 dan Bab III Pasal 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Bab II Pasal 13 dan Bab V Pasal 39.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1978, di Bukittinggi, Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 055 Tahun 1982 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Pengenal Gerakan Pramua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 3. Ruang Lingkup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Penyelenggaraan ini meliputi hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pendahuluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Maksud, tujuan dan fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kelompok dan macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Bahan, bentuk, ukuran, gambar, warna dan artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Syarat, hak dan kewajiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Ketentuan dan tepat pemakaianl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pengaturan, pengadaan dan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 4. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Umum Gerakan Pramuka adalah segala macam tanda yang dikenakan secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka, puteri maupun putera, pada pakaian seragamnya, untuk mengenalkan seorang Pramuka sebagai anggota Gerakan Pramuka dan Gerakan Kepramukaan Sedunia, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Tutup Kepala adalah tanda yang dikenakan pada tutup kepala (baret, pici, atau tutup kepala lainnya) yang dipakai oleh seorang anggota Gerakan Pramuka, sebagai kelengkapan dari pakaian seragamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Setangan Leher atau Pita Leher adalah kain segitiga atau pita, yang segala sesuatunya telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan digunakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka, sebagai kelengkapan dari pakaian seragamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanda Pelantikan adalah tanda pengenal yang diberikan kepada seorang Pramuka dan dikenakan pada pakaian seragamnya, pada saat yang bersangkutan dilantik atau diresmikan menjadi anggota Gerakan Pramuka secara sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tanda Kepramukaan Sedunia adalah tanda pengenal yang diberikan kepada seorang Pramuka sebagai tanda bahwa yang bersangkutan adalah anggota Gerakan Kepramukaan Sedunia Putera yaitu anggota World Organisation of Scout Movement (WOSM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tanda Harian adalah tanda yang dikenakan pada pakaian sehari-hari selain pakaian seragam Pramuka, sebagai tanda bahwa yang bersangkutan adalah anggota Gerakan Pramuka atau Gerakan Kepramukaan Sedunia yaitu anggota World Organisation of Scout Movement (WOSM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 5. Maksud dan tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Umum Gerakan Pramuka dimaksudkan untuk mempermudah mengenal secara cepat seorang Pramuka sebagai anggota Gerakan Pramuka atau Gerakan Kepramukaan Sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Umum Gerakan Pramuka bertujuan untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) menanamkan kesadaran kepada anggota Gerakan Pramuka akan kewajibannya untuk menjaga nama baik pribadi, Gerakan Pramuka maupun Gerakan Kepramukaan Sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) mendorong anggota Gerakan Pramuka untuk bersikap dan berbuat sesuai dengan Satya dan Darma Pramuka, serta mengamalkan pengetahuan dan kecakapannya sebagai seorang anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) membangkitkan rasa persaudaraan dan membina jiwa kesatuan, di kalangan anggota Gerakan Pramuka pada khususnya dan anggota Gerakan Kepramukaan Sedunia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) menanamkan kesadaran ikut memiliki, memelihara dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri, satuan, organisasinya serta ikut mencapai tujuan atau cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 6. Fungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Umum berfungsi sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Alat untuk mengenal seseorang sebagai seorang anggota Gerakan Pramuka dan anggota Gerakan Kepramukaan Sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Alat pendidikan, yaitu alat untuk mendorong semangat dan menanamkan kesadaran bersikap laku sebagai seorang Pramuka, sesuai dengan tujuan pemakaian tanda pengenal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda pengesahan atas keanggotaan seseorang sebagai seorang anggota Gerakan Pramuka dan Gerakan Kepramukaan Sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Umum Gerakan Pramuka tidak berfungsi sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda pangkat yang menunjukkan perbedaan martabat seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK DAN MACAM TANDA PENGENAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 7. Kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Umum Gerakan Pramuka dapat dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Umum untuk puteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Umum untuk putera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Satuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Tutup Kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Setangan Leher atau Pita Leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Pelantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda Kepramukaan Sedunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tanda Harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 8. Macam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Tutup Kepala untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pramuka Siaga Puteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pramuka Penggalang Puteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pramuka Penegak Puteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pramuka Pandega Puteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Pramuka Siaga Putera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Pramuka Penggalang Putera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Pramuka Penegak Putera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Pramuka Pandega Putera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Orang dewasa wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Orang dewasa pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Macam Setangan Leher atau Pita Leher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pita leher untuk Pramuka Siaga Puteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pita leher untuk Pramuka Penggalang Puteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pita leher untuk Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan orang dewasa wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Setangan leher untuk Pramuka Siaga Putera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Setangan leher untuk Pramuka Penggalang Putera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Setangan leher untuk Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan orang dewasa pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Macam Tanda Pelantikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Pelantikan untuk anggota Puteri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Pelantikan untuk anggota Putera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tanda Kepramukaan Sedunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Macam Tanda Harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Harian Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Harian Gerakan Kepramukaan Sedunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN, BENTUK, UKURAN, GAMBAR DAN WARNA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 9. Tanda Tutup Kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Tutup Kepala untuk anggota Puteri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) dibuat dari logam berbentuk lingkaran dengan garis tengah 3,5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) bergambar tunas kelapa, yang dilingkari oleh padi dan kapas, dengan pita simpul pada bagian pangkal/bawahnya, dan bintang bersudut lima pada bagian ujung/atasnya, serta tulisan Gerakan Pramuka yang terletak mendatar ditengah lingkaran tersebut, Keseluruhan gambar tersebut berwarna kuning emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) warna dasar untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pramuka Siaga : hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pramuka Penggalang : merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pramuka Penegak : kuning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Pandega dan orang dewasa wanita berlubang tidak mempunyai warna dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Contoh gambar Tanda Tutup Kepala anggota Putera : Periksa Lampiran II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Tutup Kepala untuk anggota Putera :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) dibuat dari logam berbentuk lingkaran dengan garis tengah 4 cm, dengan bingkai berbentuk segi empat, yang dipotong sudut-sudutnya. Panjang segiempat itu 6 cm, dan lebarnya 5 cm. Lebar bingkai atas dan bawah (mendatar) 4 mm, dan lebar kiri dan kanan (tegak dan miring) 8mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) bergambar tunas kelapa, yang dilingkari oleh padi dan kapas, dengan pita simpul pada bagian pangkal/bawahnya, dan bintang bersudut lima pada bagian ujung/atasnya, serta tulisan Gerakan Pramuka yang terletak mendatar di tengah lingkaran tersebut, Keseluruhan gambar dan bingkai segi empatnya berwarna kuning emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) warna dasar untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pramuka Siaga : hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pramuka Penggalang : merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pramuka Penegak : kuning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Pramuka Pandega : coklat tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Pandega dan orang dewasa pria, berbentuk lingkaran bergaris tengah 4,5 cm, tanpa bingkai dan berlubang tidak tanpa dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Contoh gambar Tanda Tutup Kepala anggota Putera : Periksa Lampiran II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 10. Pita Leher dan Setangan Leher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pita Leher untuk anggota Puteri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) dibuat dari kain, yang setengah dari panjangnya berwarna merah, dan setengah lainnya berwarna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) berbentuk segi empat dengan lebar 3,4 cm dan panjangnya diatur sesuai dengan lingkar leher pemakaiannya, untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pramuka Siaga antara 80 sampai 90 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pramuka Penggalang antara 90 sampai 100 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pramuka Penegak , Pramuka Pandega dan Pembina Pramuka wanita antara 100 sampai 110 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Andalan dan Majelis Pembimbing wanita antara 80 dan 90 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga panjang pita yang terurai pada saat dikenakan pada lehernya, diukur dari simpul/silang sampai ukung pita, untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pramuka Siaga antara 7 - 8 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pramuka Penggalang antara 10 - 15 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pramuka Penegak , Pramuka Pandega dan Pembina Pramuka wanita antara 10 - 15 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Andalan dan Majelis Pembimbing wanita antara 8 - 10 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pita Leher untuk anggota Putera :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) dibuat dari kain, berbentuk segitiga samakaki, berwarna putih, dengan bagian tepi berwarna merah pada kedua sisi pendek segitiga itu. Sudut terbesar pada segitiga itu adalah 900 (siku-siku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Lebar bagian tepi merah setangan leher, untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pramuka Siaga : 6 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pramuka Penggalang : 7 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pramuka Penegak , Pramuka Pandega dan orang dewasa pria lainnya : 8 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Panjang sisi terpanjang segitiga itu, untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Pramuka Siaga : 90 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Pramuka Penggalang : 100 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Pramuka Penegak , Pramuka Pandega dan orang dewasa pria lainnya : 120 - 135 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Contoh Pita Leher dan Setangan Leher : Periksa Lampiran II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 11. Tanda Pelantikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Pelantikan untuk semua Pramuka Puteri dan orang dewasa wanita lainnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) dibuat dari logam, membentuk lingkaran, dengan garis tengah 2 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) bergambar tunas kelapa, yang dilingkari oleh padi dan kapas, dengan pita simpul pada bagian pangkal/bawahnya, dan bintang bersudut lima pada bagian ujung/atasnya, serta tulisan Gerakan Pramuka yang terletak mendatar di tengah lingkaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) keseluruhan gambar tersebut berwarna kuning emas berlubang tanpa dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Pelantikan untuk semua Pramuka Putera dan orang dewasa pria lainnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) dibuat dari kain, berbentuk bujur sangkar dengan slah satu sudutnya di atas dengan panjang sisi masing-masing 5 cm tanpa garis bingkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) di tengah terdapat gambar tunas kelapa, yang dilingkari oleh padi dan kapas, dengan pita simpul pada bagian pangkal/bawahnya, dan bintang bersudut lima pada bagian ujung/atasnya, serta tulisan Gerakan Pramuka yang terletak mendatar ditengah lingkaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) warna gambar adalah kuning emas dan warna dasarnya coklat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) gambar berbentuk lingkaran bergaris tengan 4 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanda Pelantikan untuk Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan orang dewasa lainnya dapat dibuat dari logam berwarna kuning emas, bebrbentuk lingkaran bergaris tengah 4,5 cm, bergambar seperti tersebut dalam Pt. 11 b di atas, berlubang dan tanpa dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Contoh gambar Tanda Pelantikan : Periksa Lampiran II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 12. Tanda Kepramukaan Sedunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Kepramukaan Sedunia Puteri (WAGGGS) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) dibuat dari logam, membentuk lingkaran, dengan garis tengah 2 cm dan berbingkai lingkaran selebar 1 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) di dalam lingkaran tersebut terdapat gambar Lambang Kepramukaan Sedunia Puteri (Daun Semanggi) berwarna kuning emas diatas dasar berwarna biru laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Kepramukaan Sedunia Putera (WOSM) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) dibuat dari kain, berbentuk bujur sangkar dengan sisi-sisi sepanjang 2,5 cm, berwarna dasar ungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) di tengah terdapat gambar bunga Leli, Lambang Kepramukaan Sedunia Putera yang dilingkari gambar tali persaudaraan bersimpul mati di bagian bawahnya yang berwarna putih. Pada bunga Leli tersebut terdapat gambang dua buah bintang bersudut lima pada kedua daun mahkota bunga yang ada di kanan dan kiri, berwarna ungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Contoh gambar Tanda Kepramukaan Sedunia : Periksa Lampiran II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 13. Tanda Harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Harian Gerakan Pramuka berbentuk gambar tunas kelapa, dibuat dari logam berwarna kuning emas, tanpa bingkai dan tanpa dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Kepramukaan Sedunia Puteri : sama dengan Pt. 12 a di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanda Kepramukaan Sedunia Putera berbentuk gambar bunga Leli tanpa bintang, bingkai, tali persaudaraan, dan dasar; dibuat dari logam kuning emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Contoh gambar Tanda Harian : Periksa Lampiran II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT, HAK DAN KEWAJIBAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 14. Syarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Seorang Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega) hanya dibenarkan mengenakan Tanda Umum pada pakaian seragamnya, sesudah yang bersangkutan memenuhi SKU sesuai dengan tingkat kecakapan dan golongan usianya, dan dilantik sebagai anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Orang dewasa dalam Gerakan Pramuka hanya dibenarkan mengenakan Tanda Umum pada pakaian seragamnya sesudah yang bersangkutan menyatakan setuju dengan ini Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, serta dikukuhkan menjadi anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 15. Hak dan Kewajiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Seorang yang telah dinyatakan sah menjadi anggota Gerakan Pramuka, dibenarkan mengenakan Tanda Umum yang diatur dalam petunjuk penyelenggaraan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Setiap anggota Gerakan Pramuka yang mengenakan Tanda Umum berkewajiban untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) menjaga nama baik dirinya, organisasi Gerakan Pramuka, dan Gerakan Kepramukaan Sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) bersikap dan berbuat sesuai dengan isi Satya dan Darma Pramuka, serta mengamalkan pengetahuan dan kecakapannya sebagai anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) berusaha memperlihatkan rasa persaudaraan di kalangan sesama anggota Gerakan Pramuka atau Gerakan Kepramukaan Sedunia, dan sesama manusia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) berusaha membuktikan kesadaran dan tanggungjawab atas dirinya, satuan dan organisasinya, sebagai perwujudan dari rasa dan kesadaran ikut memiliki, memelihara dan bertanggung jawab atas organisasinya, serta ikut berusaha mencapai tujuan atau cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 16. Pemberian dan Pencabutannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Yang berhak memberi dan mencabut Tanda Umum kepada/dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) seorang Pramuka adalah Pembina Pramuka yang langsung membina Pramuka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) seorang Pembina Pramuka, Andalan, dan orang dewasa lainnya adalah Kwartir yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Yang berhak memberi dan mencabut Tanda Umum kepada/dari anggota Majelis Pembimbing adalah Ketua Majelis Pembimbing yang bersangkutan, sedang Ketua Majelis Pembimbing diberi/dicabut Tanda Umumnya oleh Kwartir Jajaran di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pencabutan hak mengenakan Tanda Umum dari seorang anggota Gerakan Pramuka hanya dibenarkan apabila didasarkan atas hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Anggota yang bersangkutan telah menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan Gerakan Pramuka ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Anggota yang bersangkutan tidak lagi aktif menjadi anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pramuka yang bersangkutan tidak berhak untuk sementara waktu, mengenakan tanda pengenal Gerakan Pramuka, termasuk Tanda Umum, karena pelanggarannya atas kode kehormatan Pramuka yang cukup berat, berdasarkan keputusan Dewan Kehormatan, setelah Pramuka yang bersangkutan menjelaskan persoalannya dan membela dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tanda Pelantikan hanya diberikan sekali saja selama hidupnya, yaitu pada saat Pramuka yang bersangkutan dilantik sebagai anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETENTUAN, TEMPAT DAN CARA PEMAKAIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 17. Ketentuan Pemakaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pemakaian Tanda Umum pada pakaian seragam Pramuka ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Umum Gerakan Pramuka tidak dibenarkan dikenakan pada pakaian lain, selain seragam Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Seorang anggota Gerakan Pramuka hanya dibenarkan mengenakan Tanda Umum yang sesuai dengan golongan usia dan jenis puteri dan puteranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 18. Tempat dan Cara Pemakaiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Tutup Kepala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang puteri dipasang pada bagian depan topi, tepat di tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Puteri lainnya serta orang dewasa wanita, dipasang pada pici sebelah kiri depan 2 cm dari sisi depan pici tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak Putera, dipasang pada baret, tepat di atas bingkai baret, disebelah atas pelipis kiri pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda Tutup Kepala untuk Pramuka Pandega dan orang dewasa pria, dipasang pada pici hitam di sebelah kiri depan, 2 cm dari sisi depan dan 1 cm dari sisi atas pici yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pita Leher untuk Pramuka dan Pembina Pramuka Puteri dipakai di bawah leher baju, dengan bagian yang merah di sebelah kanan, dan bagian putih di sebelah kiri pada pertemuan kraag shiller di muka dada., dibuat simpul mati, dengan bagian pita yang berwarna merah terlihat di bagian depan. Untuk Andalan dan anggota Majelis Pembimping wanita, pita leher hanya disilangkan di muka dada, dengan bagian merah di depan, dan ujung merah ada di sebelah kanan; pada bagian persilangan diberi lencana harian Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Setangan Leher untuk Pramuka Putera, dipakai pada pakaian seragam Pramuka di bawah leher baju (kraag). Sebelum dikenakan pada pakaian seragam Pramuka, maka setangan leher dilipat sedemikian rupa sehingga warna merah dan putih masih tampak dengan jelas, dan pemakaian setangan leher dapat tampak rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tanda Pelantikan untuk anggota Puteri dilekatkan pada leher baju sebelah kiri, dekat dengan ujung/sudut leher baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tanda Pelantikan untuk Pramuka Siaga Putera, dilekatkan di dada sebelah kiri, di bawah lipatan hiasan baju seragam Pramukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Tanda Pelantikan untuk anggota Putera lainnya, dilekatkan pada saku kiri, tepat di tengah saku, di bawah tutup saku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Tanda Kepramukaan Sedunia Puteri dikenakan pada leher baju seragam Pramuka, di sebelah kanan, dekat dengan ujung/sudut leher bajunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Tanda Kepramukaan Sedunia Putera dilekatkan pada baju seragam Pramuka, di atas nama diri dan saku kanannya, dengan dijahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Tanda Harian Gerakan Pramuka dikenakan pada pakaian sehari-hari, dan tidak dibenarkan pakaian seragam Pramuka, dilekatkan pada leher baju sebelah kiri, atau di dada sebelah kiri kira-kira 4 a 5 cm di atas saku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGATURAN, PERUBAHAN DAN PENGADAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 19. a. Pengaturan, pengadaan dan perubahan Tanda Umum ada pada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Wewenang Pengadaan Tanda Umum tersebut dapat dilimpahkan kepada Kwartir lainnya, atas dasar pertimbangan tertentu, dan atas nama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pelimpahan wewenang tersebut dilaksanakan secara tertulis menurut tata cara tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VIII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 20. Hal-hal yang belum diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan ini, akan diatur kemudian oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 12 Juli 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen TNI (Purn) Mashudi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-7138682312199174783?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/7138682312199174783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=7138682312199174783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/7138682312199174783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/7138682312199174783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/petunjuk-penyelenggaraan-tanda-umum.html' title='petunjuk Penyelenggaraan Tanda umum'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-6539967224886777445</id><published>2008-03-15T17:33:00.000+07:00</published><updated>2008-03-15T17:34:08.357+07:00</updated><title type='text'>Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Pengenal</title><content type='html'>KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR : 055 TAHUN 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA PENGENAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang : 1. bahwa Gerakan Pramuka menggunakan berbagai macam Tanda Pengenal yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. bahwa Tenda Pengenal itu berfungsi sebagai alat untuk mengenal seorang anggota Gerakan Pramuka, sebagai alat pendidikan, sebagai tanda penghargaan, pengakuan dan pengesahan dari Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. bahwa untuk ketertiban penggunaan Tanda Pengenal tersebut, sesuai dengan maksud, tujuan dan fungsi tanda itu, maka perlu Kwartir Nasional menerbitkan petunjuk penyelenggaraan yang mengatur sistem dan berbagai macam Tanda Pengenal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, juncto Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 045/KN/74 Tahun 1974.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1978, di Bukittinggi, Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 7 Tahun 1963 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda-tanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 7 Tahun 1963 1963 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda-tanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Menetapkan Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka seperti tercantum dalam lampiran Keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Menginstruksikan kepada semua Kwartir dan Satuan Pramuka, dengan bantuan Majelis Pembimbing yang bersangkutan untuk melaksanakan isi Petunjuk Penyelenggaraan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Apabila ternyata dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, maka akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 31 Mei 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen TNI (Purn) Mashudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN I KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR : 055 TAHUN 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA PENGENAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 1. Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gerakan Pramuka menggunakan berbagai macam Tanda Pengenal yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka, yang dapat digunakan untuk mengenal seorang Pramuka, Satuan, Kecakapan, Jabatan, Tanda-tanda Penghargaan yang dimilikinya, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Di samping itu Tanda Pengenal Gerakan Pramuka juga merupakan alat pendidikan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka, yaitu memberi rangsangan guna meningkatkan kepribadiannya, dan memberi tanggungjawab yang berhubungan dengan hak pemakaian tanda pengenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Untuk ketertiban tanda pengenal tersebut, agar sesuai dengan maksud dan tujuan pemakaian serta fungsi tanda pengenal itu sendiri, maka perlu ada Petunjuk Penyelenggaraan yang mengatur sistem dan pemakaian tanda pengenal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Maksud petunjuk penyelenggaraan Tanda Pengenal ini adalah untuk memberi pedoman bagi Kwartir dan Satuan Pramuka dalam usaha meningkatkan prestasi seseorang dan penertiban pemakaian tanda pengenal Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tujuan petunjuk penyelenggaraan ini adalah untuk mengatur pemakaian dan pemberian tanda pengenal itu, agar dilaksanakan secara benar dan tepat, oleh mereka yang berhak memberi atau memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 2. Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Penyelenggaraan ini disusun berdasar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Bab II Pasal 6 dan Bab III Pasal 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, Bab II Pasal 13 dan Bab V Pasal 39.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1978, di Bukittinggi, Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 3. Ruang Lingkup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Penyelenggaraan ini meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pendahuluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Maksud dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kelompok dan Macam Tanda Pengenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pemberian dan pemakaian Tanda Pengenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Wewenang pengadaan dan perubahan Tanda Pengenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 4. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka adalah tanda-tanda yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka, yang dapat menunjukkan diri seorang Pramuka, dan/atau Satuan, kemampuan, tanggungjawab, daerah asal, wilayah tugas, kecakapannya dan tanda penghargaan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanpa Pengenal Gerakan Pramuka secara garis besarnya meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tanda yang dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik, putera maupun puteri, misalnya tanda tutup kepala, setangan leher, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Satuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tanda yang dapat menunjukkan Satuan/Kwartir tertentu, tempat seorang Pramuka tergabung, dalam hal ini dimaksudkan mulai dari satuan terkecil di Gugusdepan sampai satuan tingkat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Jabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tanda yang menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang dalam lingkungan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda Kecakapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap dan usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai dengan golongan usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tanda Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tanda yang menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang, atas jasa, darma bakti, dan lain-lainnya, yang dianggap cukup bermutu dan berguna bagi Gerakan Pramuka, Gerakan Kepramukaan Sedunia, masyarakat, bangsa, negara, dan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKSUD, TUJUAN DAN FUNGSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANDA PENGENAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 5. Maksud dan tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka dimaksudkan untuk mengenal diri seorang Pramuka, satuan, tempat, wilayah, tugas, jabatan dan kecakapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka bertujuan sesuai dengan macam tanda pengenal tersbut, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mendorong seorang Pramuka untuk menggunakan haknya dan melaksanakan kewajibannya sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Memberi gairah dan semangat kepada seorang Pramuka untuk meningkatkan kemampuan, kecakapan, dan karyanya menurut ketentuan yang ada sesuai dengan golongan usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Mendorong seorang Pramuka untuk bersungguh-sungguh melaksanakan isi janji dan ketentuan moral yang berbentuk Satya dan Darma Pramuka, serta mengamalkan pengetahuan dan kecakapannya sesuai tanda yang dipakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Menanamkan rasa persaudaraan di kalangan anggota Gerakan Pramuka pada khususnya dan anggota Gerakan Kepramukaan Sedunia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Menanamkan kesadaran ikut memiliki, memelihara dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri, satuan, organisasinya serta ikut mencapai tujuan atau cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Menanamkan kebanggaan dan percaya pada diri sendiri serta mengembangkan daya kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 6. Fungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka berfungsi sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Alat pendidikan untuk memberi dorongan, gairah dan semangat para Pramuka, agar mereka berusaha meningkatkan kemampuan, karya, pribadi dan kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Alat Pengenal seorang Pramuka, satuan, tingkat kecakapan, jabatan, tempat atau wilayah tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda pengakuan dan pengesahan atas keanggotaan, tingkat kecakapan serta pemberian tanggungjawab, hak dan kewajiban kepada seorang anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda penghargaan kepada seseorang atas prestasi dan tindakannya, agar yang bersangkutan selalu menjaga dan memelihara nama baik pribadi dan prganisasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka tidak berfungsi sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda pangkat yang menunjukkan perbedaan martabat seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELOMPOK DAN MACAM TANDA PENGENAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 7. Kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam Tanda Pengenal Gerakan Pramuka, dikelompokkan dalam lima kelompok, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Satuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanda Jabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tanda Kecakapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tanda Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 8. Macam-macam Tanda Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Umum, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Tutup Kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Setangan Leher atau Pita Leher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanda Pelantikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tanda Harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tanda Kepramukaan Sedunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 9. Macam-macam Tanda Satuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Satuan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Barung, Tanda Regu, Tanda Sangga, dan Tanda Satuan terkecil lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Gugusdepan, Kwartir dan Majelis Pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanda Krida dan Tanda Satuan Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Lencana Daerah dan Tanda Wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tanda Satuan Pramuka Luar Biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Tanda Satuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 10. Macam-macam Tanda Jabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Jabatan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin : Barung, Regu, Sangga, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Pembimpin dan Wakil Pemimpin Krida dan Satuan Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanda Keanggotaan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tanda Pembina dan Pembantu Pembina : Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega, serta Tanda Pembina Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tanda Pelatih Pembina Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Tanda Andalan dan Pembantu Andalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Tanda Jabatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 11. Macam-macam Tanda Kecakapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Kecakapan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Kecakapan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Untuk Pramuka Siaga : Tingkat Mula, Bantu dan Tata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Untuk Pramuka Penggalang : Tingkat Ramu, Rakit, dan Terap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Untuk Pramuka Penegak : Tingkat Bantara dan Laksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Untuk Pramuka Pandega : Tingkat Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Untuk Pembina Pramuka : Tingkat Mahir Dasar dan Lanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Kecakapan Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Untuk Pramuka Siaga : Tidak ada tingkatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Untuk Pramuka Penggalang : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Untuk Pramuka Penegak : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Untuk Pramuka Pandega : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Untuk Instruktur : Muda dan Dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Untuk Pembina Pramuka : Tingkat Dasar dan Lanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanda Pramuka Garuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Untuk Pramuka Siaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Untuk Pramuka Penggalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Untuk Pramuka Penegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Untuk Pramuka Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 12. Macam-macam Tanda Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Penghargaan GerakanPramuka untuk peserta didik, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Penghargaan (termasuk Tanda Ikut Serta Bakti Gotong Royong, Tanda Ikut Serta Kegiatan dan lain-lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bintang Tahunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Lencana Wiratama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Lencana Teladan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka untuk orang dewasa, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Bintang Tahunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Lencana Pancawarsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Lencana Wiratama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Lencana Jasa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Dharma Bakti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Melati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Tunas Kencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanda Pengenal termasuk Tanda Penghargaan atau jasa dari badan di luag Gerakan Pramuka, misalnya dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Organisasi Kepramukaan maupun badan lainnya, di dalam atau di luar negeri sepanjang hal-hal tersebut tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, serta peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pemerintah Negara Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pemerintah Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 13. Bentuk, Ukuran, Warna dan Persyaratan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk, ukuran, warna dan persyaratan untuk menerima Tanda Pengenal Gerakan Pramuka diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBERIAN DAN PEMAKAIAN TANDA PENGENAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 14. Pemberian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sesuai dengan pengertian, maksud, tujuan, dan fungsi Tanda Pengenal tersebut dalam Bab III di atas, maka Tanda Pengenal Gerakan Pramuka hanya dibenarkan untuk diberikan kepada dan dipakai oleh seorang Pramuka dan bikan anggota Gerakan Pramuka yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Syarat-syarat yang dimaksud dalam Pt. 14 a tersebut, diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan yang berkaitan dengan masing-masing Tanda Pengenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mereka yang tidak memenuhi syarat-syarat seperti yang dimaksud dalam Pt. 14 a dan Pt. 14 b tersebut di atas, dinyatakan tidak berhak dan tidak dibenarkan mengenakan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka pada pakaian seragam Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 15. Pemakaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak atas pemakaian Tanda Pengenal Gerakan Pramuka selalu disertai dengan tanggungjawab dan kewajiban pemakainya untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menjaga nama baik dirinya, satuan, dan organisasi Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Berusaha memanfaatkan dan meningkatkan kemampuannya sesuai dengan makna tanda pengenal yang dipakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Berusaha mengamalkan Satya dan Darma Pramuka serta menunjukkan nilai dirinya sebagai seorang Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 16. a. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka hanya dibenarkan dikenakan pada pakaian seragam Pramuka, dan tidak dibenarkan pada pakaian lainnya (nisalnya pada pakaian sekolah, pakaian seragam organisasi lain, dan sebagainya) kecuali Tanda Harian Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Penempatan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka pada pakaian seragam Pramuka dengan rapi dan teratur sesuai dengan ketentuan yang tersebut dalam Petunjuk Penyelenggaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 17. a. Tanda Pengenal yang dapat dikenakan pada pakaian seragam Pramuka, adalah Tanda Pengenal yang sah, yaitu yang diatur dengan Petunjuk Penyelenggaraan yang berkaitan dengan petunjuk penyelenggaraan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda-tanda lain yang tidak diatur, tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan isi Petunjuk Penyelenggaraan ini, tidak dibenarkan untuk dikenakan pada pakaian seragam Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 18. a. Tanda Pengenal yang habis masa berlakunya tidak dibenarkan untuk dikenakan pada pakaian seragam Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mereka yang karena sesuatu hal, tidak berhak lagi mengenakan salah satu Tanda Pengenal, tidak dibenarkan lagi mengenakan Tanda Pengenal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 19. Pemberian Tanda Pengenal Gerakan Pramuka dilakukan menurut ketentuan yang diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan yang bersangkutan dengan masing-masing tanda pengenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 20. a. Pemakaian Tanda Jasa dan Tanda Penghargaan dari Negara lain, Gerakan Kepramukaan Negara lain/Sedunia, dan dari organisasi lainnya diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda jasa dan penghargaan dari Pemerintah Negara Republik Indonesia digunakan pada pakaian seragam Pramuka sesuai dengan peraturan pemakaian tanda-tanda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGATURAN PENGADAAN DAN PERUBAHAN TANDA PENGENAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 21. Pengaturan, pengadaan dan perubahan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka adalah wewenang Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 22. Pengadaan Tanda Pengenal tersebut dapat dilimpahkan kepada Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang, dengan ijin tertulis dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB VI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pt. 23. Hal-hal yang belum diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan ini akan diatur kemudian oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 31 Mei 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen TNI (Purn) Mashudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN II KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR : 055 TAHUN 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAN MACAM TANDA PENGENAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Tutup Kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setangan Leher/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pita Leher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Pelantikan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Kepramukaan Sedunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pa/Pi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda harian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Barung, Regu, Sangga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Gugusdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Krida, Tanda Saka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lencana Daerah dan Tanda Wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Satuan Gugusdepan Luar Biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin Barung, Rgu, Sangga, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Pembina dan Pembantu Pembina S, G, T, D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Andalan dan Pembantu Andalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korps Pelatih Pembina Pramuka&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin Krida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Pamong Saka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Majelis Pembimbing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Keanggotaan Dewan Kerja T, D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Petugas dan Peserta Kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan lain-lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siaga : Mula, Bantu, Tata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penggalang : Ramu, Rakit. Terap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penegak : Bantara, Laksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pandega : Pandega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pembina Mahir: Dasar dan Lanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramuka Garuda untuk S, G, T, D.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TKK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siaga : Satu tingkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penggalang : Purwa, Madya, Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penegak : Purwa, Madya, Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pandega : Purwa, Madya, Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Instruktur : Muda, Dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pelatih : KPD, KPL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Keahlian lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk Peserta Didik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Penghargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bintang Tahunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lencana Wiratama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Lencana Teladan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk Orang Dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bintang Tahunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Lencana Pancawarsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lencana Wiratama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Lencana Dharma Bakti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Lencana Melati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Lencana Tunas Kencana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan/Organisasi Sosial dan Kemanusiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah RI dan Negara Lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8385978735413382355-6539967224886777445?l=rulmoet.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rulmoet.blogspot.com/feeds/6539967224886777445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8385978735413382355&amp;postID=6539967224886777445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/6539967224886777445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8385978735413382355/posts/default/6539967224886777445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rulmoet.blogspot.com/2008/03/petunjuk-penyelenggaraan-tanda-pengenal.html' title='Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Pengenal'/><author><name>Rul_mo3t</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07360618149906262763</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Lf3Mr0nkqb8/SgweTvhfd9I/AAAAAAAAAGM/RasGhEDLfgo/S220/Image(425).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8385978735413382355.post-8760596636128391078</id><published>2008-03-12T11:47:00.000+07:00</published><updated>2008-03-12T12:03:17.616+07:00</updated><title type='text'>Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Jabatan Gerakan Pramuka</title><content type='html'>KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR 202 TAHUN 1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA JABATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang : a. Bahwa Gerakan Pramuka menggunakan berbagai macam Tanda Pengenal, yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bahwa sebagian diantara Tanda Pengenal itu adalah tanda yang berfungsi sebagai alat untuk mengenal jabatan yang dipegang oleh pemakainya di samping sebagai alat pendidikan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bahwa untuk memenuhi maksud tersebut di atas, perlu Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menerbitkan Petunjuk Penyelenggaraan yang mengatur dan menerbitkan pemakaian tanda jabatan termaksud di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat : a. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 tahun 1988 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 194 tahun 1984 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 055 tahun 1982 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan : a. Saran Andalan Nasional Gerakan Pramuka;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Saran Staf Kwarnas Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Menyatakan tidak berlakunya tanda pengenal Gerakan Pramuka, yang berfungsi sebagai tanda jabatan, yang tercantum dalam keputusan, pengumuman, surat edaran atau ketentuan lainnya dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebelum dikeluarkannya keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Menetapkan Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Jabatan Gerakan Pramuka seperti yang tercantum dalam lampiran keputusan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Menginstruksikan kepada semua Kwartir dan Satuan Pramuka untuk melaksanakan dengan sebaik-baiknya isi petunjuk penyelenggaraan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Menetapkan waktu selama dua tahun sebagai masa peralihan, untuk memberi kesempatan mengadakan penyesuain pelaksanaan isi ketentuan yang lama, dengan isi petunjuk penyelenggaraan yang baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima : Apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 29 Oktober 1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwartir Nasional Gerakan Pramuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letjen TNI (Purn) Mashudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAMPIRAN I KEPUTUSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOMOR 202 TAHUN 1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA JABATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gerakan Pramuka menggunakan berbagai macam tanda pengenal yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka, diantaranya ada yang dapat digunakan untuk menunjukkan jabatan yang dipegang dan tugas yang sedang dilakukan oleh pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Seperti halnya tanda pengenal lainnya, maka tanda jabatan inipun merupakan alat pendidikan untuk mencapai tujuan gerakan pramuka, yaitu memberi tanggungjawab kepada pemakainya, sesuai dengan jabatan yang dipegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dianggap perlu dikeluarkan petunjuk penyelenggaraan yang mengatur sistem dan pemakaian tanda jabatan, demi ketertiban tanda jabatan tersebut, agar sesuai dengan maksud dan tujuan pemakaian serta fungsi tanda jabatan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Maksud petunjuk penyelenggaraan ini adalah untuk memberi pedoman bagi kwartir dan satuan Pramuka dalam usaha meningkatkan prestasi kerja seseorang dan penertiban pemakaian tanda jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tujuan petunjuk penyelenggaraan ini adalah untuk mengatur pemberian dan pemakaian tanda jabatan, agar dapat dilaksanakan dengan benar dan tepat, oleh mereka yang berhak memberi dan memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Penyelenggaraan ini disusun berdasar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, Bab II Pasal 7 dan Bab V Pasal 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab II Pasal 27 dan Bab IX Pasal 123.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 055 tahun 1982 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ruang Lingkup dan Tata Urut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Penyelenggaraan ini meliputi segala macam tanda jabatan dalam Gerakan Pramuka, yang disusun dengan tata urut sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Maksud, tujuan dan fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Macam tanda jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Bahan, bentuk, gambar, warna dan ukuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Arti kiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pemberian dan pemakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Wewenang, pengadaan dan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Pengenal Gerakan Pramuka adalah tanda-tanda yang dikenakan pada pemakaian seragam Pramuka, yang dapat menunjukkan diri seorang Pramuka, Satuan, kemampuan, tanggungjawab, daerah asal, wilayah tugas, kecakapan, jabatan dan tanda penghargaan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda jabatan yaitu tanda pengenal yang menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seseorang dalam lingkungan Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKSUD, TUJUAN, DAN FUNGSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Maksud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda jabatan Gerakan Pramuka dimaksudkan untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dapat menunjukkan jabatan yang diberikan kepada seseorang anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dapat menunjukkan tugas dan tanggungjawab yang sedang dikerjakan oleh seorang anggota Gerakan Pramuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memberi kebanggan kepada pemakainya, yang akan mendorong untuk mengembangkan jiwa kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda jabatan Gerakan Pramuka bertujuan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mendorong anggota Gerakan Pramuka untuk menggunakan hak dan melakukan kewajibannya sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Memberi gairah dan semangat bekerja kepada anggota Gerakan Pramuka, serta meningkatkan pengetahuan, kecakapan, kemampuan dan haknya, sesuai dengan jabatan yang dipegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memberi kebanggan kepada pemakainya, yang akan mendorongnya untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Fungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda jabatan Gerakan Pramuka berfungsi sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Alat pendidikan, untuk memberi dorongan, gairah dan semangat para pemakai agar mereka melakukan tugas sesuai dengan tanggungjawabnya dengan sebaik-baiknya, serta peningkatkan pengetahuan, kecakapan, kemampuan dan pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Alat pengenal jabatan yang sedang dipegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tanda pengakuan, pengesahan dan pemberian jabatan, beserta hak, tugas dan tanggungjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tanda jabatan tidak berfungsi sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda pangkat yang menunjukkan perbedaan martabat seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perhiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MACAM TANDA JABATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Macam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam tanda jabatan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Untuk Pramuka Siaga :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Pemimpin Barung Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Pemimpin Barung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Wakil Pemimpin Barung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Untuk Pramuka Penggalang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Pemimpin Regu Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Pemimpin Regu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Wakil Pemimpin Regu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Untuk Pramuka Penegak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Pemimpin Sangga Utama (Pradana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Pemimpin Sangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Wakil Pemimpin Sangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Untuk Pramuka Pandega (hanya bila diperlukan) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Koordinator (Pradana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Pemimpin Satuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Wakil Pemimpin Satuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tanda untuk pengurus Pramuka Penegak dan Pandega :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Pengurus Dewan Ambalan Penegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Pengurus Dewan Racana Pandega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega tingkat Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega tingkat Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tanda Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega tingkat Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Tanda Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega tingkat Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Tanda untuk anggota Satuan Karya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Pengurus Dewan Saka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Pemimpin Krida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Wakil Pemimpin Krida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda Pemimpin Saka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tanda Pamong Saka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Tanda Pembina Pramuka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Pembina Siaga dan Pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Pembina Penggalang dan Pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Pembina Penegak dan Pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda Pembina Pandega dan Pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tanda Pembina Gugusdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Tanda Pelatih Pembina Pramuka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Pelatih Pembina Pramuka lulusan KPD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Pelatih Pembina Pramuka lulusan KPL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Pengurus Korps Pelatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Tanda Andalan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Andalan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Andalan Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Andalan Cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda Andalan Ranting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Tanda Majelis Pembimbing :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanda Mabinas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tanda Mabida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Tanda Mabicab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tanda Mabiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tanda Mabigus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Tanda Instruktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l. Tanda Petugas dan peserta kegiatan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN, BENTUK, GAMBAR, WARNA DAN UKURAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tanda Pemimpin Barung (Utama) dan Wakilnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Pemimpin Barung Utama, Pemimpin Barung dan Wakilnya dibuat dari kain, berbentuk “Janur” (daun kelapa) berwarna hijau, tiap janur berukuran panjang 5 cm lebar 0,7 cm dan jarak tiap janur 0,5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pemimpin Barung Utama memakai tiga helai janur hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pemimpin Barung memakai dua helai janur hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Wakil Pemimpin Barung memakai satu helai janur hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tanda Pemimpin Regu (Utama) dan Wakilnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Pemimpin Sangga Utama (Pradana) Pemimpin Sangga dan Wakilnya sama dengan no.9a. di atas, dengan janur berwarna kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pemimpin Sangga Utama (Pradana) memakai tiga helai janur kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Regu memakai dua helai janur merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Pemimpin Regu memakai satu helai janur merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tanda Pemimpin Sangga (Utama) dan Wakilnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda Pemimpin Sangga Utama, Pemimpin Sangga dan Wakilnya sama dengan no. 9a di atas, dengan janur berwarna kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pemimpin Sangga Utama memakai tiga helai janur kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Sangga memakai dua helai janur kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Pemimpin Sangga memakai satu helai janur kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tanda Pemimpin Satuan Pandega (bila diperlukan) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bahan, bentuk dan ukuran sama dengan no. 9a di atas, dengan janur berwarna coklat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Koordinator Pemimpin Satuan memakai tiga helai janur coklat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Satuan memakai dua helai janur coklat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Pemimpin Satuan memakai satu helai janur coklat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tanda Pengurus Dewan Ambalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Pengurus Dewan Ambalan terdiri atas dua jenis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Lencana dari logam berbentuk roda gigi dengan 10 buah gigi, dan dua buah tunas kelapa berpasangan di dalam roda gigi tersebut, yang menyangga sebuah bintang bersudut lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis tengah lingkaran luar lencana : 4,5 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis tengah terluar roda gigi : 3,5 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis tengah terdalam roda gigi : 2,9 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis tengah bintang bersudut lima : 0,6 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna dasar lingkaran dalam : biru tua&lt;b
